• Home
  • Hukrim
  • Datangi Tempat Karaoke Koro-koro Pekanbaru, FPI Temukan Beberapa Mahasiswa Asik Bernyanyi Hingga Larut Malam

Datangi Tempat Karaoke Koro-koro Pekanbaru, FPI Temukan Beberapa Mahasiswa Asik Bernyanyi Hingga Larut Malam

Senin, 20 Mar 2017 17:01
Dibaca: 22 kali
BAGIKAN:

PEKANBARU - Ikut mengawasi berjalannya Peraturan Daerah Kota Pekanbaru nomor 3 tahun 2002 tentang jam operasional tempat hiburan malam, Form Pembela Islam Provinsi Riau turun melakukan pemantauan ke sejumlah tempat hiburan malam di Pekanbaru, termasuk Karaoke Koro-koro Jalan HR Soebrantas Panam yang dilaporkan meresahkan masyarakat sekitar.

Dari kunjungan mendadak yang dilakukan oleh FPI pada Ahad (19/3/2017) dini hari didapatkan 40-50 persen pengunjung adalah mahasiswa. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua FPI Riau Ade Hasibuan SH.

"Monitoring yang kita lakukan ini atas banyaknya pengaduan dari masyarakat terkait tempat hiburan malam yang melampaui jam opersional, alhasil saat kita mengungjungi Karaoke Koro-koro pukul 01.00 wib dini hari tadi mereka masih buka, masih menerima pengunjung, padahalkan sesuai Perda hanya sampai pukul 23.00 wib," ungkap Ade Hasibuan, Ahad (19/3/2017).

Dari Monitoring tersebut, lanjut Hasibuan, pihaknya menemukan mayoritas pengunjung adalah dari kalangan mahasiswa yakni berkisaran 40-50 persen, bahkan yang mirisnya lagi wanita berjilbab juga terlihat, ini tentu juga jadi perhatian mereka untuk sama-sama menghimbau, meminta agar generasi muda menghindari hal-hal yang merugikan diri sendiri.



Sementara saat ditanya apakah dalam kunjungan tersebut FPI juga mempertanyakan soal izin karaoke tersebut, Hasibuan mengatakan pihak pengelola tidak ada di tempat dan hanya ada perwakilan yang tidak terlalu berkompeten. "Kita juga menilai ada yang ditutup-tutupi mereka," tegasnya.

FPI Riau juga meminta Pemko dalam hal ini Satpol PP Pekanbaru sebagai penegak Perda harus bersikap tegas, terutama dalam menindak tempat hiburan malam yang selama ini meresahkan masyarakat, mulai dari jam operasinal hingga menindak tempat hiburan yang terindikasi jadi tempat transaksi narkoba, prostitusi, perjudian dan sebagainya.

"Harus ditindak tegas, baik secara adminitrasi sampai pencabutan izin, kan di dalam Perda sudah diatur, apalagi dari beberapa kali operasi BNN di Karaoke Koro-koro ini terindikasi pengunjungnya positif menggunakan narkoba," tegasnya.

Sebenarya menurut Ade Hasibuan lagi, persoalan ini tidak sulit bagi Pemko Pekanbaru untuk bertindak, hanya tinggal komitmen dan keseriusan pemerintah saja.

"Ini masukan juga buat Pemko, bagaimana mungkin Kota Pekanbaru dengan cita-cita Madani akan tercapai kalau yang begini saja tidak mampu mengatasinya, sebenarnya tidak sulit, kalau memang melanggar Perda baik itu jam operasional ya sudah cabut saja izinya, apa yang perlu dikhawatirkan, dan jangan sampai masyarakat menilai ada main mata oknum-oknum pemerintah itu sendiri," tegasnya.

Untuk itu, Ade Hasibuan berharap persoalan seperti Karaoke Koro-koro dan tempat hiburan lainnya jadi perhatian serius oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, dan pihaknya di FPI juga akan terus memantau.

"Kita harap Pemko bisa menegakkan perda yang sudah dibuat ini, tidak hanya di karaoke koro-koro, tetapi tempat hiburan lainnya  juga diperhatikan, dan tentunya kita akan ikut mengawasi," pungkasnya.

  BacaJuga
  • Ketahuan Curi 2 Tandan Buah Sawit PT LTS, Seorang Ibu di Rohil Ditahan Polisi

    Selasa, 28 Mar 2017 10:25

    LIPUTANRIAU.COM, TANJUNGMEDAN - Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) inisial R (48) ditangkap polisi karena kedapatan mencuri buah sawit milik PT LTS di Divisi II Kepenghuluan Pondok Kresek Kecamatan Ta

  • Seorang Remaja di Inhil Nekat Menyelinap Masuk Kos Wanita

    Jumat, 24 Mar 2017 16:14

    LIPUTANRIAU.COM, TEMBILAHAN - Seorang remaja berinisial De (18) warga Jalan Prof M Yamin, Parit 15 Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan Inhil hampir saja jadi bulan-bulanan amukan massa. Pasalnya, p

  • Polsek Peranap Inhu Serahkan 50 Helm Kepada Masyarakat

    Senin, 20 Mar 2017 15:24

    RENGAT - Dalam rangka Operasi Simpatik 2017 yang dilaksanakan di seluruh Indonesia, Polsek Peranap menyerahkan sebanyak 50 helm kepada masyarakat Kecamatan Peranap Kabupaten Inhu, di halaman Map

  • Gawat, Seorang Cucu di Dumai Nekat Jual Isi Rumah Neneknya untuk Beli Narkoba

    Sabtu, 11 Mar 2017 10:32

    LIPUTANRIAU.COM, DUMAI - Diberikan kepercayaan untuk menjaga rumah malah tidak amanah. Itulah yang dilakukan seorang cucu terhadap neneknya yang sedang sakit keras.Seorang wanita tua bernama Darmaniar

  • Polsek Tambang Kampar Amankan Pelaku Penggelapan Sepeda Motor

    Kamis, 27 Okt 2016 17:45

    Liputanriau.com-KAMPAR-Kerjasama dua Polsek Jajaran Polres Kampar yaitu Polsek Tambang dan Polsek Tapung berhasil menangkap tiga tersangka yang terlibat kasus penggelapan sepeda motor serta penadah ba

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.