• Home
  • Hukrim
  • Bea Cukai Wilayah Riau dan Sumbar Musnahkan 19 Juta Batang Rokok dan 6000 Botol Miras

Bea Cukai Wilayah Riau dan Sumbar Musnahkan 19 Juta Batang Rokok dan 6000 Botol Miras

Oleh: Ben
Selasa, 26 Sep 2017 09:59
Dibaca: 242 kali
BAGIKAN:
Quinchy
Pemusnahan 19 ribu batang rokok dan 6000 botol miras
Liputanriau.com, PEKANBARU - Peredaran rokok dan minuman keras ilegal merupakan salah satu hai yang secara terus-menerus diawasi oleh Bea Cukai. Tak hanya melakukan pengawasan, berbagai penindakan telah dilakukan di daerah-daerah produksl dan distribusi produk cukai di Indonesia. 

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk melindungi masyarakat dari bahaya rokok dan minuman keras ilegal, serie merupakan upaya nyata dalam mengamankan hak negara dalam bentuk penerimaan di bidang cukai. 

lkut ambil bagian dalam komitmen memberantas rokok dan minuman keras illegal. Bea Cukai Wilayah Riau dan Sumatera Barat telah secara gencar melakukan berbagai penindakan dari tahun 2016 hingga 2017. Terbukti, dalam periode tersebut telah melakukan penindakan terhadap 19 kasus. Dari kasus-kasus tersebut, Bea Cukai Wilayah Riau dan Sumatera Barat berhasil mengamankan 19.259.378 batang rokok yang dikemas ke dalam 1.748 karton berbagai merek dan jenls dan 2.880,48 liter minuman keras yang terdiri dari 6.132 botol.

Dalam konferensi pers dan acara pemusnahan yang diadakan pada Selasa (26/09), Kepala Kantor Bea Cukai Wilayah Riau dan Sumatera Barat, Yusmariza mengungkapkan bahwa barang-barang yang disita oleh Bea Cukai Riau den Sumatera Barat terbukti telah melanggar aturan dan akan dimusnahkan. Rokok dan minuman keras tersebut telah melanggar ketentuan Undang-Udang No.39 Tahun 2007 tentang Cukai dan telah ditetapkan menjadi barang milik negara untuk selanjutnya dimusnahkan, ujarnya. 

Yusmariza menambahkan dari 19 penindakan yang telah diiakukan, ditemukan beragam modus pelanggaran yang dilakukan atas barang-barang kena cukai tersebut. Modus pelanggaran yang berhasil ditemukan petugas didominasi oleh peredaran barang kena cukai tanpa dilekati pita cukai. Selain itu, ada juga peredaran rokok khusus kawasan bebas. Beberapa kasus yang berhasil ditangani oleh Bea Cukai mempakan hasil kerja sama dari instansi lain di antaranya Polisi Militer, Kepolisian Sektor Bangkinang Barat, dan Ditpolair Polda Riau, ungkap Yusmariza. 

Keseluruhan rokok dan minuman keras ilegal tersebut nilainya ditaksir mencapai lebih dari Rp132 miliar dengan potensi kerugian negara secara materiil mencapai Rp5,7 miliar. Selain rokok dan minuman keras illegal yang dimusnahkan pada kesempatan tersebut Bea Cukai juga telah menyita sekltar 3 juta batang rokok den 11 ribu liter minuman keras illegal dar'i 18 penindakan yang seat ini sedang dalam proses penelitian. 

Yusmariza mengungkapkan bahwa dirinya juga berharap kerja same dan peran aktif dari media secara kontinyu menyampaikan informasi kepada masyarakat akan barang-barang kena cukai yang tidak sesuai ketentuan. Karol mengharapkan kerja sama dari seluruh pihak khususnya media dan masyarakat agar dapat waspada terhadap barang-barang kena cukai yang diindikasikan tidak sesuai ketentuan. Biasanya dapat diidentifikasi dari pelekatan pita cukainya. Ada yang polos tidak dilekati pita cukai, dilekati pita cukai bekas, dilekati pita cukai palsu yang bukan resmi dari pemerintah, serta dilekati pita cukai yang salah peruntukan, pungkas Yusmariza. ***(ben) 
Editor: Quinchy

Sumber: Bea cukai

  komentar Pembaca
Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.