• Home
  • Hukrim
  • Mengaku sebagai Wartawan, Pemuda Ini Lakukan Pemerasan Seorang Petani di Pelalawan

Mengaku sebagai Wartawan, Pemuda Ini Lakukan Pemerasan Seorang Petani di Pelalawan

Jumat, 10 Mar 2017 07:44
Dibaca: 22 kali
BAGIKAN:
LIPUTANRIAU.COM, PANGKALANKERINCI - SP (56) seorang petani warga desa Lalang Kabung kecamatan Pelalawan menggigil dan dihantui ketakutan ketika dirinya dituduh melakukan tindakan melawan hukum. Yang membuat ketakutan adalah berhadapan dengan seorang oknum mengaku wartawan berinisial NA.

Oknum berinisial NA ini sendiri diketahui memiliki kartu Pers salah satu media online terbitan Riau. Ula aksi inilah mengantarkan pelaku dibalik jeruji tahanan Mapolres Pelalawan.

Informasi yang dihimpun riauterkini.com bermula ketika korban SP memupuk kebun sawit miliknya yang berada di desa Lalang Kabung kecamatan Pelalawan dengan menggunakan abu sisa boiler. Tak pelak kala itu, oknum wartawan inisial NA ini melintas dia pun melihat korban memupuk.

Melihat korban, memupuk menggunakan abu boiler itu, NA berusaha mendatangi korban dan menghampirinya. Saat itu juga NA melancarkan aksinya, menuduh korban mencuri abu boiler itu.

Perselisihan antara korban dan pelaku pun terjadi. Berbekalkan kartu pers salah satu media, saat itu pelaku mengancam korban bakal melaporkan aksi pencurian abu boiler yang dituduh pelaku kepada korban.

Ancaman pelaku tersebut justru membuat korban ciut dan ketakutan. Melihat kondisi diatas angin justru dimamfaatkan pelaku memeras korban dengan meminta sejumlah uang.

Agar persoalan selesai, awalnya pelaku meminta uang tutup mulut senilai Rp 10 juta, akan tetapi korban hanya menyanggupi Rp 5 juta. Terjadi tawar menawar akhirnya di sepakati angka Rp 8 juta. Kala itu juga dicairkan korban Rp 5 juta dan sisanya menyusul Rp 3 juta. Pasalnya uang korban untuk melunasi dan harus ke Bank. Untuk melunasi sisa ini janjipun dibuat keesokan harinya guna pelunasan.

Keesokan harinya tepatnya Kamis (9/3/17) korban menghubungi pelaku untuk bertemu Bank BNI Cabang Pangkalan Kerinci Kerinci untuk mengambil uang dan akan melunasi sisa yang kemarin.

Akan tetapi korban sudah mengatur siasat menghubungi pihak kepolisiaan atas tindakan yang dialaminya. Saat akan ada traksaksi pelaku dicokok anggota Polres Pelalawan dan digelandang ke Mapolres Pelalawan.

Kapolres Pelalawan AKBP Ari Wibowo melalui Humas Bripka Veri Firmansyah membenarkan peristiwa ini. Saat ini pelaku merupakan oknum wartawan sudah diamankan untuk diproses.***(rtc)
  BacaJuga
  • Ahli Bahasa Sebut 'Dibohongi' Tidak Penting, Begini Reaksi Jaksa

    Rabu, 29 Mar 2017 19:05

    Liputanriau-JAKARTA-Jaksa penuntut umum mempermasalahkah keterangan ahli bahasa dari Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, Bambang Kaswanti Purwo, yang menyatakan kata 'dibohongi' saat Basu

  • PPP Putuskan Dukung Ahok-Djarot karena Alasan Politis

    Rabu, 29 Mar 2017 05:09

    Liputanriau-JAKARTA-Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Syaifullah Tamliha menegaskan partainya sudah bulat memberikan dukungan kepada pasangan calon (paslon) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tj

  • DPRD Riau: Aksi Sonny Menistakan Agama Lebih Parah dari Ahok

    Jumat, 24 Mar 2017 17:20

    LIPUTANRIAU.COM, PEKANBARU - Diringkusnya pelaku penistaan agama Sonny Suasono Pangabean yang merupakan warga Pandau kecamatan Siakhulu Kampar, oleh Polda Riau, menumbuhkan harapan kepada aparat untuk

  • Ahli Bahasa Tim Ahok Beda Pendapat dengan Saksi JPU Terkait Kata 'Pakai'

    Selasa, 21 Mar 2017 15:01

    Liputanriau-JAKARTA-Saksi ahli bahasa dari tim kuasa hukum Ahok, Rahayu Surtiati berbeda pendapat dengan saksi ahli bahasa yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan sebelumnya. Rahayu b

  • Sidang Ahok, Kuasa Hukum Minta Pemeriksaan Ahli Sampai 18 April

    Selasa, 21 Mar 2017 14:56

    Liputanriau-JAKARTA-Tim kuasa hukum terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memohon kepada majelis hakim agar sidang pemeriksaan saksi ahli digelar sampai 18 April 2017."

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.