• Home
  • Hukrim
  • DPRD Sayangkan Prostitusi Online Berkembang di Kota Pekanbaru

DPRD Sayangkan Prostitusi Online Berkembang di Kota Pekanbaru

Senin, 13 Mar 2017 14:40
Dibaca: 18 kali
BAGIKAN:
LIPUTANRIAU.COM, PEKANBARU - Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Jhon Romi Sinaga, mengapresiasi atas kerja keras Polda Riau dalam membongkar bisnis prostitusi online di Pekanbaru.

"Kita sangat mendukung aparat kepolisian dalam mengungkap kasus-kasus seperti ini, karena kita melihat sangat meresahkan dan merusakkan kota Pekanbaru," ungkap Jhon Romi Sinaga, Senin (13/3/2017).

Bahkan Politisi PDI Perjuangan ini meminta pihak kepolisian bisa bertindak tegas dan memberi hukuman yang setimpal kepada pelaku prostitusi online yang telah meresahkan masyarakat ini.

"Kalau bisa kepada pengguna jasa dan pelaku prostitusi online seperti ini kalau ditangkap dihukum seberat mungkin karena ini meresahkan, cari uang yang halal dong, banyak cara lain," sebutnya.

Sementara, lanjut Romi, terkait adanya Ranperda inisiatif DPRD Kota Pekanbaru tentang perlindungan anak dan perempuan, bisa digesa dan harus diproritaskan untuk mengantisipasi semakin maraknya prostitusi online tersebut yang cenderung memperjualbelikan wanita yang masih belia.

"Kalau bisa dalam tahun ini diselesaikan Ranperda inisiatif ini, selain itu kita berharap pemerintah Kota Pekanbaru juga bisa memprioritaskan, sehingga cepat terealisasi ada acuan aturan yang bisa kita terapkan, seperti kasus prostitusi online ini," tegasnya.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Riau membongkar bisnis prostitusi online di Pekanbaru. Tiga mucikari dan tiga Anak Baru Gede (ABG) yang akan melayani pelanggan hidung belang diamankan petugas.

Penggerebekan dilakukan tim Sub Direktorat III Reskrimum Polda di salah satu kamar hotel berbintang di Pekanbaru pada Jumat (10/3/2017) malam. Rata-rata ABG yang diamankan masih berusia 16 tahun.

Mucikari yang diamankan adalah dua pria dan satu wanita muda. Mucikari dan tiga ABG tersebut dibawa ke Mapolda Riau untuk dimintai keterangan. Salah satu mucikari, masih berstatus mahasiswa.

Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Surawan, melalui Kepala Sub Direktorat III AKBP Fibri Karpiananto mengatakan, ABG perempuan itu ditawarkan ke pemesan melalui aplikasi chatting. "Di sana diberi foto dan tarifnya," kata Fibri.

Bisnis ilegal tersebut terbongkar setelah petugas melakukan penyelidikan dan pengintaian.  Para mucikari ini bisa dibilang sangat berhati-hati dan selektif memilih pelanggannya.

Seorang mucikari berinisial DR (23) mengaku mematok harga sekitar Rp800 hingga Rp1,1 juta hanya untuk kencan singkat.  Harga ini tergantung fisik dan penampilan Pekerja Seks Komersil (PSK) yang ditawarkan.

Semakin belia si PSK, maka harganya semakin tinggi. Biaya itu tidak termasuk tempat kencan, di mana harus disediakan sendiri oleh pelanggan. DR dan dua orang terduga mucikari itu yang nanti mengantarkan langsung PSK-nya ke hotel. "Kasus ini masih kita kembangkan," pungkas Fibri.
  BacaJuga
  • Pria di Inhil Ini Dibacok Teman Akrab dengan Parang, Begini Kronologisnya..

    Senin, 20 Mar 2017 15:22

    TEMBILAHAN, datariau.com - Telah terjadi tindak pidana penganiayaan berat dengan memakai senjata tajam diduga jenis parang di Jalan Pangeran Hidayat depan RSUD Puri Husada Tembilahan, Kelurahan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.