• Home
  • Hukrim
  • Penyelundupan 300 Kardus Rokok Ilegal di Meranti Rugikan Negara Rp1 Miliar

Penyelundupan 300 Kardus Rokok Ilegal di Meranti Rugikan Negara Rp1 Miliar

Rabu, 08 Mar 2017 14:30
Dibaca: 269 kali
BAGIKAN:
LIPUTANRIAU.COM, PEKANBARU - Pengungkapan 300 kardus rokok tanpa cukai dan tanpa kelengkapan dokumen di Perairan Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti KP IV-2003, Selasa (7/3/2017) dinihari kemarin, diperkirakan telah merugikan negara dengan jumlah kerugian mencapai Rp1 miliar.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara ketika menggelar jumpa pers di Dit Pol Air Polda Riau, Rabu (8/3/2017). Jenderal bintang dua ini menjelaskan, ratusan kardus rokok ilegal itu sendiri merupakan barang selundupan asal Batam yang memang direncanakan tersangka untuk dijual kembali di daerah Selat Panjang dan sekitarnya. Dalam pengungkapan itu sendiri, sambungnya, turut diamankan pula satu tersangka Jhony (35), warga Jalan Imam Bonjol, Selat Panjang Kota.

"Ada 300 kardus besar rokok selundupan yang kita amankan dari tersangka. Kerugian negara bila rokok-rokok ini diberi pita cukai bisa mencapai kurang lebih Rp1 milliar," ujarnya didampingi Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo dan sejumlah perwira Dit Pol Air Polda Riau.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka juga selalu memanfaatkan modus pada waktu tengah malam atau dinihari. Melihat kelalaian petugas ketika sudah melonggarkan penjagaan dan kemudian menggunakan pelabuhan 'tikus' sebagai akses transportasi.

"Pemodalnya masih kita telusuri. Nantinya kita pasti koordinasikan hal ini dengan Bea Cukai. Apakah ratusan rokok ilegal ini akan dimusnahkan atau mungkin dimintakan cukainya supaya negara tidak rugi. Kita akan koordinasikan juga ke JPU," tuturnya.

Raup Untung Sampai Rp40 Juta

Di sela kesempatannya, Zulkarnain menambahkan, bisnis penjualan rokok selundupan atau ilegal tersebut memberikan untung yang terbilang besar bagi tersangka. Tersangka bahkan bisa meraup pundi-pundi rupiah mencapai Rp40 juta.

Sementara itu, tersangka Jhoni ketika diinterogasi oleh Kapolda Riau, mengaku, membeli satu slop rokok ilegal itu seharga Rp38 ribu. Kemudian dijualnya kembali per slop seharga Rp40 ribu.

"Baru dua kali (menjual rokok selundupan). Pertama kali bulan Februari lalu. Per slop rokok ini saya ngambil untung Rp2 ribu. Kalau semuanya (300 dus rokok ilegal) rencananya mau saya jual Rp40 juta," pungkasnya. ***(rtc)
Editor: Riki

  BacaJuga
  • Banyak Artis Terjerat Narkoba

    Minggu, 18 Feb 2018 16:49

    Liputanriau.com, Jakarta - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, tidak semua artis berhubungan dengan narkoba. Soal sederet ar

  • Polisi Tangkap Tio Pakusadewo Terkait Kasus Narkoba

    Jumat, 22 Des 2017 14:24

    Liputanriau.com, Jakarta - Artis peran Tio Pakusadewo kembali terjerat dalam kasus narkoba. Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Suwondo Nainggolan membenarkan artis kawakan itu tertangkap karena

  • Selain Dipecat, Pilot Lion Air Terancam 12 Tahun Penjara

    Kamis, 07 Des 2017 17:28

    Liputanriau.com, Kupang - Pilot Lion Air JT 924, MS, yang ditangkap karena mengkonsumsi narkoba jenis sabu, terancam hukuman 4-12 tahun penjara. Pelaku ditangkap aparat kepolisian resor Kupang Kota, N

  • Dikejar BNN, Mobil Bawa 30 Kg Sabu Terperosok ke Selokan

    Minggu, 05 Nov 2017 19:57

    Liputanriau.com, Aceh - Terjadi kejar-kejaran antara Petugas Badan Narkotika Nasional dengan bandar narkoba jenis sabu 30 kilogram jaringan internasional.Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderap Po

  • Jokowi Instruksikan Tembak di Tempat jika Bandar Narkoba Melawan

    Selasa, 03 Okt 2017 16:03

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta jajaran kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk bertindak tegas terhadap pengedar dan bandar narkoba.Jika diperlukan, Jokowi meminta

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.