• Home
  • Hukrim
  • Keluarga Tahanan Akui Banyak Pungli di Dalam Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru

Keluarga Tahanan Akui Banyak Pungli di Dalam Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru

Sabtu, 06 Mei 2017 14:39
Dibaca: 49 kali
BAGIKAN:
int.
PEKANBARU - Bentrok dalam rutan Sialang Bungkuk berujung kaburnya ratusan tahanan, ternyata tidak terlepas dari banyaknya aksi pungli di rutan itu. Seperti yang terjadi kepada H Usman salah satu keluarga tahanan.

Dikutip riauterkini.com, banyak terjadi pungutan liar yang dirasakan selama anaknya menjadi salah satu penghuni rutan ini.

"Untuk menjenguk memang kita gratis selama 15 menit. Tapi jika lebih dari 15 menit maka kita harus membayar sebesar Rp15-30 ribu per lima menit. Ini membuat kita sangat terbebani jika ingin bertemu keluarga kita di dalam," katanya.

Bukan hanya itu, setiap buka pintu pihaknya diminta satu bungkus rokok, jadi jika tiga pintu maka tiga bungkus rokok harus diberikan.

"Makanan juga kita dibatasi, bahkan obat-obatan tidak boleh masuk. Tak hanya itu saja, untuk izin berobat saja, prosedurnya sangat sulit meski memakai jaminan. Malahan kita diminta bayaran jika membawa petugas keluar untuk mengamankan," tuturnya.

Sementara, Erlinda yang juga keluarga tahanan membeberkan untuk biaya pindah kamar ia dibebankan dengan biaya sekitar Rp7-30 juta.

"Saya pernah membayar sebesar Rp2,5 juta hanya untuk tempat tidur adik saya di dalam Rutan. Sebelumnya ia tidur di Wc yang menurut kita tidak layak," katanya.

Untuk jenguk, pihaknya juga harus menunggu mulai dari 3-5 jam. Namun, jika ingin cepat harus membayar dengan harga yang bervariasi.

"Kita berharap pungutan liar ini dihilangkan. Kita juga mengharapkan keluarga kita di dalam rutan mendapat binaan yang sesuai, yang berprikemanusian. Bukan hanya itu, kapasitas Rutan atau kamar juga dikurangi. Jangan seperti ini yang melebihi kapasitas," harapnya.
Editor: Riki

  BacaJuga
  • Mantan Jaksa Urip Tri Gunawan Bebas, Remisi 5 Tahun Dipertanyakan

    Senin, 15 Mei 2017 12:52

    Liputanriau.com, Jakarta - Pegiat antikorupsi dan ahli pidana mempertanyakan keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia membebaskan Urip Tri Gunawan, terpidana 20 tahun perkara suap penanganan

  • KPK Selidiki Siapa yang Pengaruhi Miryam Beri Keterangan Palsu

    Sabtu, 13 Mei 2017 11:53

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan pemeriksaan perdana kepada tersangka pemberian keterangan palsu di sidang e-KTP, Miryam S Haryani untuk mengkonfirmasi terkait

  • Kesaksian Palsu Kasus E-KTP, KPK Panggil Miryam Haryani

    Jumat, 12 Mei 2017 13:54

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan anggota DPR Miryam S. Haryani hari ini, Jumat, 12 Mei 2017. Politikus Hanura itu diperiksa dalam dugaan

  • KPK Periksa Eks Anggota DPR Dalami Korupsi Alquran di Kemenag

    Jumat, 12 Mei 2017 13:39

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami informasi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran di Kementerian Agama (Kemenag) melalui Mantan Anggota DPR RI 2009

  • Korupsi Pengadaan Al Quran, Sejumlah Mantan Anggota DPR Diperiksa KPK

    Rabu, 10 Mei 2017 13:41

    Liputanriau.com, Jakarta - Setelah kemarin Selasa (9/5/2017) Fahd El Fouz (FEF) diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Al-Quran di Kemenag, kali ini penyidik KPK menjadwalkan pemer

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.