Korupsi Lahan Pelabuhan

Mantan Sekda Meranti Resmi Ditahan

Rabu, 20 Jul 2016 07:34
Dibaca: 202 kali
BAGIKAN:
Illustrasi

PEKANBARU - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menahan mantan Sekda Kepulauan Meranti ZU tersangka korupsi lahan dalam pembangunan Pelabuhan Dorak di Selat Panjang.

Selain ZU, kejaksaan juga menahan Kepala Badan Pertanahan Nasionan (BPN) Kabupaten Kepulauan Meranti berinisial SI.

"Ada tiga tersangka yang kita tahan dalam kasus korupsi pembebasan lahan Pelabuhan Dorak Selat Panjang yakni ZU, SI serta AA yang merupakan broker tanah," kata Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus), Sugeng Riyanta, Selasa (19/7/2016).

Ketiga tersangka ditahan setelah menjalani pemeriksaan maraton dari pagi hingga sore di Kantor pidana khusus (Pidsus) Kejati Riau. Usai diperiksa mereka langsung digelandang ke Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru.

Sugeng mengatakan seharusnya hari ini pihaknya akan melakukan penahanan empat tersangka. Namun satu tersangka yang dipanggil tidak hadir.

"Satu tersangka batal diperiksa yakni MH. Tersangka yang menjabat sebagai Kabid Asset dan Daerah Kabupaten Meranti, tidak bisa hadir karena karena orang tuanya meninggal," ucapnya.

Kejati Riau rencananya akan melakukan pemanggilan terhadap MH pekan depan. Sementara itu penyidik Pidsus Kejati segera menyelesaikan berkas tersangka untuk diserahkan ke JPU untuk penuntutan.

Sugeng mengungkapkan, dalam kasus pembebasan lahan Pelabuhan Dorak, negara dirugikan sebesar Rp2.185.062.000.

Dia menjelaskan modus korupsi pembebasan lahan Pembangunan Pelabuha Dorak untuk kargo dan penumpang adalah dengan membeli dua bidang tanah melalui broker. Belakangan itu diketahui tanah tersebut bersengketa.

"Pengadaan ganti rugi lahan pelabuhan tersebut bermasalah. Selain itu sampai saat ini pelabuhan tersebut tidak bisa dikuasi pemerintah karena lahannya bersengketa. Hingga saat ini proyek multi years yang menggunakan dana APBD Pemkab Meranti Rp2,2 miliar terbengkalai," ucapnya.

Dalam kasus ini, Kejati Riau sudah memeriksa Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir yang juga diduga terindikasi kasus korupsi berjamaah tersebut. (snc)

  BacaJuga
  • Ditres Narkoba Polda Riau Ringkus Pemilik 38 Kilogram Ganja

    Rabu, 24 Mei 2017 15:59

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Personil Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Riau meringkus seorang pria Fernando (27), asal Sumatera Utara (Sumut) yang membawa dan menyimpan 38 kilogram (Kg) ganja

  • Duterte Ancam Penggal Kepala Aktivis Anti Perang Narkoba

    Sabtu, 20 Mei 2017 13:41

    Liputanriau.com, Manila - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengancam memenggal kepala aktivis hak asasi manusia yang mengkritik perangnya terhadap narkoba.Ancaman itu disampaikan presiden Duterte sa

  • Rapper Iwa K Ditangkap, Polisi: BNN yang Menentukan Rehabilitasi

    Senin, 01 Mei 2017 13:11

    Liputanriau, Tangerang - Kepala Kepolisian Resor Bandar Udara Soekarno-Hatta Komisaris Besar Arief Rachman mengatakan pihaknya telah menerima surat pengajuan rehabilitasi dari rapper Iwa Kusuma alias

  • Polisi Buru Penyuplai Ganja untuk Iwa K

    Sabtu, 29 Apr 2017 13:42

    Polisi buru penyuplai ganja kepada penyanyi Iwa Kusuma atau Iwa K. Iwa K diamankan polisi di Bandara Soekarno Hatta, Banten, karena diduga membawa ganja pada Sabtu (29/4/2017) pagi."Masih dalam proses

  • Kapolda Riau Ultimatum Tuntaskan 'Kampung Narkoba' Pekanbaru

    Jumat, 28 Apr 2017 15:01

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Kepala Kepolisian Daerah Riau, Irjen Pol Zulkarnain mengultimatum jajarannya untuk menuntaskan permasalahan narkotik dan obat-obatan terlarang di Kelurahan Kampung Dalam,

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.