Sawit Tidak Lagi Menjadi Primadona

Rabu, 20 Sep 2017 15:16
Dibaca: 324 kali
BAGIKAN:
Bupati Siak Syamsuar melakukan tanam cabe perdana di lahan Kelompok Tani Jaya Makmur, Kampung Gabung Makmur, Kerinci.
Liputanriau.com, Kerinci - Bupati Siak Syamsuar melakukan tanam cabe perdana di lahan Kelompok Tani Jaya Makmur, Kampung Gabung Makmur, Kerinci Kanan, Rabu (20/9) pagi. 

Lahan seluas satu hektar tersebut akan ditanami sebanyak 20 ribu batang bibit cabai, yang sebelumnya telah dipersiapkan selama kurang lebih satu bulan. Lahan tersebut sebelumnya ditanami tanaman sayur-sayuran dan holtikultura. 

Direktur CD PT RAPP Marzum menyampaikan, pihaknya memiliki program yang positif. satu kampung satu produk unggulan, seperti di kampung Lalang budidaya madu kelulut. 

Pangkalan Pisang sedang membudidayakan jambu madu dan di Sungai Mandau sedang di tinjau potensi apa yang cocok disana. 

Pihaknya akan memberikan bantuan sesuai permintaan masyarakat. Kemudian CD PT RAPP tidak lagi memberikan bantuan infrastruktur melainkan bantuan pemberdayaan masyarakat. 

Sementara Bupati Siak Syamsuar mengatakan, terkait untuk peningkatan ekonomi masyarakat, ia akan sempatkan untuk hadir. 

"Kami tak ingin masyarakat kami jadi miskin akibat peremajaan sawit. Inilah salah satu solusinya, dengan memanfaatkan lahan untuk menanam sayur-sayuran dan holtikultura", jelas Syamsuar. 

Sampai saat ini kata Syamsuar, masih ada sejumlah kampung yang enggan untuk melakukan peremajaan sawit. Padahal pihak Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sudah mengucurkan bantuan kepada petani sawit.

Dalam kesempatan itu Bupati  mengucapkan terima kasih kepada pihak perusahaan yang telah membantu dan membina para petani di negeri istana. 

"Manfaatkanlah bantuan dari perusahaan ini, jangan sampai nanti tidak terlaksana dengan baik, dan apapun produk unggulan dari setiap kampung pasti kami dukung," ucap Alumni Universitas Riau itu. 

Sementara Camat Kerinci Kanan Lutfi mengharapkan bantuan yang diberikan tidak hanya cabai, ada komoditi baru yang cocok dan berpotensi, yaitu tanaman kencur. Salah satu kampung disini kata Lutfi, sudah mencoba menanam kencur tersebut penampungnya dari perusahsan jamu di Jawa. 

Panjang (46) salah seorang petani yang tergabung di poktan Tani Jaya mengaku setiap tahunnya telah menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Siak dan PT RAPP. 

"Pihak perusahaan telah membantu kami sejak tahun 2003, berupa bantuan bibit, pupuk dan lain-lain. Kalau pemkab Siak rutin setiap tahun ada membantu petani disini," sebutnya. 

Kendala kami disini kata Panjang, adalah masalah air untuk tanaman dan alsintan (traktor). Karena lahan tujuh hektar milik kampung yang kami pinjam pakai ini, kalau menggunakan traktor lebih cepat diolah. 

Pada kesempatan itu di serahkan bibit merica sebanyak 700 batang, untuk tujuh orang kelompok Tani Lada Berkah Kampung Gabung Makmur. 
Editor: Bobby Satia

  BacaJuga
  • Penjelasan Lengkap Mengapa Alexis Ditutup

    Selasa, 31 Okt 2017 13:16

    Liputanriau.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menolak permohonan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) Hotel dan Griya Pijat Alexis. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Te

  • Izin Alexis Disetop, Anies Tak Mau Kompromi soal Prostitusi

    Senin, 30 Okt 2017 19:19

    Liputanriau.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku tidak akan membiarkan praktik prostitusi di Jakarta beroperasi. Jika ada yang melanggar, ia tak segan bertindak tegas tanpa panda

  • Hotel Alexis Merugi Setelah Ada Rencana Penutupan oleh Anies-Sandi

    Kamis, 25 Mei 2017 12:55

    Liputanriau.com, Jakarta - Manajemen Alexis menceritakan dampak yang terjadi pada mereka setelah muncul wacana penutupan Alexis oleh gubernur dan wakil gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan-San

  • Furaya Hotel Pekanbaru Kumpulkan Sekitar 70 Kantong Darah

    Kamis, 04 Mei 2017 14:06

    PEKANBARU- Dengan animo pendonor yang sangat antusias, Furaya Hotel Pekanbaru mampu membukukan sekitar 70 kantong darah. Hasil ini kemudian diserahkan langsung ke pihak PMI sebagai patner dalam kegi

  • Jadi Temuan BPK, Komisi II Akan Bahas Alih Fungsi Pasar Kodim Pekanbaru jadi Hotel

    Kamis, 27 Apr 2017 17:32

    PEKANBARU - Komisi II DPRD Kota Pekanbaru akan melakukan pembahasan terkait alih fungsi Pasar Kodim atau kini berubah nama Pasar The Central dari pasar tradisional menjadi pembangunan hotel dan ma

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.