Kado Hari Buruh, Tarif Listrik Warga Miskin 900 VA Naik 30 Persen

Senin, 01 Mei 2017 20:47
Dibaca: 169 kali
BAGIKAN:
JAKARTA - Masyarakat pelanggan listrik golongan 900 Volt Ampere (VA) harus merogoh kantong lebih di bulan ini. Tarif listrik golongan yang masuk dalam kategori Rumah Tangga Mampu (RTM) ini naik seiring pencabutan subsidi tahap ketiga yang berlaku mulai 1 Mei 2017.

‎Pencabutan subsidi listrik golongan 900 VA yang masuk dalam kategori mampu dilakukan dalam tiga tahap setiap dua bulan, dimulai Januari 2017. Kemudian kenaikan tarif listrik tahap kedua dan ketiga berlangsung pada Maret dan Mei 2017.

Pencabutan subsidi ini tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang tarif tenaga listrik PT PLN (Persero) mengatur penerapan tarif non subsidi bagi rumah tangga daya 900 VA yang mampu secara ekonomi.

Serta Peraturan Menteri ESDM Nomor 29 Tahun 2016 tentang mekanisme pemberian subsidi tarif tenaga listrik untuk rumah tangga.

Setiap pencabutan subsidi akan berdampak pada kenaikan tarif listrik golongan‎ 900 VA yang masuk kategori RTM sebesar 30 persen.

Pencabutan tahap ketiga yang diterapkan Mei hingga Juni 2017, membuat tagihan bayar listrik bertambah menjadi Rp 185.794 per bulan dari sebelumnya Rp130 ribu.

Pencabutan subsidi listrik didasari Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi dan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Pemerintah menyediakan dana subsidi untuk kelompok masyarakat tidak mampu‎.

Sampai Desember 2016, pelangan 900 VA berjumah 23 juta yang seluruhnya masih menikmati subsidi. Berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan pendataan yang dilakukan PLN, masyarakat yang berhak mendapatkan subsidi miskin dan rentan miskin golongan 900 VA hanya 4,1 juta.

Ini artinya 18,9 pelanggan 900 VA tidak masuk dalam kategori tersebut atau mampu.

Saat masih mendapat subsidi, golongan 900 VA  membayar Rp 585 setiap konsumsi listrik per kilo Watt hour (kWh), ditambah subsidi pemerintah sebesar Rp 875 kWh. Bila dengan rata-rata konsumsi listrik 125 kWh per bulan maka tagihannya Rp 74.740 per bulan.

Jika sudah tidak mendapatkan subsidi lagi, tagihan pembayaran listrik naik menjadi Rp 1.450 per kWh‎. Bila konsumsi rata-rata 125 kWh perbulan, maka tagihan yang dibayar masyarakat mencapai Rp 185.794 per bulan.

Dengan penerapan pencabutan subsidi listrik bertahap, untuk tahap pertama pada periode Januari hingga Februari, tagihan pembayaran listrik naik menjadi Rp 98 ribu per bulan dari sebelumnya Rp 74.740 per bulan.

Kemudian untuk tahap  kedua mulai Maret-Arpil 2017‎ tarif listrik naik menjadi Rp 130 ribu per bulan dan pada pencabutan tahap III atau sudah tidak ada lagi subsidi listrik, yaitu pada Mei-Juni 2017, tagihan bayar listrik bertambah menjadi Rp 185.794 per bulan.‎
Editor: Riki

Sumber: Liputan6.com

  BacaJuga
  • Bank Riau Kepri Buka Kantor Kas di RSUD Petala Bumi

    Rabu, 27 Des 2017 21:02

    Liputanriau.com,PEKANBARU-Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdaprov Riau Hj. Indrawati Nasution secara langsung meresmikan Kantor Kas Ba

  • 57 Goweser Kantor BRK Cabang Pekanbaru Ramaikan Acara Sport Gathering

    Minggu, 10 Des 2017 15:56

    LiputanRiau.com,PEKANBARU-Bank Riau Kepri cabang Pekanbaru berikut dengan jajaran kantor dibawahnya Sabtu (9/12) melakukan olahraga bersama dengan sepedaan di sepanjang jalan Jenderal Sudirman, Ahma

  • Pemkab Kuansing Gandeng PLN dan Bank Riau Kepri

    Selasa, 05 Des 2017 20:48

    Liputanriau.com, KUANSING-Selasa, (5/12/17) PT. PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Pemerintah Kabupaten Kuansing dan PT. Bank Riau Kepri tent

  • Bank Riau Kepri Raih Good Financial Performance di Ajang Indonesia Best Banking Brand Award 2017

    Kamis, 30 Nov 2017 09:12

    liputanriau.com,JAKARTA-Prestasi gemilang terus ditorehkan oleh Bank Riau Kepri (BRK), Bank berlogo tiga layar terkembang ini meraih Good Financial Performance, Category Regional Development Bank

  • Pemko Tanjung Pinang Bersama Bank Riau Kepri Siap Laksanakan Transaksaksi Non Tunai

    Kamis, 23 Nov 2017 22:40

    Liputanriau.com,TANJUNGPINANG-Pemerintah Kota Tanjung Pinang melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang pelaksanaan transaksi non tunai bersama Bank Riau Kepri, Kamis (23/11/17). Penanda

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.