• Home
  • Hukrim
  • BEM UR Kembali Bentangkan Spanduk di Pengadilan

Tuntut Cabut SP3 Perusahan Pembakar Lahan Riau

BEM UR Kembali Bentangkan Spanduk di Pengadilan

Selasa, 22 Nov 2016 17:52
Dibaca: 375 kali
BAGIKAN:
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau kembali melakukan aksi pengawalan terhadap sidang praperadilan SP 3 terhadap PT SRL

Liputanriau.com-PEKANBARU-Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau kembali melakukan aksi pengawalan terhadap sidang praperadilan SP 3 terhadap PT. Sumatra Riang Lesatari ( SRL ) di pengadilan Negeri Pekanbaru. Sidang kali ini adalah pembacaan keputusan oleh Hakim. Sidang di mulai dari Pukul 10.00-11.30 WIB. Aksi yang dilakukan oleh BEM Unri kembali membentang Spanduk didalam ruang sidang dengan menggunakan masker dengan maksud aksi agar Hakim bijak dan memperhatikan kepentingan rakyat Riau bahwa SP 3 terhadap koporasi pembakar hutan lahan telah melukai 6 juta Rakya Riau. Selama ini masyarakat merasa bahwa yang menjadi dalang utama pembakar hutan dan lahan adalah mereka, namun sebenarnya adalah koporasilah yang menjadi dalang utama yang tak tersentuh oleh Hukum selama ini.Aksi yang dilakukan oleh BEM Unri di ikuti oleh 5 orang yang terdiri dari Wakil Presiden, Menteri Sosial dan politik, menteri hukum dan Advokasi serta 2 orang staf di pengurusan BEM Unri

Putusan dari Hakim dalam persidangan ini akhirnya dimenangkan oleh pihak tergugat, dan SP 3 dinyatakan sah.  Tentu sontak membuat ruangan persidangan heboh, membuat reaksi mahasiswa kecewa sambil berteriak menyatakan bahwa hakim tidak pro terhadap rakyat, dan seolah olah menuduh bahwa pembakar hutan dan lahan yang menyebabkan asap berkepanjangan serta telah menelan korban jiwa pada tahun 2015. Ujar Aditya selaku Menteri sosial dan Politik.

Sementara itu Bayu kumbara selaku wakil Presiden Mahasiswa menyampaikan bahwa keputusan ini tidak pro rakyat. Dan tentu nya masyarakat kecewa begitu juga mahasiswa yang selama ini terus mengawal persoalan kebakaran hutan dan lahan. Ujarnya

Persidangan sepat panas dengan diamankannya salah seorang mahasiswa yang dianggap mengganggu jalannya persidangan tersebut. Dan mahasiswa dipaksa keluar dari ruang pengadilan. Sementara itu Menteri Hukum dan Advokasi menyebut Sudah jelas bahwa hukum kita tajam ke bawah tumpul keatas. Seharusnya Hukum mengedepankan keadilan. Dimana letak keadilan jika pembakar hutan dan lahan diberi kebebasan melalui SP 3 ini.

Sementara Mahasiswa tetap melakukan aksinya di luar ruang pengadilan dengan kembali membentangkan spanduk protes dan SP 3 harus di cabut. Mahasiswa berencana akan menggelar aksi terhadap putusan ini. Kita akan evaluasi dan kaji putusan ini, dalam waktu dekat kita akan menggelar aksi. Ujar aditnya. Aksi diakhiri dengan damai dan mahasiswa kembali pulang dengan tertib. 

  komentar Pembaca
Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.