• Home
  • Hukrim
  • 4 Penumpang 'Speedboat' Tewas Ditelan Gelombang Bono

4 Penumpang 'Speedboat' Tewas Ditelan Gelombang Bono

Rabu, 30 Nov 2016 18:18
Dibaca: 308 kali
BAGIKAN:
Dua jasad korban penumpang speedboat yang berhasil ditemukan
Liputanriau.com-PELALAWAN-Speed Boat Penumpang Gertiga Express milik H Galah, tenggelam setelah dihantam gelombang Bono ‡di perairan Sungai Kampar Tanjung Bebayang kecamatan Teluk Meranti kabupaten Pelalawan Riau, Rabu (30/11/2016) sekitar pukul 12.00 Wib.‡ Dua penumpang ditemukan meninggal dunia, dan dua lainnya masih dicari termasuk seorang bayi.

Speed tersebut dinakhodai H Sayuti (50) warga Tanjung Batu kecamatan Kundur kabupaten Karimun propinsi Kepulauan Riau. ‡Dengan ditemani dua Anak Buah Kapal (ABK) Rifai (41) dan Dalek (31) yang juga warga Karimun, Kepulauan Riau. 

"Speed Boat tersebut berlayar dengan rute Tanjung  Batu kabupaten Karimun KepulauanRiau menuju Dermaga Jembatan Sei Nilo Kabupaten Pelalawan," ‡ujar Kapolres Pelalawan AKBP Ari Wibowo SIk.

Dijelaskan Ari, pada ‡pukul 11.30 Wib Speed Boat tersebut melintasi perairan sungai Kampar antara Sei Turip dengan Tanjung Baubau. Ketika itu, tiba-tiba gelombang Bono muncul berdekatan dengan Speed Boat tersebut. 

"Lalu Sayuti selaku captain (Nakhoda) Speed boat mencoba mengikuti arah arus gelombang. Dengan keputusan yang tidak tepat, Sayuti mempercepat laju Speed boat dengan tujuan untuk menerobos gelombang Bono itu," kata Ari.

Karena Gelombang cukup deras dan tinggi, Speed boat tersebut mengalami ketidakstabilan sehingga terbalik lalu tenggeam bersama para penumpangnya. 

Masyarakat tempatan dan nelayan yang mengetahui kejadian itu  melapor ke Polsek Teluk Meranti dan selanjutnya polisi melakukan pertolongan dan evakuasi terhadap Speed boat dan penumpang. 

"Hingga saat ini polsek Teluk Meranti berhasil melakukan evakuasi penumpang sebanyak 22 orang termasuk Captain Speed atau nakhoda dan Anak Buah Kapal. Dua korban meninggal dunia telah ditemukan, sedangkan dua korban yang hilang masih kita cari," jelas Ari.

Penumpang yang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia yakni M Syairozi (32) warga kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara, dan Julianto (31) warga Seberida kabupaten Indragiri Hulu Riau.

Sementara itu, penumpang yang belum ditemukan yakni Nur (34) warga Dusun Sebekek desa Pulau Muda kecamatan Teluk Meranti, dan seorang Bayi inisial AF berusia 11 bulan anak dari I Hasanah yang selamat, domisili di kabupaten Pelalawan.***

Laporan: Fajar Prasetya



  BacaJuga
  • Pukul Pramugari, Suami Istri Diturunkan dari Pesawat

    Senin, 04 Sep 2017 16:48

    Liputanriau.com, Medan - Sepasang suami istri diturunkan dari pesawat Citilink dan batal terbang menggunakan maskapai tersebut, Senin (4/9). Mereka terlibat cekcok dan diduga memukul seorang pramugari

  • Polisi Korban Pemukulan Serda WS Dapat Penghargaan

    Sabtu, 12 Agu 2017 12:39

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Kepolisian Resor Kota Pekanbaru memberikan penghargaan kepada Bripda Yoga Vernando atas kesabarannya menghadapi masalah dalam bertugas. Yoga merupakan polisi lalu lintas k

  • Sosok Oknum TNI yang Memukul dan Memaki Polantas di Pekanbaru

    Jumat, 11 Agu 2017 13:18

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Terungkap sosok oknum anggota TNI Angkatan Darat (AD) yang menghajar polisi lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, depan Ramayana, Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis (10/8/2

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.