UED-SP Sungai Buluh, Kuansing Kucurkan Rp6,6 M untuk Modal Usaha

    Kamis, 28 Jan 2016 00:00
    Dibaca: 145 kali
    BAGIKAN:
    Liputanriau-TELUKKUANTAN- Masyarakat Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singingi Hilir, melaksanakan Musyawarah Desa Pertanggungjawaban Tahunan (MDPT) dari Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP), yang dipusatkan di kantor UED-SP Sungai Buluh, Selasa (26/1/16) kemarin.

    UED-SP yang diberi nama Amanah Sejahtera dengan modal awal hanya Rp500 juta ini berkembang pesat. Saat ini, UED-SP ini sudah menggulirkan dana pinjaman kepada masyarakat sebesar Rp6,6 miliar lebih untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

    Sehingga program pemberdayaan desa yang dilaksanakan sejak tahun 2008 silam itu berhasil membantu perekonomian masyarakat di desa tersebut.Tahun ini, MDPT UED-SP banjir hadiah doorprize karena memiliki laba yang cukup banyak.

    Bahkan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kuansing, H Irwandi bersama Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Darusman Ismar dan jajaran turut mengapresiasi berjalan maksimalnya program tersebut.

    "Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintahan desa, pengelola UED-SP dan seluruh lapisan masyarakat Desa Sungai Buluh yang telah mensukseskan program ini, sehingga di awal tahun ini masyarakat bisa menikmati laba," ujar Kepala BPMPKB Kuansing, Irwandi, Selasa (26/1/16) kemarin.

    Kata dia, MDPT UED-SP Amanah Sejahtera di Desa Sungai Buluh ini telah banjir doorprize. Pengelola menyediakan 4 unit sepeda motor jenis Honda Revo khusus bagi penabung di UED-SP ini, kulkas, mesin cuci, kipas angin, kompor gas, mesin memotong rumput, dan hadiah lainnya.

    Irwandi berharap UED-SP ini tetap sejahtera dan tahun mendatang bisa meningkatkan labanya lagi.Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat BPMPKB Kuansing, Darusman Ismar menambahkan, bahwa pihaknya mengingatkan sebanyak 129 desa yang melaksanakan program ini supaya secepatnya melaksanakan MDPT.

    "Silahkan laksanakan MDPT dan kami siap untuk mendampingi," katanya.

    Disadari, mayoritas desa yang melaksanakan program ini banyak yang mengalami persoalan, seperti tunggakan pengembalian pinjaman. Kendati demikian, MDPT harus tetap dilaksanakan guna menyelesaikan persoalan tersebut.

    "Bersama-sama diselesaikan persoalan tersebut, syaratnya harus laksanakan MDPT," desak Darusman.***(rtc)
      komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.