• Home
  • Hukrim
  • Datangi Tempat Karaoke Koro-koro Pekanbaru, FPI Temukan Beberapa Mahasiswa Asik Bernyanyi Hingga Larut Malam

Datangi Tempat Karaoke Koro-koro Pekanbaru, FPI Temukan Beberapa Mahasiswa Asik Bernyanyi Hingga Larut Malam

Senin, 20 Mar 2017 17:01
Dibaca: 59 kali
BAGIKAN:

PEKANBARU - Ikut mengawasi berjalannya Peraturan Daerah Kota Pekanbaru nomor 3 tahun 2002 tentang jam operasional tempat hiburan malam, Form Pembela Islam Provinsi Riau turun melakukan pemantauan ke sejumlah tempat hiburan malam di Pekanbaru, termasuk Karaoke Koro-koro Jalan HR Soebrantas Panam yang dilaporkan meresahkan masyarakat sekitar.

Dari kunjungan mendadak yang dilakukan oleh FPI pada Ahad (19/3/2017) dini hari didapatkan 40-50 persen pengunjung adalah mahasiswa. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua FPI Riau Ade Hasibuan SH.

"Monitoring yang kita lakukan ini atas banyaknya pengaduan dari masyarakat terkait tempat hiburan malam yang melampaui jam opersional, alhasil saat kita mengungjungi Karaoke Koro-koro pukul 01.00 wib dini hari tadi mereka masih buka, masih menerima pengunjung, padahalkan sesuai Perda hanya sampai pukul 23.00 wib," ungkap Ade Hasibuan, Ahad (19/3/2017).

Dari Monitoring tersebut, lanjut Hasibuan, pihaknya menemukan mayoritas pengunjung adalah dari kalangan mahasiswa yakni berkisaran 40-50 persen, bahkan yang mirisnya lagi wanita berjilbab juga terlihat, ini tentu juga jadi perhatian mereka untuk sama-sama menghimbau, meminta agar generasi muda menghindari hal-hal yang merugikan diri sendiri.



Sementara saat ditanya apakah dalam kunjungan tersebut FPI juga mempertanyakan soal izin karaoke tersebut, Hasibuan mengatakan pihak pengelola tidak ada di tempat dan hanya ada perwakilan yang tidak terlalu berkompeten. "Kita juga menilai ada yang ditutup-tutupi mereka," tegasnya.

FPI Riau juga meminta Pemko dalam hal ini Satpol PP Pekanbaru sebagai penegak Perda harus bersikap tegas, terutama dalam menindak tempat hiburan malam yang selama ini meresahkan masyarakat, mulai dari jam operasinal hingga menindak tempat hiburan yang terindikasi jadi tempat transaksi narkoba, prostitusi, perjudian dan sebagainya.

"Harus ditindak tegas, baik secara adminitrasi sampai pencabutan izin, kan di dalam Perda sudah diatur, apalagi dari beberapa kali operasi BNN di Karaoke Koro-koro ini terindikasi pengunjungnya positif menggunakan narkoba," tegasnya.

Sebenarya menurut Ade Hasibuan lagi, persoalan ini tidak sulit bagi Pemko Pekanbaru untuk bertindak, hanya tinggal komitmen dan keseriusan pemerintah saja.

"Ini masukan juga buat Pemko, bagaimana mungkin Kota Pekanbaru dengan cita-cita Madani akan tercapai kalau yang begini saja tidak mampu mengatasinya, sebenarnya tidak sulit, kalau memang melanggar Perda baik itu jam operasional ya sudah cabut saja izinya, apa yang perlu dikhawatirkan, dan jangan sampai masyarakat menilai ada main mata oknum-oknum pemerintah itu sendiri," tegasnya.

Untuk itu, Ade Hasibuan berharap persoalan seperti Karaoke Koro-koro dan tempat hiburan lainnya jadi perhatian serius oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, dan pihaknya di FPI juga akan terus memantau.

"Kita harap Pemko bisa menegakkan perda yang sudah dibuat ini, tidak hanya di karaoke koro-koro, tetapi tempat hiburan lainnya  juga diperhatikan, dan tentunya kita akan ikut mengawasi," pungkasnya.

  BacaJuga
  • Ditres Narkoba Polda Riau Ringkus Pemilik 38 Kilogram Ganja

    Rabu, 24 Mei 2017 15:59

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Personil Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Riau meringkus seorang pria Fernando (27), asal Sumatera Utara (Sumut) yang membawa dan menyimpan 38 kilogram (Kg) ganja

  • Duterte Ancam Penggal Kepala Aktivis Anti Perang Narkoba

    Sabtu, 20 Mei 2017 13:41

    Liputanriau.com, Manila - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengancam memenggal kepala aktivis hak asasi manusia yang mengkritik perangnya terhadap narkoba.Ancaman itu disampaikan presiden Duterte sa

  • Rapper Iwa K Ditangkap, Polisi: BNN yang Menentukan Rehabilitasi

    Senin, 01 Mei 2017 13:11

    Liputanriau, Tangerang - Kepala Kepolisian Resor Bandar Udara Soekarno-Hatta Komisaris Besar Arief Rachman mengatakan pihaknya telah menerima surat pengajuan rehabilitasi dari rapper Iwa Kusuma alias

  • Polisi Buru Penyuplai Ganja untuk Iwa K

    Sabtu, 29 Apr 2017 13:42

    Polisi buru penyuplai ganja kepada penyanyi Iwa Kusuma atau Iwa K. Iwa K diamankan polisi di Bandara Soekarno Hatta, Banten, karena diduga membawa ganja pada Sabtu (29/4/2017) pagi."Masih dalam proses

  • Kapolda Riau Ultimatum Tuntaskan 'Kampung Narkoba' Pekanbaru

    Jumat, 28 Apr 2017 15:01

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Kepala Kepolisian Daerah Riau, Irjen Pol Zulkarnain mengultimatum jajarannya untuk menuntaskan permasalahan narkotik dan obat-obatan terlarang di Kelurahan Kampung Dalam,

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.