Wajib Untuk Dicoba, '

'Kopiek Ndak Batulang' Menjelma Kuliner 'Boming' di Kuok, Kampar

Jumat, 30 Des 2016 17:20
Dibaca: 329 kali
BAGIKAN:
Para penikmat kuliner 'kopiek ndak batulang' dari berbagai daerah termasuk top manajemen PT RAPP tak ketinggalan
Liputanriau.com-KAMPAR- 'Kopiek Ndak Batulang' (Sejenis ikan dari sungai Kampar bersisik yang dibuang tulangnya) menjelma menjadi sebuah kuliner yang paling diserbu masyarakat dikabupaten Kampar tepatnya di desa Kuok, Pulau Balai dan sekitarnya kecamatan Bangkinang Barat, kabupaten Kampar.

Kehadiran 'Kopiek Ndak Batulang' ini tentunya, menambah aneka kuliner dinegeri serambi mekah ini. Sebelum juga diwarnai beragam jenis kuliner yang membikin ngiler.

Kehadiran kuliner 'Kopiek Ndak Batulang' ini menjadi sebuah fenomena baru khususnya masyarakat desa Kuok. Prosesnya, 'bomingnya' terbilang sederhana. Hanya bermodalkan, promosi mulut kemulut secara berantai. Hingga akhirnya, menjelma sebuah kuliner yang diincar masyarakat, tidak saja dari Kampar juga dari berbagai penjuru daerah.   

Awal munculnya, kuliner ini digagas salah seorang warga tepatnya, di desa Pulau Balai mendirikan usaha pondok rumah makan minim fasilitas. Berlimpahnya, ikan jenis Kopiek ini disungai Kampar menjadi inisiatif tersendiri untuk dimasak menjadi santapan makan.  

Proses memasak ikan ini terbilang sedikit sulit, dimana semua tulang belulangnya, dibuang satu persatu hingga hanya menyisakan tulang punggung. Begitu tuntas, ikan disiram bumbu dan dibakar mengguna tempurung kelapa.

Begitu ikan matang, lalu dihidangkan dengan kuliner pendamping seperti 'Cingkuok', 'Pilado duo', 'Pilado Kambiu'. Pokoknya membuat ngiler ketika melihatnya secara dekat. Terlebih ketika perut sedang lapar.

Berawal, dari usaha satu warga ini. Kini kuliner 'Kopiek Ndak Batulang' menjadi usaha masyarakat setempat. Dulu hanya satu tempat saja, tapi kini usaha pondok 'Kopiek Ndak Batulang' ini sudah banyak dijumpai, menjadi usaha alternatif masyarakat.

Kwatir dengan harga. Tunggu dulu. Untuk satu porsi terbilang murah meriah. Tak sampai Rp 20 ribu perporsi sudah bisa membikin perut kenyang.***


Laporan: 
Febri Sugiono

  BacaJuga
  komentar Pembaca
Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.