• Home
  • Hukrim
  • Diisi 1.870 Tahanan, Menkumham Sebut Rutan Sialang Bungkuk Over Capacity 600 Persen

Diisi 1.870 Tahanan, Menkumham Sebut Rutan Sialang Bungkuk Over Capacity 600 Persen

Senin, 08 Mei 2017 06:00
Dibaca: 52 kali
BAGIKAN:
PEKANBARU - Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly sebut, Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B yang ada di Jalan Sialang Bungkuk sudah over kapasitas 600 persen. Dimana, dari 300 jumlah ideal dijajal menjadi 1.870 tahanan.

Menkumham menyebutkan, penempatan tahanan di antara sel-sel di Rutan Sialang Bungkuk, ada sengaja ditumplek dalam jumlah yang banyak. Kemudian parahnya lagi, Yasonna menyatakan oleh oknum petugas Lapas yang tak bertanggung jawab dimanfaatkan untuk 'menjual belikan' kamar tahanan.

  "Ada tindakan tak bertaggung jawab dari staf, ada pemerasan. Sengaja dibiarkan keadaan begitu padat untuk diperas. Ada juga ulah oknum yang sengaja memasang tarif antar blok yang masing-masing ada nilai. Kemudian yang mau nelpon juga ada tarifnya," kata Yasonna, Ahad (7/5/17).

Khusus terkait soal over kapasitas daya tampung tahanan tersebut, menurut Menkumham, memang jadi persoalan di Indonesia.

Tapi hal itu tak boleh jadi alasan. Karena, Kepala Rutan harusnya dari awal sudah mampu mendeteksi dengan mendistribusi ke tahanan atau Lapas lain.

Meski begitu, di Riau secara umum, over kapasitas tahanan juga juga menjadi persoalan. Dari data yang disampaikan Yasonna, dengan dua ribu kapasitas tahanan yang ada di Riau sudah diisi sebanyak 10 ribu tahanan.

Dengan begitu, maka kapasitas jumlah tahanan di Riau secaa umum terjadi over kapasitas sebesar 500 persen. Yasonna juga menyebut, selain Rutan di Pekanbaru, sejumlah Rutan dan Lapas di Riau seperti Bangkinang dan Bagansiapi-api kondisinya juga sama-sama menyedihkan.

"Karena itu, mau tidak mau harus ada penambahan bangunan disini. Kita coba lihat anggaran yang tapi yang utama, kebijakan reformasi terutama pejabat yang memeras. Seperti yang ingin bertamu," ungkap Yasonna.

Di sisi lain, Yasonna juga menyebutkan dari total 400-an tahanan yang melarikan diri tinggal 179 tahanan masih belum ditangkap. Memang diantaranya ada yang menyerahkan diri. Karena itu, Yassona menghimbau agar tahanan yang masih diluar agar segera kembali ke Rutan.

"Kita berharap yang masih diluar dari pada ditangkap, dikejar-kejar sama polisi, lebih baik menyerahkan diri. Keluhan mereka saya sudah dengar," ujar Yasonna.
Editor: Riki

Sumber: Riauterkini.com

  BacaJuga
  • Mantan Jaksa Urip Tri Gunawan Bebas, Remisi 5 Tahun Dipertanyakan

    Senin, 15 Mei 2017 12:52

    Liputanriau.com, Jakarta - Pegiat antikorupsi dan ahli pidana mempertanyakan keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia membebaskan Urip Tri Gunawan, terpidana 20 tahun perkara suap penanganan

  • KPK Selidiki Siapa yang Pengaruhi Miryam Beri Keterangan Palsu

    Sabtu, 13 Mei 2017 11:53

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan pemeriksaan perdana kepada tersangka pemberian keterangan palsu di sidang e-KTP, Miryam S Haryani untuk mengkonfirmasi terkait

  • Kesaksian Palsu Kasus E-KTP, KPK Panggil Miryam Haryani

    Jumat, 12 Mei 2017 13:54

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan anggota DPR Miryam S. Haryani hari ini, Jumat, 12 Mei 2017. Politikus Hanura itu diperiksa dalam dugaan

  • KPK Periksa Eks Anggota DPR Dalami Korupsi Alquran di Kemenag

    Jumat, 12 Mei 2017 13:39

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami informasi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran di Kementerian Agama (Kemenag) melalui Mantan Anggota DPR RI 2009

  • Korupsi Pengadaan Al Quran, Sejumlah Mantan Anggota DPR Diperiksa KPK

    Rabu, 10 Mei 2017 13:41

    Liputanriau.com, Jakarta - Setelah kemarin Selasa (9/5/2017) Fahd El Fouz (FEF) diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Al-Quran di Kemenag, kali ini penyidik KPK menjadwalkan pemer

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.