• Home
  • Hukrim
  • Mahasiswa Terdakwa Pencabulan Anak TK di Madiun Divonis Bebas

Mahasiswa Terdakwa Pencabulan Anak TK di Madiun Divonis Bebas

Jumat, 14 Apr 2017 13:51
Dibaca: 30 kali
BAGIKAN:
Shutterstock
Ilustrasi palu hakim

Liputanriau.com, Madiun - Pasangan suami istri, Dimas Kurniawan dan Yati Maryati mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Kota Madiun. Mereka menuntut jaksa penuntut umum mengajukan kasasi menyusul putusan hakim yang memvonis bebas pencabul anaknya.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun memvonis bebas terdakwa pencabulan anak TK, SF (5), Bayu Samodra Wijaya (21), Senin (10/4/2017) kemarin. Vonis itu jauh dari tuntutan jaksa yakni tujuh tahun penjara.

"Kami sangat kecewa dengan keputusan hakim yang membebaskan terdakwa pencabul anak kami. Padahal semua fakta-fakta di persidangan sudah kuat semua," ujar Dimas, ayah korban di Kantor Kejari Madiun Kota, Kamis (13/4/2017) .

Tak hanya suami istri tersebut yang datang ke Kejari, anak korban pencabulan, SF pun hadir di Kejari. Mereka diterima Jaksa Penuntut Umum, Rini Suwandari. 

Menurut Dimas, kedatanganya untuk meminta kejelasan sikap jaksa Kejari Madiun Kota terkait putusan bebas majelis hakim. "Kami ingin kejelasan apa yang dilakukan jaksa setelah putusan bebas itu. Kami ingin jaksa kasasi terhadap putusan itu," ungkap Dimas.

Senada dengan Dimas, istrinya, Yati Maryati mengaku sangat terpukul dengan putusan majelis hakim. Ia tak banyak berkomentar dan menyerahkan semua urusan kasus itu kepada suaminya.

Dalam pertemuan itu, Yati tampak terpukul. Ia enggan mengomentari putusan hakim yang membebaskan terdakwa pencabul anaknya.  "Lebih baik saya tidak berkomentar daripada saya nanti emosi," ujar Yati sambil menyeka air matanya.

 Kepala Seksi Pidana Umum selaku Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum, Hambaliyanto mengatakan akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

"Kami akan kasasi. Kami masih memiliki waktu dua minggu untuk menyusun kasasi," ucap Hambaliyanto, Kamis (13/4/2017).

Hambali mengaku kecewa dengan putusan hakim. Hakim berdalih, vonis bebas diberikan karena keterangan tiga saksi termasuk korban tidak bisa menjadi alat bukti.

"Mereka (hakim) tidak menganggap keterangan saksi korban dan teman-teman korban sebagai alat bukti karena katanya masih anak-anak," kata Hambali.

Seharusnya, sambung Hambali, hakim tetap mempertimbangkan kesaksian yang disampaikan sesuai dengan alat bukti lain, meskipun saksinya masih anak-anak. 

"Masa korban anak tidak dianggap sebagai alat bukti. Kalau begitu semua korban anak-anak itu bebas diapain aja," tuturnya.

Tak hanya itu, majelis hakim menilai, psikolog yang dijadikan saksi ahli oleh tim jaksa penuntut umum bukanlah ahli. Kondisi itu menjadikan alat bukti untuk membuktikan perbuatan terdakwa berkurang.

Sumber: Kompas.com

  BacaJuga
  • Selama Buron, Otak Pembunuhan Satu Keluarga Selalu Berpindah Tempat

    Minggu, 16 Apr 2017 14:05

    Liputanriau.com, Medan - Selama jadi buronan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara, tersangka pelaku utama pembunuhan satu keluarga di Medan, Andi Matalata alias Andi Lala (35), berpindah-pindah.Na

  • Begini Kronologis Penangkapan Andi Lala di Inhil Riau

    Sabtu, 15 Apr 2017 17:03

    RENGAT - Tim gabungan Polda Riau bersama tim Polda Sumatera Utara yang didampingi jajaran Sat Reskrim Polres Indragiri Hulu (Inhu), berhasil menangkap tersangka Andi Lala (35) yang merupakan ota

  • Dua Perampok yang Bunuh Sekeluarga Ditangkap

    Kamis, 13 Apr 2017 14:40

    Liputanriau.com, Medan - Polda Sumatera Utara baru menangkap dua pelaku perampokan disertai pembunuhan keluarga Rianto di Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina

  • Pemerintah Biaya Sekolah Korban Pembunuhan di Medan

    Rabu, 12 Apr 2017 14:47

    Liputanriau.com, Medan - Musibah yang menimpa K (4) terus mengundang perhatian dan empati masyarakat. Orang tua, abang dan kakak, serta neneknya tewas dalam pembunuhan sadis di rumah mereka di Jl Mang

  • Lima Orang Sekeluarga Dibantai dalam Rumah, Satu Balita Kritis

    Minggu, 09 Apr 2017 18:03

    Liputanriau.com, Medan - Lima orang yang merupakan satu keluarga ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya, Ahad (9/4). Temuan ini pun menggegerkan warga Jalan Mangaan Gang Benteng Lingkungan XI, Ma

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.