• Home
  • Hukrim
  • Mengaku dari SPSI, Dua Pemuda di Pekanbaru Lakukan Pungli Diringkus Polisi

Mengaku dari SPSI, Dua Pemuda di Pekanbaru Lakukan Pungli Diringkus Polisi

Selasa, 14 Mar 2017 16:46
Dibaca: 143 kali
BAGIKAN:
LIPUTANRIAU.COM, PEKANBARU - Tim Opsnal Polsek Tenayan Raya meringkus dua pelaku pungutan liar inisial AT alias Toni alias Kaliang (34) dan ARH (41) karena terbukti memeras seorang pengendara Pick Up, Suriyanto (36) untuk membayar upeti bongkar muat barang saat melintas di Jalan Hangtuah Ujung, Kecamatan Tenayan Raya, Ahad (12/3/2017) malam lalu.

Korban yang melapor ke Polsek Tenayan Raya pun berhasil membantu memancing kedua tersangka untuk bertemu dan keduanya tak bisa berkutik lagi ketika polisi memborgolnya, Senin (13/3/2017) pukul 17.30 WIB kemarin.

Dalam menjalankan aksinya, kedua tersangka juga mengaku sebagai anggota Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan mengancam korban jika tidak mau membayar, maka korban yang bersangkutan tidak akan selamat selama melintas di wilayah Pekanbaru.

"Tersangka memaksa korban menandatangani kwitansi untuk membayar upeti bongkar muat barang sebesar Rp400 ribu. Namun karena tidak punya cukup uang, korban hanya membayar Rp80 ribu dan berjanji akan melunasi sisanya keesokan harinya. Saat mau melunasi upeti itulah, korban melapor ke kita dan kita pun memancing kedua tersangka untuk bertemu. Setelah bertemu dengan para tersangka, kita langsung menangkapnya," sebut Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Indra Rusdi, Selasa (14/3/2017).

Menurutnya, sewaktu diperas oleh para tersangka, korban sendiri saat itu sedang mengendarai Pick Up yang bermuatan bibit tanaman. Namun sewaktu melintas di TKP, korban diberhentikan dan diminta membayar upeti bongkar muat barang sebesar Rp400 ribu.

Tersangka bahkan mengancam korban jika tak mau membayar maka tak akan selamat selama berada di Pekanbaru. Sementara itu, selain menangkap tersangka, sambung Indra, pihaknya juga mengamankan barang bukti satu unit motor Honda Scoopy BM 2938 QF milik tersangka, selembar kwitansi, sebuah pena dan satu unit handphone Nokia.

"Atas perbuatannya kedua tersangka kita jerat dengan Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara," tutupnya.***(rtc)
  BacaJuga
  • Menag Disoraki Peserta Aksi Bela Palestina

    Minggu, 17 Des 2017 16:33

    Liputanriau.com, Jakarta - Massa aksi bela Palestina sempat menyoraki kehadiran Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Monumen Nasional, jakarta Pusat, Minggu (17/12/2017)."Hadir di antara kita, Ment

  • Habib Rizieq Ikut Berorasi di Aksi Bela Palestina

    Minggu, 17 Des 2017 16:30

    Liputanriau.com, Jakarta - Masyarakat beramai-ramai datang pada aksi bela Palestina di Monas, Jakarta, Minggu, 17 Desember 2017. Aksi ini ditujukan lantaran kalim sepihak Donald Trump atas Yerusalem s

  • MUI Serukan Rakyat Indonesia Berjihad untuk Palestina

    Minggu, 17 Des 2017 16:27

    Liputanriau.com, Jakarta - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin serukan jihad kepada ummat Islam Indonesia untuk menjaga kedaulatan Negara Palestina. Saat ini Palestina diang

  • Ketua MUI Pastikan Aksi Bela Palestina Bebas Unsur Politik

    Sabtu, 16 Des 2017 14:26

    Liputanriau.com, Jakarta - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin memastikan Aksi Bela Palestina yang digelar pada Ahad, 17 Desember 2017 akan bebas dari unsur politik. Maruf mengatakan aksi un

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.