• Home
  • Hukrim
  • Diduga Peras Kontraktor, Kadisdik Pelalawan Ditahan Jaksa
Senin, 13 Mar 2017 17:55

Diduga Peras Kontraktor, Kadisdik Pelalawan Ditahan Jaksa

BAGIKAN:
LIPUTANRIAU.COM, PEKANBARU - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan, Drs Syafrudin MM, Senin (13/3/2017) sore pukul 15.30 WIB, langsung dilakukan penahanan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, usai menjalani pemeriksaan dibagian Tindak Pidana Khusus (Pidsus).

Ia ditahan atas kasus pemerasan dalam jabatan, dengan cara memberi janji kepada pihak dengan memberikan sebuah proyek. Namun sebelum proyek atau kegiatan yang dijanji, tersangka meminta sejumlah uang dengan cara memaksa.

"Tersangka kita lakukan penahanan Rutan selama 20 hari kedepan," terang Aspidsus Kejati Riau, Sugeng Riyanta SH didampingi Kasi Penkum dan Humas, Muspidauan SH kepada sejumlah wartawan di ruang Pidsus Kejati Riau.

Dikatakan Sugeng, modus yang dilakukan tersangka ini terjadi tahun 2016 lalu. Dimana tersangka menjanjikan proyek kepada rekanan (kontraktor), yang mana tersangka menggunakan pengaruhnya. Namun janji sebuah proyek itu, tersangka dengan cara memaksa meminta uang kepada rekanan.

"Jika rekanan tidak mau memberi uang, maka proyek tak diberikan," sebut Sugeng.

Dengan adanya janji tersebut, seorang rekanan memberikan sejumlah uang yang dikirim secara bertahap dengan total jumlah uang yang dikirim sebesar Rp210 juta. Setelah permintaan dikabulkan, dan sejumlah kegiatan (proyek) akan dilaksanakan. Tersangka ingkar janji.

"Proyek yang dijanjikan dibatalkan, dan diberikan kepada pihak lain, sedangkan uang dari rekanan yang dibatalkan tidak dikembalikan," kata Sugeng lagi.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 12 huruf e UU jo Pasal 11 no 20 tahun 2001, tentang penerimaan uang oleh PNS atau pejabat yang dilarang Undang Undang.

"Saat ini berkas tersangka hampir rampung dan akan dilimpahkan kepihak pengadilan," tukas Sugeng. ***(rtc)
  BeritaTerkait
  • Hasil Survei DPR Lembaga Terkorup, Zulkifli Hasan: Jadi Koreksi

    Kamis, 23 Mar 2017 14:17

    Liputanriau-JAKARTA-Ketua MPR RI Zulkifli Hasan Pekan mengungkapkan keprihatinannya terhadap hasil survey Transparency International dalam Global Corruption Barometer (GCB) 2017, yang dirilis awal Mar

  • 2 Eks Wakil Ketua Komisi II Kompak Sebut Tak Terima Uang E-KTP

    Kamis, 23 Mar 2017 14:12

    Liputanriau-JAKARTA-Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Taufiq Efendi dan Teguh Juwarno satu suara saat bersaksi di hadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Ka

  • Bupati Banyuasin Dituntut 8 Tahun Penjara

    Senin, 20 Mar 2017 14:58

    Liputanriau-PALEMBANG - Bupati nonaktif Banyuasin, Sumatera Selatan, Yan Anton Ferdian dituntut 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Jaksa pada KPK menyebut Yan Anton t

  • Bendahara Dinas Cipta Karya Kampar Pemilik Rekening Gendut Pekan Depan Diadili

    Rabu, 15 Mar 2017 16:02

    PEKANBARU - Yusman, Bendahara di Dinas Cipta Karya Pemkab Kampar, yang disinyalir memiliki rekening tak lazim, diduga berasal dari dana proyek yang ditanganinya saat menjabat di Dinas Cipta Karya dari

  • Terdakwa Korupsi Dana Hibah UKM Selatpanjang Mengaku Diperas Kepala Kejaksaan

    Jumat, 10 Mar 2017 07:39

    LIPUTANRIAU.COM, PEKANBARU - Sempat mengamuk dan mengeluarkan kata ancaman kepada jaksa penuntut Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Meranti. Usai dijatuhi tuntutan hukuman.Prof DR Yohanes Umar, salah

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.