Pendalam Makna Surah Al Fatihah (2)

Oleh: Tamam
Rabu, 04 Okt 2017 16:39
Dibaca: 756 kali
BAGIKAN:


إياك نعبد وإياك نستعين

- Ayat ini terdiri dari dua kosa kata إِيَّاكَ bermakna kepadamu, kemudian نَعْبُدُ berarti kami beribadah. Lalu و yang berarti dan dan terakhir نَسْتَعِينُ dengan arti kami minta pertolongan.

- Sedikit penjelasan mengenai kata ganti atau dhomir dalam Bahasa Arab ada 14. Pada ayat ini digunakan dhomir ن atau na yang artinya kami. Jika dhomir diganti تَ atau tha maka kata gantinya adalah kamu.

- Dalam ayat ini نَعْبُدُ diartikan kami beribadah bukan kami menyembah, seperti yang banyak diterjemahkan selama ini. Karena kata sembah lebih indentik dengan kegiatan sholat, terkait dengan rukuk dan sujud, terlalu sempit maknanya, padahal dalam Bahasa Arab ibadah berarti sangat luas, tidak sekedar sholat. Ibadah adalah seluruh perbuatan yang diridhoi Allah. Setiap kegiatan yang mendatangkan pahala.

- Secara gramatikal, lazimnya susun kalimatnya adalah نَعْبُدُ إِيَّاك yang artinya kami beribadah hanya kepada-Mu, namun dibalik dengan نَعْبُدُ di depan sebagai bentuk penekanan kewajiban memurnikan ibadah hanya kepada Alloh.

 

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.(Adz-Dzariyat 56)

 

-  Kemudian نَسْتَعِين وَإِيَّاكَ yang artinya dan hanya kepadamu kami mohon pertolongan.

 

- Dalam Bahasa Arab Istianah, istiadah dan iatighosah yang artinya sama: minta tolong. Hanya saja penempatannya berbeda. 1. إسْتَع نIstianah adalah minta tolong agar dimudahkan menjalankan ketatan. 2.  إسْتَع ده Istiadah adalah minta tolong agar dijauhkan dari segala keburukan. 3. Sementara إسْتَع غْشه istighosah adalah minta diberikan segala kebaikan.

- Ujung ayat ini menyangkup ketiga jenis permintaan tolong hanya diajukan pada Allah. Dalam prosesnya, ada permintaan dari hamba dan اللَّهِ yang memberikan pertolongan.

- Ayat ini menjadi penekanan tauhid dari sisi memurnikan ketergantungan permintaan tolong jenis apapun semata kepada اللَّهِ.

 

                        الْمُسْتَقِيمَ  الصِّرَاطَ   اهْدِنَا                      

- Ayat ini terdiri dari اهْدِنَا yang artinya tunjukilah kami, kemudian الصِّرَاطَ artinya jalan dan الْمُسْتَقِيمَ maknanya lurus.

- Kata اهْدِنَا berasal dari kata هْدي atau هْديهِ artinya jalan atau petunjuk.  هْديهِ  (hidayah) dalam Islam terbagi dua. Pertama هْديهِ  dari  kafir menuju Islam. Kedua, هْديهِ dalam Islam. هْديهِ terakhir ini diyakini sebagai pertolongan untuk berjalan dalam sunnah.

- Berdasarkan ayat di atas bahwa هْدي atau jalan kebenaran tidak banyak, tetapi satu. Hanya هْدي yang dibawa Rosulullah dalam hal ini sunnah.

- Dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu, ia berkata.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam membuat sebuah garis lurus bagi kami, lalu bersabda,"Ini adalah jalan Allah," kemudian beliau membuat garis lain pada sisi kiri dan kanan garis tersebut, lalu bersabda,"Ini adalah jalan-jalan (yang banyak). Pada setiap jalan ada syetan yang mengajak kepada jalan itu," kemudian beliau membaca.

Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya. [Al An'am:153].

- Dalam Islam هْديهِ terbagi dua. Pertama istiqomah dan kedua, ziadah artinya tambahan. Berdasarkan dua jenis هْديهِ kita harus selalu minta pada اللَّهِ untuk diistiqomahkan dan terus ditambahkan هْديهِ agar keimanan kita semakin baik dan ibadah kita semakin benar dan diperbanyak.

- Permintaan akan هْديهِ adalah permintaan paling penting bagi setiap muslim. Karena itu, setiap hari  kita memintanya padaاللَّهِ minimal 17 kali. Permintaan yang jauh lebih banyak dari permintaan kita untuk rejeki ataupun kesehatan.

- Para ulama menyatakan الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيم jalan yang lurus adalah jalan yang paling mudah dilalui. Jalan paling cepat sampai ketujuan.

- Contoh akad nikah. Rosul cukup mengajarkan akadnya 'saya nikahkan engkau dengan putriku kandungku dengan mas kawin sekian'. Belakangan menjadi sulit karena sebagian umat mensyaratkan ucapan akan nikah harus dilakukan dalam satu nafas. Jika terputus nafas harus diulang. Dari dua contoh di atas, cara yang diajarkan Rosul pasti lebih mudah.

- Contoh lain,  bandingkan wanita berhijab dengan mereka yang membuka aurat. Bagi wanita muslimah berhijab semua serba mudah. Ia tak harus sibuk menata rambutnya saat hendak keluar.  Bahkan tanpa disisir pun tak soal. Tak harus pusing menjaga kemulusan pahanya dengan kreem ini atau itu. Sementara para wanita yang membuka aurat, setiap hendak keluar rumah kalang-kabut merias diri. Belum lagi mudhorot di luar karena menjadi santapan pandangan para lelaki.*

Taklim Ust Maududi Abdullah, Lc di Masjid RJ, Selasa 13 Muharram 1439/ 3 Okt 2017.

  BacaJuga
  • Saatnya I'dad untuk Kaum Muslimin

    Kamis, 23 Nov 2017 18:51

    Saat Islam difitnah Saat Umat tak bersalah dizhalimi  Saat kufar bertindak berlebihanSaat Masjid dibakar tanpa alasan  Saat kampung Muslim diserang tanpa sebabMereka Merusak&n

  • Pendalaman Makna Surah Al Fatihah (3)

    Selasa, 10 Okt 2017 18:02

    👉 . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ

  • Pendalam Makna Surah Al Fatihah (2)

    Rabu, 04 Okt 2017 16:39

    إياك نعبد وإياك نستعين - Ayat ini terdiri dari dua kosa kata إِ

  • Islamofobia, Lima Kata Ini Selalu Disalahgunakan

    Senin, 11 Sep 2017 20:43

    Liputanriau.com - Diskriminasi terhadap umat Islam di Inggris telah memuncak pada 2017. Sebanyak 1.260 peristiwa terkait kejahatan kebencian, tercatat dari awal tahun hingga Maret 2017.Dilansir dari&n

  • Hukum Berkurban dalam Islam, Wajib atau Sunah?

    Minggu, 03 Sep 2017 15:21

    Hukum berkurban dalam Islam ternyata ada dua pendapat. Ada ulama yang mengatakan wajib atau sunah muakkad bagi yang mampu dan memiliki harta berlebih.Ketentuan hukum wajib dan sunah muakkad dalam berq

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.