• Home
  • Hukrim
  • Korupsi Dana ADK dan DK, Eks Penghulu Bagan Manunggal di Tahan Kejari Rohil

Korupsi Dana ADK dan DK, Eks Penghulu Bagan Manunggal di Tahan Kejari Rohil

Oleh: Ulung
Selasa, 12 Des 2017 18:23
Dibaca: 236 kali
BAGIKAN:
tersangka RB (Rompi merah) menuju lapas Bagansiapipai usai diperiksa di Kejari Rohil

Liputanriau.com,Rohil - Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hilir kembali mengungkap tindak pidananya korupsi di wilayah Rohil. Kali ini pihaknya telah melakukan penahan pada tahap penyidikan terhadap RB selaku mantan Penghulu Bagan Manunggal, Kecamatan Bagan Senembah, Rohil, karna di duga telah melakukan tindak pidana korupsi terkait alokasi dana kepenghuluan (ADK) dan Dana Kepenghuluan (DK) dengan dua alat bukti yang kuat untuk menetapkan Mantan Penghulu tersebut sebagai tersangka.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Rohil Bima Suprayoga,SH,M.Hum didampingi Kasi Intel Odit Megonondo,Kasi Pidsus Arifin Muchtar,Kasi Pidum Sobrani Binzar dan Kasi Datun Andreas Tarigan diruangan kerjanya.Selasa (12/12/2017) sore.

Kajari Menjelaskan,  Proses penyidikan Ini sebenarnya sudah berjalan cukup lama. beberapa bulan ini proses kami lalui dengan semua alat bukti telah di pelajari dan diperdalam, sehingga yang bersangkutan telah memenuhi syarat secara hukum untuk ditetapkan sebagai tersangka.

Terkait jumlah kerugian uang negara dalam kasus ini, pihak kejari telah mengantongi nilai kerugian berdasarkan hasil penghitungan yang rell yang telah dilakukan oleh pihak Inspektorat Rokan Hilir.

"Dari proses penyidikan ini ada masukan maupun pendapat dari pihak inspektorat terkait dengan kerugian keuangan negara, jadi dalam kasus ini ada peran Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) dalam hal Inpektorat, karna sudah ada melakukan MoU baik di pemerintah pusat, provinsi maupun di kabupaten, bahwa peran APIP harus di tingkatkan,"tutur Kajari Rohil.

Untuk sementara tersangka akan ditahan selama 20 hari kedepan di Rutan Cabang Bagansiapiapi guna memberi kepastian hukum kepada tersangka. "Kita tahan 20 hari kedepan,kita lihat masih perlu kita perpanjang apa ngak, tapi saya ingin lebih cepat lebih baik gitu untuk memberikan kepastian hukum Kepada si tersangka," tuturnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatan yang telah di lakukan, tersangka di jerat Hukum tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan sangsi hukuman maksimal 20 tahun penjara.

  BacaJuga
  • Polisi Ciduk Dosen USU Yang Sebut Kasus Teror "Skenario"

    Minggu, 20 Mei 2018 15:26

    Liputanriau.com, Medan - Personel Cyrbercrime Polda Sumut menangkap seorang dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Himma Dewiyana Lubis karena status facebook. Himma menulis kasus serangan teroris di

  • Merasa Tak Bersalah Bos Saracen Ajukan Banding

    Minggu, 08 Apr 2018 15:32

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Kuasa hukum Jasriadi, Abdullah Alkatiri, menjelaskan alasan pihaknya mengajukan banding atas vonis 10 bulan penjara yang dijatuhkan hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru a

  • Bos Saracen Jasriadi Penjara 10 Bulan

    Jumat, 06 Apr 2018 15:32

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru memvonis bos Saracen Jasriadi dengan hukuman 10 bulan penjara atas tuduhan akses ilegal ke akun facebook seseorang. Jasriadi

  • Polisi Tangkap Pembuat Hoaks Jokowi, Mega hingga Prabowo

    Kamis, 08 Mar 2018 17:01

    Liputanriau.com, Jakarta - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri meringkus seorang pria berinisial KB (30) di Cakung, Jakarta Timur, Rabu (7/3/2018) tengah malam. Pria kurus berambut

  • Polisi Kembali Tangkap Admin Muslim Cyber Army di Sumut

    Senin, 05 Mar 2018 14:44

    Liputanriau.com, Jakarta - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap Bobby Gustiono, Minggu (4/3/2018), atas dugaan menyebarkan ujaran kebencian dan konten hoaks.Menurut polisi

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.