• Home
  • Hikmah
  • Ribuan Jamaah Hadir dalam Tabligh Akbar Ustadz Syafiq Basalamah di Masjid Imam Syafi'i Pekanbaru

Ribuan Jamaah Hadir dalam Tabligh Akbar Ustadz Syafiq Basalamah di Masjid Imam Syafi'i Pekanbaru

Oleh: Abu Hakim
Minggu, 24 Sep 2017 06:17
Dibaca: 70 kali
BAGIKAN:
Riki
Suasana di masjid ruang utama.
PEKANBARU, LIPUTANRIAU.COM - Meskipun cuaca Kota Pekanbaru sore hingga malam, Sabtu (23/9/2017) gerimis dan mendung, namun semangat para penerima ilmu tetap tinggi, ribuan jamaah memadati Masjid Imam Asy Syafi'i yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru.

Masjid yang terletak di dalam Kompleks Sekolah Islam Terpadu Imam Syafi'i II itu mendadak menjadi lautan manusia datang dari berbagai daerah, menyaksikan dauroh Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr Syafiq Reza Basalamah Lc MA, menjelang maghrib jamaah sudah padat bahkan masjid penuh, meluber ke lantai II. Sementara jamaah wanita (akhwat) tidak kebagian tempat di dalam masjid dan ditempatkan di gedung sekolah yang juga berdampingan dengan masjid.

Diawali dengan shalat Maghrib berjamaah, kemudian disampaikan kajian oleh ustadz. Untuk kenyamanan para jamaah, panitia menyediakan layar maupun TV di beberapa sudut, sehingga jamaah yang di belakang maupun di lantai II tetap bisa melihat ustadz, audio yang disediakan juga sangat bersih dan jernih sehingga suara ustadz terdengar dengan baik hingga seluruh penjuru masjid dan kompleks sekolah tersebut.

Dalam materinya, Ustadz mengangkat tema "Mengapa Begitu..?" Kajian ini merupakan Penggalangan Dana untuk Rohingya yang dilaksanakan Riau Care bekerjasama dengan Masjid Imam Asy Syafi'i Kota Pekanbaru.

Berikut ringkasan materi yang disampaikan Ustadz Syafiq Basalamah:


Rosululloh shalallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Kalian tidak masuk surga sampai kalian beriman." Hadits Riwayat Imam Muslim no : 81

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ وَوَكِيعٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ أَنْبَأَنَا جَرِيرٌ عَنْ الْأَعْمَشِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا بِمِثْلِ حَدِيثِ أَبِي مُعَاوِيَةَ وَوَكِيعٍ

"Kalian tak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling menyayangi. Maukan kalian aku tunjukkan atas sesuatu yg mana apabila kalian mengerjakannya niscaya kalian akan saling menyayangi. Sebarkanlah salam di antara kalian. Dan telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah memberitakan kepada kami Jarir dari al-A'masy dgn sanad ini. Dia berkata, Rasulullah bersabda:

Demi Dzat yg jiwaku berada di tangan-Nya, kalian tak akan masuk surga hingga kalian beriman, sebagaimana hadits Abu Mu'awiyah & Waki." [HR. Imam Muslim No.81].

Terbarkanlah salam. Apakah kita telah menyebarkan salam sesama saudara kita? Terutama saudara dekat yang sama-sama duduk di majelis ilmu, teman sejawat di kantor, di kampus, di lingkungam kerja dan sebagainya.

Jika menyebarkan salam saja sama saudara dekat kita nggak pernah atau jarang, lantas bagaimana kita bisa peduli dan perhatian sama saudara kita di Rohingya, jika saudara dekat saja kita tak tegur sapa minimal mengucapkan salam "Assalammu'alaikum, apa kabarnnya apakah sehat-sehat saja..?"

Jika salah satu Sunnah Rosululloh sholallohi 'alaihi wasallam ini saja kita belum bisa terapkan lantas bagaimana bisa rasa peduli dan sayang kita terhadap saudara jauh kita.

Sungguh tiada yang bisa menandingi rasa kasih dan sayang kedua orangtua terutama ibu terhadap kita selaku anaknya. Namun ingatlah, sungguh rasa kasih dan sayang Allah Ta'ala kepada kita jauh lebih besar dibanding kasih sayang ibu-bapak kita.

Bahkan kasih sayang-Nya melebihi dari kasih sayang kita terhadap diri kita sendiri. Ingatlah, meskipun rasa kasih sayang Allah Ta'ala begitu besar jika kita taat dan patuh kepada perintah-Nya. Namun ingat pula, adzabnya amat teramat sangat pedih bagi orang ingkar dan mendurhakai Allah Ta'ala.

Ingatlah saudaraku, adzab, siksaan, kepesihan dan kesengsaraan di dunia ini amatlah ringan dan sebentar. Adzab akhirat itu kata Allah Ta'ala jauh lebih pedih dan lebih abadi dan kekal selama-lamanya.

