• Home
  • Hukrim
  • Penyelundupan 300 Kardus Rokok Ilegal di Meranti Rugikan Negara Rp1 Miliar

Penyelundupan 300 Kardus Rokok Ilegal di Meranti Rugikan Negara Rp1 Miliar

Rabu, 08 Mar 2017 14:30
Dibaca: 282 kali
BAGIKAN:
LIPUTANRIAU.COM, PEKANBARU - Pengungkapan 300 kardus rokok tanpa cukai dan tanpa kelengkapan dokumen di Perairan Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti KP IV-2003, Selasa (7/3/2017) dinihari kemarin, diperkirakan telah merugikan negara dengan jumlah kerugian mencapai Rp1 miliar.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara ketika menggelar jumpa pers di Dit Pol Air Polda Riau, Rabu (8/3/2017). Jenderal bintang dua ini menjelaskan, ratusan kardus rokok ilegal itu sendiri merupakan barang selundupan asal Batam yang memang direncanakan tersangka untuk dijual kembali di daerah Selat Panjang dan sekitarnya. Dalam pengungkapan itu sendiri, sambungnya, turut diamankan pula satu tersangka Jhony (35), warga Jalan Imam Bonjol, Selat Panjang Kota.

"Ada 300 kardus besar rokok selundupan yang kita amankan dari tersangka. Kerugian negara bila rokok-rokok ini diberi pita cukai bisa mencapai kurang lebih Rp1 milliar," ujarnya didampingi Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo dan sejumlah perwira Dit Pol Air Polda Riau.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka juga selalu memanfaatkan modus pada waktu tengah malam atau dinihari. Melihat kelalaian petugas ketika sudah melonggarkan penjagaan dan kemudian menggunakan pelabuhan 'tikus' sebagai akses transportasi.

"Pemodalnya masih kita telusuri. Nantinya kita pasti koordinasikan hal ini dengan Bea Cukai. Apakah ratusan rokok ilegal ini akan dimusnahkan atau mungkin dimintakan cukainya supaya negara tidak rugi. Kita akan koordinasikan juga ke JPU," tuturnya.

Raup Untung Sampai Rp40 Juta

Di sela kesempatannya, Zulkarnain menambahkan, bisnis penjualan rokok selundupan atau ilegal tersebut memberikan untung yang terbilang besar bagi tersangka. Tersangka bahkan bisa meraup pundi-pundi rupiah mencapai Rp40 juta.

Sementara itu, tersangka Jhoni ketika diinterogasi oleh Kapolda Riau, mengaku, membeli satu slop rokok ilegal itu seharga Rp38 ribu. Kemudian dijualnya kembali per slop seharga Rp40 ribu.

"Baru dua kali (menjual rokok selundupan). Pertama kali bulan Februari lalu. Per slop rokok ini saya ngambil untung Rp2 ribu. Kalau semuanya (300 dus rokok ilegal) rencananya mau saya jual Rp40 juta," pungkasnya. ***(rtc)
Editor: Riki

  BacaJuga
  • Polda Riau Bantah Paksa Neno Warisman Pulang

    Minggu, 26 Agu 2018 02:41

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Aktivis Neno Warisman mengaku dipulangkan paksa oleh aparat setempat dari Pekanbaru, Riau. Polisi memberikan penjelasan mengenai insiden tersebut."Ndak lah (dipa

  • Teroris di Unri Memiliki Hubungan Dekat dengan Penyerang Mapolda Riau

    Senin, 04 Jun 2018 22:25

    Liputanriau.com, Pekanbaru -Kepolisian Daerah Riau mengungkap hubungan antara Muhammad Nur Zamzam, terduga teroris yang ditangkap di Universitas Riau dengan pentolan Jamaah Ansharut Dhaulah (JAD) Murs

  • Jenazah Seorang Pelaku Penyerangan Mapolda Riau Dimakamkan di Desa Pasiran

    Sabtu, 19 Mei 2018 14:57

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Jenazah pelaku penyerangan Mapolda Riau, Mursalim alias Pak Ngah akhirnya dimakamkan di Desa Pasiran Kecamatan Bantan. Mursalin dimakamkan sekitar pukul 09.00 WIB, Sa

  • Tembak 3 Teroris di Mapolda Riau, Kombes Rudi Dapat Pin Emas Kapolri

    Kamis, 17 Mei 2018 14:30

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada dua personel Polda Riau yang berhasil melumpuhkan empat terduga teroris ya

  • Kapolri: 8 Orang Ditangkap Terkait Serangan Teroris di Mapolda Riau

    Kamis, 17 Mei 2018 14:27

    Liputanriau.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, delapan orang ditangkap di sejumlah daerah di Provinsi Riau pascaserangan teroris di Markas Polda Riau."Kelanjutan kasus ini,

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.