Galeri Foto Paripurna I Tahun 2018 DPRD Pekanbaru

Selasa, 20 Mar 2018 17:32
Dibaca: 1.092 kali
BAGIKAN:
Liputanriau.com,PEKANBARU- Selasa (20/3/2018), Melalui sidang Paripurna I (Pertama) tahun 2018, Anggota DPRD Pekanbaru sampaikan hasil reses. Berbagai persoalan telah diserap dari masyarakat.

Paripurna yang dipimpin oleh Jhon Romi Sinaga didampingi Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru M. nor dan 26 anggota dewan yang hadir sempat molor, namun setelah tamu undangan dan para anggota dewan memenuhi korum Paripuran bisa dibuka dan berjalan lancar.

Dalan laporan reses I pertama tahun 2018 ini, juru bicara Daerah Pemilihan I (satu) Tarmizi Ahmad menyampaikan sedikitnya ada 138 pengaduan atau usualan yang disampaikan oleh masyarakat dari 9 anggota dewan yang turun kelapangan di Dapil I tersebut.


9 Anggota Dewan tersebut seperti, Roni Amriel, Roem Diani Dewi, Darnil, Pangkat Purba, Nofrizal, Fatullah, Eri Pribasuki, Yusrizal dan Tarmizi Ahmad

"138 temuan atau usulan tersebut diperuntukkan dibeberapa dinas terkait, diantaranya Dinas PUPR 84 usulan, Diskes 31, Disdik 8, Dinas Koperasi 3, Dinsos 6, dan Disdukcapil 6 usualan," Ungkap Tarmizi Ahmad.

Untuk itu, Tarmizi berharap agar aspirasi masyarakat ini tidak mubazir diharapkan Pemerintah Kota Pekanbaru bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat, teruatama persoalan banjir yang masih dikeluhkan," Yang paling krusial itu persoalan banjir, jadi tolong diperhatikan dan dicarikan solusi, "


Persoalan pelayanan pengurusan KTP, KK juga dikeluhkan masyarakat Kota Pekanbaru melalui laporan reses anggota Dewan Dapil II yakni yang disampaikan oleh Dapot Sinaga, kemudian disusul Dapil III, Dapil IV dan Dapil V yang mana masyarakat mengeluhkan soal banjir yang tak kunjung teratasi.

"Yang paling sering dikeluhkan itu terkait infrastruktur antisipasi bajir, seperti pembangunan drainase, seperti banjir yang kerap kali terjadi di jalan kelapa Sawit, Kecamatan Bukit Raya, kita minta Pemko tolong perhatikan," Ungkap Hotman Jubir Dapil IV


Tidak hanya itu, Hotman juga menyinggung soal Palayanan kepengurusan KTP yang kurang memuaskan jika dibandingkan dengan kota-kota lain, dimana pemerintah lain sperti di Jambi mau jemput bola dalam kepengurusan KTP, seperti halnya kepengurusan KTP bagi pemula.

"Di kota jambi saja anak-anak SMA mereka sudah dilakukan pendataan dan ketika tamat sekolah dan memenuhi syarat bisa langsung punya KTP, "

Penuntasan persoalan banjir juga disampaikan oleh Jubir Dapil V yakni Desi Susanti.


"Kami sangat berharap pemerintah lebih kosentrasi dalam pembangunan penuntasan soal banjir, pembangunan dan pembenahanan drainase, karena persoalan banjir ini tidak hanya berdampak merugikan ekonomi masyarakat tetapi juga berdampak kepada kesehatan," Ungkap Desi.

Menanggapi banyaknya aspirasi masyarakat terkait persolan banjir yang disampaikan oleh anggota DPRD pekanbaru, Sekko Pekanbaru M. Noer mengaku akan ditindaklanjuti dan dijadikan pembahasan di Musrenbang.

"Dengan adanya aturan mengenai reses sebelum Musrenbang sangat bagus sekali, sehingga apa yang disampaikan oleh kawan-kawan di DPRD bisa dibahas dimusrenbag, memang tidak semua aspirasi yang disampaikan akan terealisasi karena keterbatasan anggaran tetapi setidaknya ini sudah menajdi agenda kita,"Ungkap M Noer.


Terkait Persoalan banjir, M. Nor menilai banjir menjadi persoalan bersama, baik pemerintah Kota, Provinsi dan Nasional. 

"Persoalan banjir beginilah kondisi kota yang kian berkembang, memang kita perlu membuat DID, masterplan secara konprehensif dan ini juga sudah ditegaskan oleh Plt Walikota, namun ini bukan masalah masalah kota saja, karena disetiap wilayah disuatu kota ada unsur jalan nasional, ada jalan provinsi dan jalan Kota ini yang perlu kita koordinasikan," singkatnya. ***(Galeri)
Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.