• Home
  • Hukrim
  • Adu Kambing dengan Bus, Seorang Warga Duri Meninggal Dunia, 1 Kritis

Adu Kambing dengan Bus, Seorang Warga Duri Meninggal Dunia, 1 Kritis

Oleh: Riki
Minggu, 05 Mar 2017 17:26
Dibaca: 242 kali
BAGIKAN:
Ilustrasi
LIPUTANRIAU.COM, DURI - Akibat lalai dalam mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya, menyebabkan korban jiwa. Kali ini kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Sudirman, tepat di depan Gate DSF 125 Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis, Ahad Subuh (5/3/2017) sekira pukul 04.15 WIB. Dua warga Duri yang hendak pergi memancing ke arah Simpang Puncak, Desa Boncah Mahang, ditabrak bus yang datang dari arah Kota Dumai.

Akibatnya, seorang pemancing meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP), sementara 1 lainnya menderita Luka Berat (LB).

Dua pengendara yang menjadi korban kecelakaan itu masing Reflizon (43) warga Jalan Sudirman, Gang Abadi RT 17, RW 05 yang mengalami luka di bagian kepala dan Meninggal Dunia (MD) di TKP, kemudian Bakri, warga Jalan Desa Harapan Gang Mawar, Kelurahan Balik Alam, mengalami Luka Berat (LB).

Kasat Lantas Polres Bengkalis, AKP Rachmad C Yusuf saat dikonfirirmasi menjelaskan, kecelakaan itu melibatkan sepeda motor Honda Beat berplat nomor polisi (Nopol) BM 2065 DG yang dikendarai oleh Reflizon berboncengan dengan Bakri bertabrakan dengan Mobil Bus Mercy Samosir Pribumi berplat Nopol BK 7146 LD yang dikemudikan Siahaan (dalam lidik atau tidak ditemukan di TKP).

Semula, sepeda motor Honda Beat BM 2065 DG yang dikendarai Refrizon berboncengan dengan Bakri datang dari arah Simpang Geroga Duri menuju arah Kulim dengan kecepatan tinggi. Sesampainya TKP, Jalan Sudirman depan Dealer Daihatsu dekat Gate 125, sepeda motor Honda Beat bergerak ke kanan mendahului kendaraan yang berada di depanya. Pada saat bersamaan, datang dari arah berlawanan satu unit mobil bus Samosir Pribumi BK 7146 LD yang dikemudikan dalam lidik. Karena jarak sudah sangat dekat sehingga terjadi tabrakan.

Akibat tabrakan itu, pengendara Honda Beat BM 2065 DG Reflizon mengalami Luka-luka dan MD di TKP. Sedangkan Bakri mengalami LB serta kendaraan yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan.

"Penyebab kecrlskaan karena lalai dan kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor. Pada saat mengendara dengan kecepatan tinggi dan berjalan ke kanan, tidak memperhatikan kendaraan lain yang datang dari arah berlawanan. Kondisinya jalan lurus dan cuaca gelap karena subuh pagi hari," jelas AKP Rachmad.

Sementara itu saksi mata, Didin yang melihat kejadian itu mengatakan kedua korban mengalami luka yang cukup mengenaskan. Korban Reflizon yang memakai baju kerja merek SPA mengalami luka di bagian kepala. Darah segar mengucur memenuhi kepala dan aspal, sementara joran pancing berada di kepala korban.

Korban Bakri yang berada di bawah kolong bus juga mengalami luka di bagian kepala. Semula banyak yang menduga korban meninggal dunia, tapi ternyata Luka Berat. "Mereka hendak pergi memancing ke arah Simpang Puncak," pungkasnya. ***(rtc)
Editor: Riki

Sumber: Riauterkini.com

  BacaJuga
  • Ahli Bahasa Sebut 'Dibohongi' Tidak Penting, Begini Reaksi Jaksa

    Rabu, 29 Mar 2017 19:05

    Liputanriau-JAKARTA-Jaksa penuntut umum mempermasalahkah keterangan ahli bahasa dari Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, Bambang Kaswanti Purwo, yang menyatakan kata 'dibohongi' saat Basu

  • PPP Putuskan Dukung Ahok-Djarot karena Alasan Politis

    Rabu, 29 Mar 2017 05:09

    Liputanriau-JAKARTA-Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Syaifullah Tamliha menegaskan partainya sudah bulat memberikan dukungan kepada pasangan calon (paslon) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tj

  • DPRD Riau: Aksi Sonny Menistakan Agama Lebih Parah dari Ahok

    Jumat, 24 Mar 2017 17:20

    LIPUTANRIAU.COM, PEKANBARU - Diringkusnya pelaku penistaan agama Sonny Suasono Pangabean yang merupakan warga Pandau kecamatan Siakhulu Kampar, oleh Polda Riau, menumbuhkan harapan kepada aparat untuk

  • Ahli Bahasa Tim Ahok Beda Pendapat dengan Saksi JPU Terkait Kata 'Pakai'

    Selasa, 21 Mar 2017 15:01

    Liputanriau-JAKARTA-Saksi ahli bahasa dari tim kuasa hukum Ahok, Rahayu Surtiati berbeda pendapat dengan saksi ahli bahasa yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan sebelumnya. Rahayu b

  • Sidang Ahok, Kuasa Hukum Minta Pemeriksaan Ahli Sampai 18 April

    Selasa, 21 Mar 2017 14:56

    Liputanriau-JAKARTA-Tim kuasa hukum terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memohon kepada majelis hakim agar sidang pemeriksaan saksi ahli digelar sampai 18 April 2017."

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.