• Home
  • Hukrim
  • Ditangkap, Germo Bisnis Prostitusi Online di Pekanbaru Ternyata Seorang Mahasiswa

Ditangkap, Germo Bisnis Prostitusi Online di Pekanbaru Ternyata Seorang Mahasiswa

Selasa, 14 Mar 2017 16:37
Dibaca: 65 kali
BAGIKAN:
LIPUTANRIAU.COM, PEKANBARU - Dengan dalih kesulitan ekonomi, dua anak muda di Pekanbaru ini melakukan bisnis seks online. Mereka memasarkan anak dibawah umur kepada pelanggannya.

Adalah DR (23), berstatus sebagai mahasiswa dan RK (17) yang sudah putus sekolah ini akhirnya kena ciduk polisi. Setelah pihak kepolisian melakukan penyamaran.

Hal ini terungkap saat pihak jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau melakukan ekspose kasus ini kepada kalangan wartawan Selasa (14/3/2017).

Sebagaimana diungkapkan oleh Kasubdit III Ditreskrimum Polda Riau AKBP Fibri Kabriyananto di ruang gelar perkara.

"Yang menariknya, pelaku dan korban sama-sama anak dibawah umur," kata AKBP Fibri Kabriyananto.

Dijelaskan Fibri, awalnya pihaknya mengamankan tiga orang yang diduga mucikari prostitusi online dengan tiga korban yang masih di bawah umur. Dari hasil penyelidikan, hanya dua yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni DR (23), mahasiswa dan RK (17) yang sudah putus sekolah.

Tersangka DR dan RK ditangkap di sebuah hotel di Jalan Teuku Umar, Jumat (10/3/17) sekira pukul 18.30 WIB. Penangkapan itu berawal dari penyamaran atau under cover buy anggota Tim Jusila dengan berpura-pura sebagai calon pemakai cewek-cewek dibawah umur itu.

DR dan RK ini mencari pelanggan melalui aplikasi media sosial (medsos) "We Chat". "Bisnis" ini dilakoni pasangan remaja ini berdasarkan suka sama suka dengan korban.

"Faktor ekonomi mendasari ketiga korban mau menjajakan dirinya kepada lelaki hidung belang. Sekali bookin korban mengaku mendapatkan upah Rp800 ribu. Sementara sang mucikari mendapat fee Rp200 ribu," kata Fibri lagi.

Pihak Ditreskrimum Polda Riau kini masih mendalami adanya pasangan "DR dan RK" yang lain. Karena didalam akun We Chat pelaku masih ada akun akun lain.

"Sementara pelaku kita jerat dengan Pasal 76 huruf (i) Undang Undang Perlindungan Anak dan Pasal 296 atau 506 KHUPidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," pungkas Fibri. ***gagasanriau.com
  BacaJuga
  • Kronologi Penangkapan Tiga Terduga Pelaku Bom Kampung Melayu

    Jumat, 26 Mei 2017 13:50

    Liputanriau.com, Jawa Barat - Densus 88 menangkap tiga terduga pelaku serangan bom Kampung Melayu di tiga tempat terpisah di Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/5/2017). Ketiganya berinisial JIS, A alias A

  • Tiga Terduga Pelaku Bom Kampung Melayu Ditangkap di Jawa Barat

    Jumat, 26 Mei 2017 13:47

    Liputanriau.com, Jawa Barat - Densus 88 mengamankan tiga terduga pelaku teror bom di Kampung Melayu, Jumat (26/5/2017)."Subuh tadi kami telah mengamankan tiga pelaku berkaitan dengan tindak terorisme

  • Muslim Inggris Galang Dana untuk Korban Bom Manchester

    Kamis, 25 Mei 2017 13:02

    Liputanriau.com, Manchester - Sejumlah badan yang diketuai oleh beberapa muslim, menggalang dana bagi korban bom Manchester. Ledakan bom yang terjadi di tengah konser Ariana Grande pada 22 Mei 20

  • Polri: Pelaku Bom Kampung Melayu Gunakan Bom Ransel dan Panci

    Kamis, 25 Mei 2017 12:58

    Liputanriau.com, Jakarta - Polisi menduga pelaku bom bunuh diri di terminal Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur berjumlah dua orang. Mereka pun tewas seketika pada saat kejadian ledakan bom

  • Korban Ledakan Bom di Kampung Melayu Bertambah Menjadi 15 Orang

    Kamis, 25 Mei 2017 12:47

    Liputanriau.com, Jakarta - Jumlah korban ledakan bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) bertambah menjadi 15 orang. Sebelumnya, jumlah korban disebut 11 orang."Bertambah lagi empat ora

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.