Allha Ta'ala berfirman dalam QS. Ar-Rum ayat : 41

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِى عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). [QS. Ar-Rum: Ayat 41]

Kita kena tabrak, anak kita ditabrak orang, sakit keras yang mendadak, bangkrut, gagal proyek, kemalingan, dibegal orang, dibunuh dan semisal dengan itu maka sungguh itu semua bentuk atau cara Allah Ta'ala menguji dan mengajak kita untuk kembali kepada-Nya.

Diriwayatkan dalam ash-Shahiihain dari Ummu Habibah binti Abi Sufyan, dari Zainab binti Jahsy Radhiyallahu anhuma (Isteri Rosululloh yang menjadi wali nikahnya oleh Allah Ta'ala langsung), bahwasanya pada suatu hari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam datang kepadanya dengan kaget, beliau berkata:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدِ اقْتَرَبَ، فُتِحَ الْيَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ مِثْلُ هَذِهِ (وَحَلَّقَ بإِصْبَعِهِ اْلإِبْهَامَ والَّتِي تَلِيْهَا) فَقَالَتْ زَيْنَبُ بِنْتُ جَحْشٍ: فَقُلْتُ: يَا رَسُـوْلَ اللهِ أََنُهْلِكُ وَفِيْنَا الصَّالِحُوْنَ؟ قَالَ: نَعَمْ، إِذَا كَثُرَ الْخَبَثُ.

"Laa ilaaha illallaah, celakalah orang Arab karena kejelekan telah dekat, hari ini dinding penghalang Ya'-juj dan Ma'-juj telah terbuka seperti ini." (Beliau melingkarkan kedua jarinya; ibu jari dan telunjuknya). Zainab binti Jahsy berkata, "Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah kami akan binasa sementara di antara kami masih ada orang-orang yang shalih?' Beliau menjawab, 'Ya, apabila kejelekan merajalela.'"

Ketika amar ma'ruf nahi mungkar tidak lagi ditegakkan atau maksiat telah meraja lela maka Allah Ta'ala akan turunkan murkanya bagi semuanya dan kepada siapa saya. Bahkan musibah itu tidak hanya dirasakan oleh orang yang mungkar, orang sholeh, anak-anak, orangtua renta dan sebagainya akan merasakan adzab tersebut. Dan itu merupakan Sunnatulloh.

Rosululloh shollohu 'alaihi wasalam bersabda, ajaklah orang kepada amar ma'ruf nahi mungkar.

عَنْ أَبِي سَعِيْد الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ

[رواه مسلم]

"Dari Abu Sa'id Al Khudri radiallahuanhu berkata: Saya mendengar Rasulullah shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda: Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman. (HR. Imam Muslim)

Sunguh Allah Ta'ala itu sangat sayang kepada kita tapi terkadang kita menjadi penyebab adzab dan bencana bagi saudara-saudara kita. Sebab, kita kerap berfikir dan bersikap "ah yang penting aku tidak berbuat maksiat. Yang penting keluargaku terjaga sementara orang lain itu bukan urusanku."

Ingatlah, tak cukup kita melihat kemungkaran yang menimpa saudara kita hanya dengan menggeleng-gelengkan kepala atau memasang raut wajah sedih saja. Itu sungguh belumlah cukup. Sebab, bisa jadi keacuhan dan ketidakpedulian kita kemungkaran terjadi menjadi penyebab bencana dan adzab bagi saudara kita yang lainnya.

Ketika kemungkaran terjadi dan engkau hanya diam dan tidak mencegahnya, maka adzab dan musibah dari kemungkaran itu terjadi dan menimpa tidak saja di daerah terjadinya kemungkaran, tapi akan dirasakan juga sampai kepada orang yang membiarkan kemungkaran tadi dikarenakan tidak ada upaya menceganya.

Renungkanlah hadits Rosululloh sholallohu 'alaihi wasallam.

«إِنَّ اللهَ لاَ يُعَذِّبُ الْعَامَةَ بِعَمَلِ الْخَاصَةِ حَتَّى يَرَوْا الْمُنْكَرَ بَيْنَ ظَهْرَانِيْهِمْ وَهُمْ قَادِرُوْنَ عَلَى أَنْ يُنْكِرُوْهُ فَلاَ يُنْكِرُوْهُ فَإِذَا فَعَلُوْا ذَلِكَ عَذَّبَ اللهُ الْعَامَةَ وَالْخَاصَةَ»

"Sesungguhnya Allah tidak akan menyiksa masyarakat umum karena perbuatan orang-orang tertentu hingga masyarakat umum melihat kemungkaran di hadapan mereka sedang mereka mampu mengingkarinya tetapi mereka tidak mengingkarinya. Jika mereka berbuat demikian maka Allah akan menyiksa masyarakat umum dan orang-orang tertentu itu." (HR. Imam Ahmad dan At-Thirmidzi)

Seberapa pentingnya dan utamanya melakukan amar ma'ruf nahi mungkar, maka perhatikanlah perintah Allah Ta'ala dalam Qur'an.

