• Home
  • Hukrim
  • 19 Juta Batang Rokok dan 6 Ribu Botol Miras Dilenyapkan Bea Cukai

Tanpa Hadirkan Pelaku,

19 Juta Batang Rokok dan 6 Ribu Botol Miras Dilenyapkan Bea Cukai

Oleh: Nobita
Selasa, 26 Sep 2017 12:02
Dibaca: 51 kali
BAGIKAN:
Quinchy
Ribuan botol miras di musnahkan
PEKANBARU - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Riau-Sumbar, melakukan pemusnahan barang bukti hasil sitaan periode Juni 2016 hingga Maret 2107, Selasa (26/9) pagi.

Sehingga barang bukti tersebut cukup banyak dan berbagai merek disita, karena merugikan negara dan moral bangsa.

Itu terlihat setelah ditumpuk di lapangan kantor Satpol PP Provinsi Riau, yang akan dimusnahkan.

Dalam acara pemusnahan ini, Kepala DJBC Riau-Sumbar, Yusmariza mengatakan bahwa pemusnahan barang bukti ada dua jenis, rokok dan minuman keras (miras).

"Untuk rokok seluruhnya ada 19 juta barang dan miras 6 ribu botol," kata Yusmariza

Adapun rokok ilegal ini bermacam merek, seperti Halnya Mild, Luffman, Jes dan sebagainya. 

Begitu juga dengan miras dengan berbagai merek, ada Countreau, Wiski, Jack Donal dan masih banyak lagi merek lainnya.

Yusmariza lebih jauh menjelaskan, peredaran rokok dan miras ilegal merupakan salah satu hal yang terus menerus diawasi oleh Bea dan Cukai.

Tak hanya melakukan pengawasan, berbagai penindakan telah dilakukan di daerah-daerah produksi dan distribusi produk cukai Indonesia.

"Hal ini kita lakukan untuk untuk melindungi masyarakat dari bahaya rokok dan miras ilegal. Dan juga upaya nyata dalam mengamankan hak negara dalam bentuk penerimaan dibidang cukai," terang Yusmariza.

Selama periode tersebut, DJBC telah menindak sebanyak 19 kasus. Semua itu melanggar Undang-Undang nomor 39 tahun 2007 tentang cukai dan telah ditetapkan menjadi barang milik negara untuk selanjutnya dimusnahkan.

Dari 19 kasus yang ditindak, ditemukan berbagai modus pelanggar (pelaku) yang dilakukan atas barang-barang kena cukai tersebut.

"Modus pelanggar didominasi oleh peredaran barang kena cukai tanpa dilekati pita cukai. Selain itu peredaran rokok di kawasan bebas," kata Yusmariza.

Kata dia, beberapa kasus yang ditangani oleh DJBC Riau-Sumbar, berdasarkan kerjasama dengan Polisi Militer, Kepolisian Sektor Bangkinang Barat, Ditpolair dan Polda Riau.

Keseluruhan rokok dan miras ilegal tersebut senilai lebih kurang Rp13,2 miliar. Kemudian potensi kerugian negara mencapai Rp5,7 miliar.

Sementara itu, ketika ditanya berapa orang pelaku yang berhasil diamankan pada kasus peredaran rokok dan miras ilegal ini, Yusmariza mengaku tidak ditemukan adanya pelanggar.

"Sama-sama kita ketahui, modus peredaran rokok dan miras ilegal sel terputus, sehingga itulah yang menjadi kesulitan bagi kita," jawabnya.

Pemusnahan barang bukti rokok dan miras ilegal dihadiri oleh beberapa instansi terkait. Pemusnahan jutaan batang rokok dibakar dan miras dihancurkan dengan alat berat.(ben)
Editor: Quinchy

Sumber: Bea cukai

  BacaJuga
  • Pukul Pramugari, Suami Istri Diturunkan dari Pesawat

    Senin, 04 Sep 2017 16:48

    Liputanriau.com, Medan - Sepasang suami istri diturunkan dari pesawat Citilink dan batal terbang menggunakan maskapai tersebut, Senin (4/9). Mereka terlibat cekcok dan diduga memukul seorang pramugari

  • Polisi Korban Pemukulan Serda WS Dapat Penghargaan

    Sabtu, 12 Agu 2017 12:39

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Kepolisian Resor Kota Pekanbaru memberikan penghargaan kepada Bripda Yoga Vernando atas kesabarannya menghadapi masalah dalam bertugas. Yoga merupakan polisi lalu lintas k

  • Sosok Oknum TNI yang Memukul dan Memaki Polantas di Pekanbaru

    Jumat, 11 Agu 2017 13:18

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Terungkap sosok oknum anggota TNI Angkatan Darat (AD) yang menghajar polisi lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, depan Ramayana, Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis (10/8/2

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.