• Home
  • Hukrim
  • Ditangkap, Germo Bisnis Prostitusi Online di Pekanbaru Ternyata Seorang Mahasiswa

Ditangkap, Germo Bisnis Prostitusi Online di Pekanbaru Ternyata Seorang Mahasiswa

Selasa, 14 Mar 2017 16:37
Dibaca: 26 kali
BAGIKAN:
LIPUTANRIAU.COM, PEKANBARU - Dengan dalih kesulitan ekonomi, dua anak muda di Pekanbaru ini melakukan bisnis seks online. Mereka memasarkan anak dibawah umur kepada pelanggannya.

Adalah DR (23), berstatus sebagai mahasiswa dan RK (17) yang sudah putus sekolah ini akhirnya kena ciduk polisi. Setelah pihak kepolisian melakukan penyamaran.

Hal ini terungkap saat pihak jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau melakukan ekspose kasus ini kepada kalangan wartawan Selasa (14/3/2017).

Sebagaimana diungkapkan oleh Kasubdit III Ditreskrimum Polda Riau AKBP Fibri Kabriyananto di ruang gelar perkara.

"Yang menariknya, pelaku dan korban sama-sama anak dibawah umur," kata AKBP Fibri Kabriyananto.

Dijelaskan Fibri, awalnya pihaknya mengamankan tiga orang yang diduga mucikari prostitusi online dengan tiga korban yang masih di bawah umur. Dari hasil penyelidikan, hanya dua yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni DR (23), mahasiswa dan RK (17) yang sudah putus sekolah.

Tersangka DR dan RK ditangkap di sebuah hotel di Jalan Teuku Umar, Jumat (10/3/17) sekira pukul 18.30 WIB. Penangkapan itu berawal dari penyamaran atau under cover buy anggota Tim Jusila dengan berpura-pura sebagai calon pemakai cewek-cewek dibawah umur itu.

DR dan RK ini mencari pelanggan melalui aplikasi media sosial (medsos) "We Chat". "Bisnis" ini dilakoni pasangan remaja ini berdasarkan suka sama suka dengan korban.

"Faktor ekonomi mendasari ketiga korban mau menjajakan dirinya kepada lelaki hidung belang. Sekali bookin korban mengaku mendapatkan upah Rp800 ribu. Sementara sang mucikari mendapat fee Rp200 ribu," kata Fibri lagi.

Pihak Ditreskrimum Polda Riau kini masih mendalami adanya pasangan "DR dan RK" yang lain. Karena didalam akun We Chat pelaku masih ada akun akun lain.

"Sementara pelaku kita jerat dengan Pasal 76 huruf (i) Undang Undang Perlindungan Anak dan Pasal 296 atau 506 KHUPidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," pungkas Fibri. ***gagasanriau.com
  BacaJuga
  • Ketahuan Curi 2 Tandan Buah Sawit PT LTS, Seorang Ibu di Rohil Ditahan Polisi

    Selasa, 28 Mar 2017 10:25

    LIPUTANRIAU.COM, TANJUNGMEDAN - Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) inisial R (48) ditangkap polisi karena kedapatan mencuri buah sawit milik PT LTS di Divisi II Kepenghuluan Pondok Kresek Kecamatan Ta

  • Seorang Remaja di Inhil Nekat Menyelinap Masuk Kos Wanita

    Jumat, 24 Mar 2017 16:14

    LIPUTANRIAU.COM, TEMBILAHAN - Seorang remaja berinisial De (18) warga Jalan Prof M Yamin, Parit 15 Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan Inhil hampir saja jadi bulan-bulanan amukan massa. Pasalnya, p

  • Polsek Peranap Inhu Serahkan 50 Helm Kepada Masyarakat

    Senin, 20 Mar 2017 15:24

    RENGAT - Dalam rangka Operasi Simpatik 2017 yang dilaksanakan di seluruh Indonesia, Polsek Peranap menyerahkan sebanyak 50 helm kepada masyarakat Kecamatan Peranap Kabupaten Inhu, di halaman Map

  • Gawat, Seorang Cucu di Dumai Nekat Jual Isi Rumah Neneknya untuk Beli Narkoba

    Sabtu, 11 Mar 2017 10:32

    LIPUTANRIAU.COM, DUMAI - Diberikan kepercayaan untuk menjaga rumah malah tidak amanah. Itulah yang dilakukan seorang cucu terhadap neneknya yang sedang sakit keras.Seorang wanita tua bernama Darmaniar

  • Polsek Tambang Kampar Amankan Pelaku Penggelapan Sepeda Motor

    Kamis, 27 Okt 2016 17:45

    Liputanriau.com-KAMPAR-Kerjasama dua Polsek Jajaran Polres Kampar yaitu Polsek Tambang dan Polsek Tapung berhasil menangkap tiga tersangka yang terlibat kasus penggelapan sepeda motor serta penadah ba

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.