Allah Ta'ala berfirman dalam QS. Ali-Imran ayat :104 dan ayat : 110

Ali Imran ayat : 104

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. [QS. Ali 'Imran: Ayat 104]

Ali Imran ayat : 110

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۚ مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُونَ

"Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik." [QS. Ali 'Imran: Ayat 110]

Banyak dan ragamnya adzab dan musibah diturunkan Allah Ta'ala kepada kita. Pertikaian dengam sesama saudara sendiri, itu juga adzab Allah Ta'ala. Jadi tak perlu kita menyalahi orang lain sebab kita sendirlah yang terkadang mengundang adzab dan murka Allah Ta'ala itu kepada kita.

Karena itu, tegakanlah amar ma'ruf nahi mungkar itu dengan kemampuan dan kekuasaan yang kita miliki. Tentu dengan cara yang arif dan berlemahlembut, sopan santun, atau dengan cara sesuai dengan Sunnah.

Ketika kita melihat kemungkaran di rumah kita, di kantor kita, di tempat kerja kita, di toko dan dimana saja, maka cegahlah dengan santun, sabar dan istiqomah.

Sebagaimana firman Allah Ta'ala dalam QS. Al-An'am ayat : 6

أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِّنْ قَرْنٍ مَّكَّنّٰهُمْ فِى الْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّنْ لَّكُمْ وَأَرْسَلْنَا السَّمَآءَ عَلَيْهِمْ مِّدْرَارًا وَجَعَلْنَا الْأَنْهٰرَ تَجْرِى مِنْ تَحْتِهِمْ فَأَهْلَكْنٰهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَأَنْشَأْنَا مِنۢ بَعْدِهِمْ قَرْنًا ءَاخَرِينَ

"Tidakkah mereka memperhatikan berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal (generasi itu), telah Kami teguhkan kedudukannya di bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu. Kami curahkan hujan yang lebat untuk mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa-dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan generasi yang lain setelah generasi mereka." [QS. Al-An'am: Ayat 6]

Ingatlah, ketika kita teringat dan ingin membantu saudara kita di Rohingya, maka mulailah tekadkan dalam diri kita masing-masing saat ini "Saya akan berhenti dan meninggalkan dosa-dosa dan kemungkaran. Saya akan rubah sikap ini. Dan saya akan mengingatkan saudara-saudaraku yang masih belum mau sholat berjamaah ke masjid."

Perbanyaklah bershodaqoh. Dan sesungguhnya sershodaqoh itu bisa menjadi perisai dari api neraka. Rasulullah sholalloh 'alaihi wasallam bersabda :

اِجْعَلُوْا بَيْنَكُمْ وَ بَيْنَ النَّارِ حِجَابًا وَلَوْ بِشِقِّ التَّمْرِ

"Buatlah penghalang antara dirimu dan api neraka walaupun hanya dengan separuh butir kurma." (HR. At-Thirmidzi)

***

Dauroh berakhir pukul 20.01 WIB dan dilanjutkan dengn shalat Isya berjamaah. Di sela-sela dauroh saat jedah adzan Isya panitia juga menjalankan kotak infak. Jamaah pun antusias mengeluarkan infak terbaiknya untuk membantu saudara muslim di Rohingya yang tertindas.

Dauroh selanjutnya akan diaksanakan pagi ini, Ahad (24/9/2017) pukul 09.00 WIB di masjid yang sama. Sementara sebelumnya shubuh Ahad ini, Ustadz Sayfiq juga mengisi kajian umum di Masjid Raudhatul Jannah di Jalan Nangka/Tuanku Tambusai Pekanbaru dengan materi membahas kapan kita bisa istirahat dan bersantai-santai.
Editor: Riki

Sumber: Liputanriau.com

  BacaJuga
  • Pendalaman Makna Surah Al Fatihah (3)

    Selasa, 10 Okt 2017 18:02

    👉 . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ

  • Pendalam Makna Surah Al Fatihah (2)

    Rabu, 04 Okt 2017 16:39

    إياك نعبد وإياك نستعين - Ayat ini terdiri dari dua kosa kata إِ

  • 4 Rukun Mengimani Rasulullah

    Senin, 02 Okt 2017 22:10

    Ada empat rukun untuk mengimani Rasulullah  1. Tadiqu bima akhbar artinya membenarkan apapun yang disampaikan Rosul. - Meyakini setiap kabar dari Rosul adalah aqidah. Harus dikokohkan. Wa

  • Arti, Makna & Hikmah Kemerdekaan RI Menurut Islam

    Kamis, 17 Agu 2017 15:08

    Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) pada tanggal 17 Agustus 1945 memiliki arti, makna dan hikmah bila ditarik dalam kajian studi Islam.Menurut Islam, kemerdekaan yang sesungguhnya adalah bebas untuk b

  • TOLONG BAWA AKU KE SURGA.

    Selasa, 07 Feb 2017 17:02

    Ketika mengunjungi seorang teman yang sedang kritis sakitnya, dia menggenggam erat tanganku, lalu menarik ke mukanya, dan membisikkan sesuatu...Dalam airmata berlinang dan ucapan yang terbata-bata dia

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.