Rupiah Jeblok, Sri Mulyani Imbau Masyarakat Tenang

Kamis, 26 Apr 2018 14:48
Dibaca: 83 kali
BAGIKAN:
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati atau Sri Mulyani mengimbau masyarakat tetap tenang di tengah pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat saat ini. Salah satunya karena penguatan nilai tukar dolar AS saat ini mempengaruhi hampir semua mata uang di dunia, bukan hanya Indonesia.

"Kalau kita lihat dua hari terakhir saat penguatan dolar sangat terasa, beberapa negara maju bahkan depresiasi di atas 2 persen," ujarnya, Kamis, 26 April 2018. "Bahkan India melakukan depresiasi lebih besar karena mereka ingin memacu ekspornya."

Seperti diketahui, dalam pekan ini, kurs rupiah sempat menyentuh level 14.000 per dolar AS. Kurs rupiah juga terus bergerak fluktuatif di posisi 13.880-13.900 per dolar AS. 

Lebih jauh, Sri Mulyani juga menilai pelemahan rupiah sebetulnya tak sepenuhnya buruk. Sebab, ada dampak positif dari jatuhnya kurs rupiah yang malah memacu kinerja ekspor.

Di lain sisi, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo mengingatkan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia untuk segera melakukan langkah antisipasi atas melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. 

"Stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar menjadi indikator penting bagi perekonomian nasional, salah satunya akan terjadi peningkatan konsumsi kebutuhan bahan pokok menjelang Ramadan dan Lebaran," ujar Bambang Soesatyo di gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu, 25 April 2018.

Sebelumnya, analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, menuturkan dolar AS masih berada dalam area positif terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah, seiring meningkatnya imbal hasil sejumlah obligasi di Amerika Serikat. "Pelaku pasar uang masih cenderung meningkatkan permintaannya terhadap dolar AS seiring masih meningkatnya laju imbal hasil obligasi AS," katanya.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Tempo

  BacaJuga
  • Penjelasan Lengkap Mengapa Alexis Ditutup

    Selasa, 31 Okt 2017 13:16

    Liputanriau.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menolak permohonan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) Hotel dan Griya Pijat Alexis. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Te

  • Izin Alexis Disetop, Anies Tak Mau Kompromi soal Prostitusi

    Senin, 30 Okt 2017 19:19

    Liputanriau.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku tidak akan membiarkan praktik prostitusi di Jakarta beroperasi. Jika ada yang melanggar, ia tak segan bertindak tegas tanpa panda

  • Hotel Alexis Merugi Setelah Ada Rencana Penutupan oleh Anies-Sandi

    Kamis, 25 Mei 2017 12:55

    Liputanriau.com, Jakarta - Manajemen Alexis menceritakan dampak yang terjadi pada mereka setelah muncul wacana penutupan Alexis oleh gubernur dan wakil gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan-San

  • Furaya Hotel Pekanbaru Kumpulkan Sekitar 70 Kantong Darah

    Kamis, 04 Mei 2017 14:06

    PEKANBARU- Dengan animo pendonor yang sangat antusias, Furaya Hotel Pekanbaru mampu membukukan sekitar 70 kantong darah. Hasil ini kemudian diserahkan langsung ke pihak PMI sebagai patner dalam kegi

  • Jadi Temuan BPK, Komisi II Akan Bahas Alih Fungsi Pasar Kodim Pekanbaru jadi Hotel

    Kamis, 27 Apr 2017 17:32

    PEKANBARU - Komisi II DPRD Kota Pekanbaru akan melakukan pembahasan terkait alih fungsi Pasar Kodim atau kini berubah nama Pasar The Central dari pasar tradisional menjadi pembangunan hotel dan ma

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.