• Home
  • Hikmah
  • Hukum Berkurban dalam Islam, Wajib atau Sunah?

Hukum Berkurban dalam Islam, Wajib atau Sunah?

Oleh: Tamam
Minggu, 03 Sep 2017 15:21
Dibaca: 521 kali
BAGIKAN:
Hukum berkurban dalam Islam ternyata ada dua pendapat. Ada ulama yang mengatakan wajib atau sunah muakkad bagi yang mampu dan memiliki harta berlebih.

Ketentuan hukum wajib dan sunah muakkad dalam berqurban hanya untuk umat Muslim yang memiliki rezeki lapang dan mampu. Bagi yang tidak mampu, sudah tentu tidak diwajibkan.

Kenapa? Karena idul adha dalam dimensi sosial memiliki hakikat untuk berbagi kepada sesama, terutama orang yang tidak mampu dan miskin.

Pada momen itulah orang miskin merayakan kemenangannya dengan makan daging sembelihan, baik kambing, sapi atau onta. Sementara orang kaya memanfaatkan momen itu untuk berbagi dan melaksanakan perintah Allah dalam kitab suci Al Quran dalam surat Al Kautsar ayat 2.

"Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah."


Hukum Berkurban dalam Islam

Pertama, wajib bagi umat Muslim yang berkelapangan dalam hal rezeki. Pendapat ini disampaikan Rabi'ah, guru Imam Malik dan Abu Hanifah, Imam Ahmad, Ibnu Taimiyah, Al AUza'i, Syaikh Ibnu 'Utsaimin, serta Al Auza'i.

Hal ini mendasarkan pada hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah 3123, Al Hakim 7672 dan Syaikh Al Albani, Rasulullah Muhammad SAW bersabda:

"Barangsiapa yang berkelapangan (harta, rejeki) tetapi tidak mau berkurban, maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami."

Kedua, sunah muakkad, yaitu sunah yang ditekankan. Pendapat ini didukung oleh mayoritas utama, seperti Imam Malik, Imam Syafi'i, Imam Ahmad, Ibnu Hazm, dan ulama lainnya.

Dasar dalilnya adalah dari hadits yang diriwayatkan Abu Mas'ud Al Anshari. Beliau mengatakan:

"Sesungguhnya aku sedang tidak akan berqurban, padahal aku adalah orang yang berkelapangan (rejeki). Itu aku lakukan karena khawatir kalau-kalau tetanggaku mengira qurban itu adalah wajib bagiku." (Hadits Riwayat Abdur Razzaq dan Baihaqi dengan sanad shahih)

Abu Sarihah juga pernah berkata:

"Aku melihat Abu Bakar dan Umar bin Khattab sementara mereka berdua tidak berkurban." (Hadits Riwayat Abdur Razzaq dan Baihaqi dengan sanad shahih)

Kesimpulan
Mayoritas umat Islam di Indonesia menganut madzab Imam Syafi'i, sedangkan beliau berpendapat bahwa hukum kurban adalah sunah muakkad.

Meski demikian, kami menyarankan kepada Anda jika memang punya harta dan rezeki yang berkelapangan sebaiknya ikut berqurban untuk mensucikan harta, sedekah, dan sebagai ketaatan kita sebagai hamba Allah atas perintah berqurban dalam Al-Qur'an Surat Al Kautsar ayat 2.
  BacaJuga
  • 21 Kata-kata Mutiara Hikmah

    Jumat, 05 Okt 2018 22:23

    Mutiara Hikmah 1 : Kita Butuh Keinsyafan ” Saat kita mengingatkan orang lain yang melakukan kesalahan lalu ia tidak segera faham dan saat itupun kita berkata kalau : “ Ia dungu &ldquo

  • Berusaha Menjadi Wali Allah

    Jumat, 31 Agu 2018 17:17

    " Setiap kita seharusnya selalu berusaha dan berharap menjadi bagian dari barisan kekasih Allah. Wali-wali Allah atau auliya'. Karena, jika tidak termasuk golongan mereka yang dicintai Allah kare

  • Bank Riau Kepri Santuni 1.379 Anak Yatim Pada Bulan Ramadhan 1439H

    Selasa, 29 Mei 2018 21:31

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Bank Riau Kepri selenggarakan buka puasa bersama di Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri Lantai 4 pada Senin (28/5/2018). Acara ini dihadiri oleh Plt. Gubernur Riau yang

  • Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 17 Mei 2018

    Sabtu, 12 Mei 2018 20:28

    Liputanriau.com, Jakarta - Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah melakukan perhitungan awal Ramadan, Syawal dan Zulhijah berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dijadikan pedoman oleh Majeli

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.