300 Perusahaan Dirohil Wajib Terapkan UMK Mulai Januari 2018

Oleh: Ulung
Senin, 04 Des 2017 16:54
Dibaca: 132 kali
BAGIKAN:
Fhoto ilustrasi.net
Liputanriau.com,Rohil - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir ( Rohil ) melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat menghimbau seluruh perusahaan berbadan hukum maupun perusahaan perorangan yang ada dirohil untuk menerapkan dan membayarkan gaji karyawannya sesuai dengan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2018 yang telah ditetapkan.

"Besaran UMK rohil tahun 2018 telah ditetapkan sebesar Rp2.506.000, Dalam hal ini 300 lebih perusahaan yang berbadan hukum wajib menjalankannya mulai januari 2018. Apabila hal ini tidak diindahkan maka akan diberikan sangsi administrasi hingga sangsi penutupan izin beroperasi," Kata Kadisnaker Rohil, Ir H Amiruddin MM, Senin (4/12) diruang kerjanya.


Menurutnya, Penerapan UMK ini pihak Disnaker Rohil hanya memberikan himbauan, sosialisasi dan dan komunikasi terhadap 300 lebih perusahaan tersebut. Mengenai sangsi bagi perusahaan yang tidak menerapkan aturan tersebut diputuskan oleh Disnaker Provinsi Riau dan Pihak Kementrian tenaga kerja atas rekom dari disnaker rohil.

"Untuk Perusahaan berupa hotel, restoran sebetulnya juga wajib menerapkan aturan tersebut. Akan tetapi sejauh ini tidak ada karyawan yang komplin dan membuat pengaduan kedisnaker. Jika ada karyawan yang melapor dengan didukung bukti struk pembayaran gaji dan kontrak kerjanya barang tentu akan kita proses sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang ada," Kata Amiruddin.

Pihaknya tidak melakukan pemaksaan terhadap perusahaan yang belum memiliki kemampuan dalam membayar gaji karyawannya. "Kita lihat dulu kondisi dan faktor kemampuan dari perusahaan itu, karena apabila terlalu dipaksakan maka sangat dikhawatirkan nantinya akan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawan yang bekerja diperusahaan tersebut," Katanya Pula.

Ia juga berkeyakinan kalau perusahaan menengah kebawah seperti perhotelan dan restoran belum mampu menerapkan UMK. Pasalnya, Dua jenis perusahaan ini dirohil hanyalah perusahaan musiman yang pengunjungnya ramai disaat ada iven besar seperti perayaan ritual bakar tongkang, cap go meh dan cheng beng.

"Intinya kita ingin agar UMK dapat berjalan secara menyeluruh. Namun, disisi lain kita juga tidak bisa memaksa karena takutterjadinya PHK besar besaran dari perusahaan yang dampaknya menambah pengangguran," Pungkasnya. 
  BacaJuga
  • Penjelasan Lengkap Mengapa Alexis Ditutup

    Selasa, 31 Okt 2017 13:16

    Liputanriau.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menolak permohonan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) Hotel dan Griya Pijat Alexis. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Te

  • Izin Alexis Disetop, Anies Tak Mau Kompromi soal Prostitusi

    Senin, 30 Okt 2017 19:19

    Liputanriau.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku tidak akan membiarkan praktik prostitusi di Jakarta beroperasi. Jika ada yang melanggar, ia tak segan bertindak tegas tanpa panda

  • Hotel Alexis Merugi Setelah Ada Rencana Penutupan oleh Anies-Sandi

    Kamis, 25 Mei 2017 12:55

    Liputanriau.com, Jakarta - Manajemen Alexis menceritakan dampak yang terjadi pada mereka setelah muncul wacana penutupan Alexis oleh gubernur dan wakil gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan-San

  • Furaya Hotel Pekanbaru Kumpulkan Sekitar 70 Kantong Darah

    Kamis, 04 Mei 2017 14:06

    PEKANBARU- Dengan animo pendonor yang sangat antusias, Furaya Hotel Pekanbaru mampu membukukan sekitar 70 kantong darah. Hasil ini kemudian diserahkan langsung ke pihak PMI sebagai patner dalam kegi

  • Jadi Temuan BPK, Komisi II Akan Bahas Alih Fungsi Pasar Kodim Pekanbaru jadi Hotel

    Kamis, 27 Apr 2017 17:32

    PEKANBARU - Komisi II DPRD Kota Pekanbaru akan melakukan pembahasan terkait alih fungsi Pasar Kodim atau kini berubah nama Pasar The Central dari pasar tradisional menjadi pembangunan hotel dan ma

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.