Plt Walikota Pekanbaru Sampaikan LKPJ APBD 2017 ke Dewan

Senin, 02 Apr 2018 11:21
Dibaca: 1.182 kali
BAGIKAN:
Liputanriau.com,PEKANBARU-Kamis (29/3/2018), Plt Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi mengajukan nota pidato pengantar Ranperda pertanggung jawaban tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2017 pada rapat paripurna DPRD.

Rapat Paripurna ke-3 masa sidang 1 DPRD kota Pekanbaru tahun 2018 ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Sigit Yuwono ST dan dihadiri Forkopimda dan tamu undangan. Sidang yang dibuka tepat pukul 10.00 WIB ini sempat mendapat protes karena tidak dijadwalkan dalam pansus.


Namun rapat paripurna dengan agenda penyampaian LKPj kepaladaerah tahun 2017 tetap dapat dilaksanakan. Pasalnya, rapat tersebut disepakati pimpinan fraksi bersama pimpinan, karena jika menunggu kuorum dari Pansus, maka kegiatan paripurna tersebut tak kunjung terlaksana, mengingat padatnya jadwal reses anggota dewan.

Setelah mendapat keterangan tersebut,  Plt Sekwan Dasrizal dipersilahkan membacakan tata tertib dan berita acara paripurna, kemudian dilanjutkan pada acara inti Plt Wako Pekanbaru Ayat Cahyadi membacakan pidato LKPj.


Ayat Cahyadi mengatakan, kepala daerah mempunyai kewajiban untuk memberikan laporan LKPJ kepada DPRD berdasarkan amanah undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. 

Ditambahkan, LKPj ini menjelaskan arah kebijakan umum pemerintah daerah, pengelolaan keuangan daerah secara makro termasuk pendapatan dan belanja daerah, penyelenggaraan urusan desentralisasi dan tugas pembantuan, serta penyelenggaraan tugas umum pemerintah.


"Alhamdulillah Pemerintah Kota Pekanbaru telah dapat menyelesaikan penyelenggaraan tugas pemerintahan daerah untuk tahun anggaran 2017. Selama kurun waktu tersebut berbagai program maupun kegiatan yang telah disusun dan direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik," terang Ayat.

Gambaran umum ekonomi daerah dalam satu tahun terakhir yakni, pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru tahun 2016 mengalami percepatan dari tahun sebelumnya 5,96 persen. Dibandingkan kabupaten/kota se-Provinsi Riau, Pekanbaru berada di peringkat pertama.


Kemudian lanjut Ayat, pendapatan perkapita penduduk tahun 2016 mencapai 86,78 juta lebih, perbaikan kondisi ekonomi yang terjadi dalam satu tahun terakhir juga telah memberikan pengaruh pada stabilitas harga.

"Pada APBD 2017 Rp2,604 triliun terealisasi sebesar Rp2,052 triliun," terangnya.


Capaian atas penyelenggaraan pemerintahan, lanjtu Ayat lagi, pada tahun 2017 telah dilaksanakan peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan digambarkan oleh indeks pembangunan manusia juga mengalami peningkatan dari 79,32 pada tahun 2015 menjadi 79,69 pada tahun 2016.

"Peran pemerintah sebagai fasilitator dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan telah memberikan pengaruh pada semakin membaiknya partisipasi masyarakat untuk memperoleh pendidikan," urainya.


Ayat juga menjelaskan bahwa pada tahun 2017 merupakan tahun transisi, dimana dirinya bersama Walikota saat itu Firdaus MT menjalani cuti untuk kembali mengikuti Pilkada Pekanbaru kemudian terpilih lagi, kini Ayat menjadi Plt Walikota karena Firdaus MT cuti mengikuti Pilgubri 2018. 

Namun begitu, Tambah Ayat Cahyadi, Ia tetap berharap dan optimis Pekanbaru memeproleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksaan Keuangan Provinsi Riau.


Sigit Yuwono usai menerima LKPj dari Plt Walikota Pekanbaru menjelaskan, bahwa LKPj ini akan ditanggapi oleh para Anggota DPRD Pekanbaru serta saran-saran atas pelaksanaan anggaran tahun 2017 yang telah dilaksanakan pemerintah.

Hadir dalam paripurna ini para Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Anggota Forkompinda, para pejabat Pekanbaru, BNN, dan tamu lainnya.(galeri) 
Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.