• Home
  • Hukrim
  • Korupsi Dana ADK dan DK, Eks Penghulu Bagan Manunggal di Tahan Kejari Rohil

Korupsi Dana ADK dan DK, Eks Penghulu Bagan Manunggal di Tahan Kejari Rohil

Oleh: Ulung
Selasa, 12 Des 2017 18:23
Dibaca: 299 kali
BAGIKAN:
tersangka RB (Rompi merah) menuju lapas Bagansiapipai usai diperiksa di Kejari Rohil

Liputanriau.com,Rohil - Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hilir kembali mengungkap tindak pidananya korupsi di wilayah Rohil. Kali ini pihaknya telah melakukan penahan pada tahap penyidikan terhadap RB selaku mantan Penghulu Bagan Manunggal, Kecamatan Bagan Senembah, Rohil, karna di duga telah melakukan tindak pidana korupsi terkait alokasi dana kepenghuluan (ADK) dan Dana Kepenghuluan (DK) dengan dua alat bukti yang kuat untuk menetapkan Mantan Penghulu tersebut sebagai tersangka.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Rohil Bima Suprayoga,SH,M.Hum didampingi Kasi Intel Odit Megonondo,Kasi Pidsus Arifin Muchtar,Kasi Pidum Sobrani Binzar dan Kasi Datun Andreas Tarigan diruangan kerjanya.Selasa (12/12/2017) sore.

Kajari Menjelaskan,  Proses penyidikan Ini sebenarnya sudah berjalan cukup lama. beberapa bulan ini proses kami lalui dengan semua alat bukti telah di pelajari dan diperdalam, sehingga yang bersangkutan telah memenuhi syarat secara hukum untuk ditetapkan sebagai tersangka.

Terkait jumlah kerugian uang negara dalam kasus ini, pihak kejari telah mengantongi nilai kerugian berdasarkan hasil penghitungan yang rell yang telah dilakukan oleh pihak Inspektorat Rokan Hilir.

"Dari proses penyidikan ini ada masukan maupun pendapat dari pihak inspektorat terkait dengan kerugian keuangan negara, jadi dalam kasus ini ada peran Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) dalam hal Inpektorat, karna sudah ada melakukan MoU baik di pemerintah pusat, provinsi maupun di kabupaten, bahwa peran APIP harus di tingkatkan,"tutur Kajari Rohil.

Untuk sementara tersangka akan ditahan selama 20 hari kedepan di Rutan Cabang Bagansiapiapi guna memberi kepastian hukum kepada tersangka. "Kita tahan 20 hari kedepan,kita lihat masih perlu kita perpanjang apa ngak, tapi saya ingin lebih cepat lebih baik gitu untuk memberikan kepastian hukum Kepada si tersangka," tuturnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatan yang telah di lakukan, tersangka di jerat Hukum tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan sangsi hukuman maksimal 20 tahun penjara.

  BacaJuga
  • Polda Riau Bantah Paksa Neno Warisman Pulang

    Minggu, 26 Agu 2018 02:41

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Aktivis Neno Warisman mengaku dipulangkan paksa oleh aparat setempat dari Pekanbaru, Riau. Polisi memberikan penjelasan mengenai insiden tersebut."Ndak lah (dipa

  • Teroris di Unri Memiliki Hubungan Dekat dengan Penyerang Mapolda Riau

    Senin, 04 Jun 2018 22:25

    Liputanriau.com, Pekanbaru -Kepolisian Daerah Riau mengungkap hubungan antara Muhammad Nur Zamzam, terduga teroris yang ditangkap di Universitas Riau dengan pentolan Jamaah Ansharut Dhaulah (JAD) Murs

  • Jenazah Seorang Pelaku Penyerangan Mapolda Riau Dimakamkan di Desa Pasiran

    Sabtu, 19 Mei 2018 14:57

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Jenazah pelaku penyerangan Mapolda Riau, Mursalim alias Pak Ngah akhirnya dimakamkan di Desa Pasiran Kecamatan Bantan. Mursalin dimakamkan sekitar pukul 09.00 WIB, Sa

  • Tembak 3 Teroris di Mapolda Riau, Kombes Rudi Dapat Pin Emas Kapolri

    Kamis, 17 Mei 2018 14:30

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada dua personel Polda Riau yang berhasil melumpuhkan empat terduga teroris ya

  • Kapolri: 8 Orang Ditangkap Terkait Serangan Teroris di Mapolda Riau

    Kamis, 17 Mei 2018 14:27

    Liputanriau.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, delapan orang ditangkap di sejumlah daerah di Provinsi Riau pascaserangan teroris di Markas Polda Riau."Kelanjutan kasus ini,

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.