• Home
  • Hukrim
  • Penyelundupan 300 Kardus Rokok Ilegal di Meranti Rugikan Negara Rp1 Miliar

Penyelundupan 300 Kardus Rokok Ilegal di Meranti Rugikan Negara Rp1 Miliar

Rabu, 08 Mar 2017 14:30
Dibaca: 26 kali
BAGIKAN:
LIPUTANRIAU.COM, PEKANBARU - Pengungkapan 300 kardus rokok tanpa cukai dan tanpa kelengkapan dokumen di Perairan Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti KP IV-2003, Selasa (7/3/2017) dinihari kemarin, diperkirakan telah merugikan negara dengan jumlah kerugian mencapai Rp1 miliar.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara ketika menggelar jumpa pers di Dit Pol Air Polda Riau, Rabu (8/3/2017). Jenderal bintang dua ini menjelaskan, ratusan kardus rokok ilegal itu sendiri merupakan barang selundupan asal Batam yang memang direncanakan tersangka untuk dijual kembali di daerah Selat Panjang dan sekitarnya. Dalam pengungkapan itu sendiri, sambungnya, turut diamankan pula satu tersangka Jhony (35), warga Jalan Imam Bonjol, Selat Panjang Kota.

"Ada 300 kardus besar rokok selundupan yang kita amankan dari tersangka. Kerugian negara bila rokok-rokok ini diberi pita cukai bisa mencapai kurang lebih Rp1 milliar," ujarnya didampingi Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo dan sejumlah perwira Dit Pol Air Polda Riau.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka juga selalu memanfaatkan modus pada waktu tengah malam atau dinihari. Melihat kelalaian petugas ketika sudah melonggarkan penjagaan dan kemudian menggunakan pelabuhan 'tikus' sebagai akses transportasi.

"Pemodalnya masih kita telusuri. Nantinya kita pasti koordinasikan hal ini dengan Bea Cukai. Apakah ratusan rokok ilegal ini akan dimusnahkan atau mungkin dimintakan cukainya supaya negara tidak rugi. Kita akan koordinasikan juga ke JPU," tuturnya.

Raup Untung Sampai Rp40 Juta

Di sela kesempatannya, Zulkarnain menambahkan, bisnis penjualan rokok selundupan atau ilegal tersebut memberikan untung yang terbilang besar bagi tersangka. Tersangka bahkan bisa meraup pundi-pundi rupiah mencapai Rp40 juta.

Sementara itu, tersangka Jhoni ketika diinterogasi oleh Kapolda Riau, mengaku, membeli satu slop rokok ilegal itu seharga Rp38 ribu. Kemudian dijualnya kembali per slop seharga Rp40 ribu.

"Baru dua kali (menjual rokok selundupan). Pertama kali bulan Februari lalu. Per slop rokok ini saya ngambil untung Rp2 ribu. Kalau semuanya (300 dus rokok ilegal) rencananya mau saya jual Rp40 juta," pungkasnya. ***(rtc)
Editor: Riki

  BacaJuga
  • Ahli Bahasa Sebut 'Dibohongi' Tidak Penting, Begini Reaksi Jaksa

    Rabu, 29 Mar 2017 19:05

    Liputanriau-JAKARTA-Jaksa penuntut umum mempermasalahkah keterangan ahli bahasa dari Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, Bambang Kaswanti Purwo, yang menyatakan kata 'dibohongi' saat Basu

  • PPP Putuskan Dukung Ahok-Djarot karena Alasan Politis

    Rabu, 29 Mar 2017 05:09

    Liputanriau-JAKARTA-Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Syaifullah Tamliha menegaskan partainya sudah bulat memberikan dukungan kepada pasangan calon (paslon) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tj

  • DPRD Riau: Aksi Sonny Menistakan Agama Lebih Parah dari Ahok

    Jumat, 24 Mar 2017 17:20

    LIPUTANRIAU.COM, PEKANBARU - Diringkusnya pelaku penistaan agama Sonny Suasono Pangabean yang merupakan warga Pandau kecamatan Siakhulu Kampar, oleh Polda Riau, menumbuhkan harapan kepada aparat untuk

  • Ahli Bahasa Tim Ahok Beda Pendapat dengan Saksi JPU Terkait Kata 'Pakai'

    Selasa, 21 Mar 2017 15:01

    Liputanriau-JAKARTA-Saksi ahli bahasa dari tim kuasa hukum Ahok, Rahayu Surtiati berbeda pendapat dengan saksi ahli bahasa yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan sebelumnya. Rahayu b

  • Sidang Ahok, Kuasa Hukum Minta Pemeriksaan Ahli Sampai 18 April

    Selasa, 21 Mar 2017 14:56

    Liputanriau-JAKARTA-Tim kuasa hukum terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memohon kepada majelis hakim agar sidang pemeriksaan saksi ahli digelar sampai 18 April 2017."

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.