54 Terpidana Korupsi Riau Masih Buron

Jumat, 27 Apr 2018 10:16
Dibaca: 104 kali
BAGIKAN:
Ilustrasi korupsi
Liputanriau.com, Pekanbaru - Kejaksaan Tinggi Riau menyatakan tengah memburu 54 terpidana korupsi yang hingga kini masih belum dieksekusi oleh jajaran Adhiyaksa tersebut meski dinyatakan inkracht atau berkekuatan hukum tetap melakukan tindak pidana.

"Hingga saat ini terdapat 54 terpidana korupsi di Riau yang masih kita buru untuk eksekusi," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau Muspidauan di Pekanbaru, Jumat.

Ia mengatakan para terpidana yang hingga kini masih menghirup udara bebas tersebut mayoritas telah melarikan diri sejak proses penyelidikan hingga persidangan. Sementara jalannya sidang dilakukan secara in absentia atau tanpa dihadiri terdakwa hingga putusan tetap.

Ia melanjutkan bahwa masing-masing Kejaksaan di Riau mempunyai tanggungan tugas untuk segera mengeksekusi para terpidana tersebut. Dirincikannya, Kejari Pekanbaru merupakan korps Adhyaksa yang memiliki tunggakan terpidana terbanyak dengan 20 orang.

Selanjutnya, Kejari Rokan Hulu 8 orang terpidana, Kejari Pelalawan 5 terpidana, Kejari Dumai 4 terpidana dan Kejari Indragiri Hilir 4 terpidana.

"Kejari Rokan Hilir, Kejari Kuantan Singingi, Kejari Bengkalis masing-masing 3 orang terpidana," ujarnya.

Sementara itu Kejari Siak 2 terpidana, dan Kejari Indragiri Hulu serta Kejari Kepulauan Meranti masing-masing 1 orang terpidana.

"Satu Kejari tidak ada buronan korupsi, yakni Kejari Kampar," tuturnya.

Lebih jauh, Mantan Kasi Datun Kejari Pekanbaru ini mengatakan, untuk menangkap para koruptor itu, tiap Kejari berkoordinasi dengan Kejati Riau. "Kita gunakan agen-agen yang ada di seluruh jajaran," tambah Muspidauan.

Selain itu, Kejati juga meminta bantuan Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksan Agung. "Data-datanya (terpidana koruptor) sudah kita kirim ke sana," ucap Muspidauan.

Agar para terpidana dapat menjalankan hukuman sesuai putusan Mahkamah Agung, Kejati Riau meminta kerja sama dari masyarakat. Sejauh ini pencarian masih dilakukan di wilayah-wilayah yang diduga jadi tempat persembunyian koruptor tersebut.

"Kita imbau, pihak-pihak tertentu memberitahukan keberadaan terpidana. Kepada terpidana sendiri, kita harapkan menyerahkan diri," urainya.
Editor: Bobby Satia

Sumber: Antara

  BacaJuga
  • Polisi Ciduk Dosen USU Yang Sebut Kasus Teror "Skenario"

    Minggu, 20 Mei 2018 15:26

    Liputanriau.com, Medan - Personel Cyrbercrime Polda Sumut menangkap seorang dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Himma Dewiyana Lubis karena status facebook. Himma menulis kasus serangan teroris di

  • Merasa Tak Bersalah Bos Saracen Ajukan Banding

    Minggu, 08 Apr 2018 15:32

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Kuasa hukum Jasriadi, Abdullah Alkatiri, menjelaskan alasan pihaknya mengajukan banding atas vonis 10 bulan penjara yang dijatuhkan hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru a

  • Bos Saracen Jasriadi Penjara 10 Bulan

    Jumat, 06 Apr 2018 15:32

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru memvonis bos Saracen Jasriadi dengan hukuman 10 bulan penjara atas tuduhan akses ilegal ke akun facebook seseorang. Jasriadi

  • Polisi Tangkap Pembuat Hoaks Jokowi, Mega hingga Prabowo

    Kamis, 08 Mar 2018 17:01

    Liputanriau.com, Jakarta - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri meringkus seorang pria berinisial KB (30) di Cakung, Jakarta Timur, Rabu (7/3/2018) tengah malam. Pria kurus berambut

  • Polisi Kembali Tangkap Admin Muslim Cyber Army di Sumut

    Senin, 05 Mar 2018 14:44

    Liputanriau.com, Jakarta - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap Bobby Gustiono, Minggu (4/3/2018), atas dugaan menyebarkan ujaran kebencian dan konten hoaks.Menurut polisi

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.