4 Rukun Mengimani Rasulullah

Oleh: Tamam
Senin, 02 Okt 2017 22:10
Dibaca: 226 kali
BAGIKAN:

Ada empat rukun untuk mengimani Rasulullah

 1. Tadiqu bima akhbar artinya membenarkan apapun yang disampaikan Rosul.

- Meyakini setiap kabar dari Rosul adalah aqidah. Harus dikokohkan. Wajib percaya, meskipun terhadap ucapan Rosul yang secara logika muskil.

Misalnya mengenai kabar dari Rosul soal minuman yang kemasukan lalat. Rosul memerintahkan agar lalatnya ditenggelamkan, setelah itu lalatnya dibuang dan airnya bisa kembali diminum.

 Hadits Abu Hurairah:

 عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِيْ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ

فَلْيَغْمِسْهُ كُلَّهُ ثُمَّ لِيَطْرَحْهُ فَإِنَّ فِيْ إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَفِيْ الآخَرِ

شِفَا

 Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda: "Apabila lalat jatuh di bejana salah satu diantara kalian maka celupkanlah karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya terdapat obat penawarnya" (HR Anas bin Malik)

  Demikian juga perintah Rosul agar setelah makan dengan tangan, sebelum membasuh jemari dijilat atau dijilatkan terlebih dahulu.

 🚫 Secara logika, terasa janggal dan jorok perintah Rosul tersebut, karena itu sekarang sangat banyak umat Islam yang merasa berat mengamalkan perintah Rosul tersebut di atas. Itu bukti lemahnya iman terhadap Rosul. Sebab,  jika iman yang bicara, logika harus dikesampingkan. وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا. Kami dengar, kami taati!

 2. Toatuhu bima amar, taat pada apa yang diperintah.

  Jika rukun pertama, yaitu membenarkan apa yang disampaikan Rosul, maka rukun kedua, mentaati setiap perintahnya telah mendapat pondasi dengan kuat. Hasilnya, apapun perintah Rosul akan dilaksanakan, meskipun dipandah aneh. Meskipun berbeda dengan kebiasaan dan tradisi.

 3. Meninggalkan apa yang dilarang.

  Demikian juga dengan larangan Rosul, pasti akan ditinggalkan meskipun dianggap baik kebanyakan manusia. Tidak akan dilakukan, walaupun dianggap menguntungkan dan menyelamatkan.

 عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ.

 Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , dia berkata: "Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,'Apa saja yang aku larang terhadap kalian, maka jauhilah. Dan apa saja yang aku perintahkan kepada kalian, maka kerjakanlah semampu kalian. Sesungguhnya apa yang membinasakan umat sebelum kalian hanyalah karena mereka banyak bertanya dan menyelisihi Nabi-nabi mereka'." [HR Bukhâri dan Muslim]

 4. Tidak beribadah pada Allah kecuali sesuai dengan disyariatkan Rosul. 

  Fungsi utama Rosulullah adalah menjadi perentara antara umat dengan Allah. Rosul menjadi perantara untuk menyampaikan pada umat apa yang dinginkan Allah dari umatnya.

👉 Sebagai perantara, Rosul tidak sekedar diminta Allah menyampaikan, melainkan sekaligus menjadi contoh terbaik dalam setiap aspek kehidupan. Baik dalam memerankan fungsinya sebagai mahluk sosial, seperti sebagai suami, sebagai ayah atau sebagai pedagang dan tetangga. Terlebih lagi sebagai teladan terbaik dalam mengibadahi Allah. Seluruhnya secara paripurna ada dan telah dilakukan Rosulullah.

 لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُوْلِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ اْلآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيْرًا

 "Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak berdzikir kepada Allah." (Al-Ahzab: 21)

  Bagaimana mungkin Rosul tidak menjadi pritotipe terbaik sebagai mahluk sosial sekaligus sebagai teladan, karena seluruh bagian hidupnya tak pernah lepas dari bimbingan Allah. Terus dipandu wahyu.

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ

إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ

 dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).An-Najm, 3- 4.

  Meyakini pada diri Nabi Muhammad ada syariat dan terdapat suri teladan terbaik adalah bagian dari aqidah. Karena aqidah, keyakinan ini harus bulat dan total. Tidak ada keraguan dan harus dipertahankan sampai mati.

↔ Buah dari keyakinan di atas adalah mendengarkan setiap apa yang disampaikan Rosul lalu mentaati. 

وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا

dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat".(Al Baqarah 285).

 ❎ Prinsipnya: Hanya mengerjakan yang disyariatkan Rosul. Maka, jika Rosul tidak mengerjakan, kita juga tidak mengerjakan!

Sumber: Taklim Kitab Usul Stasalah bersama Ust Maududi Abdullah di Masjid RJ, Sabtu 10 Muharram 1439/30 Sep 2017.

  BacaJuga
  • Saatnya I'dad untuk Kaum Muslimin

    Kamis, 23 Nov 2017 18:51

    Saat Islam difitnah Saat Umat tak bersalah dizhalimi  Saat kufar bertindak berlebihanSaat Masjid dibakar tanpa alasan  Saat kampung Muslim diserang tanpa sebabMereka Merusak&n

  • Pendalaman Makna Surah Al Fatihah (3)

    Selasa, 10 Okt 2017 18:02

    👉 . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ

  • Pendalam Makna Surah Al Fatihah (2)

    Rabu, 04 Okt 2017 16:39

    إياك نعبد وإياك نستعين - Ayat ini terdiri dari dua kosa kata إِ

  • Islamofobia, Lima Kata Ini Selalu Disalahgunakan

    Senin, 11 Sep 2017 20:43

    Liputanriau.com - Diskriminasi terhadap umat Islam di Inggris telah memuncak pada 2017. Sebanyak 1.260 peristiwa terkait kejahatan kebencian, tercatat dari awal tahun hingga Maret 2017.Dilansir dari&n

  • Hukum Berkurban dalam Islam, Wajib atau Sunah?

    Minggu, 03 Sep 2017 15:21

    Hukum berkurban dalam Islam ternyata ada dua pendapat. Ada ulama yang mengatakan wajib atau sunah muakkad bagi yang mampu dan memiliki harta berlebih.Ketentuan hukum wajib dan sunah muakkad dalam berq

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.