• Home
  • Hukrim
  • Penyelundupan 300 Kardus Rokok Ilegal di Meranti Rugikan Negara Rp1 Miliar

Penyelundupan 300 Kardus Rokok Ilegal di Meranti Rugikan Negara Rp1 Miliar

Rabu, 08 Mar 2017 14:30
Dibaca: 61 kali
BAGIKAN:
LIPUTANRIAU.COM, PEKANBARU - Pengungkapan 300 kardus rokok tanpa cukai dan tanpa kelengkapan dokumen di Perairan Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti KP IV-2003, Selasa (7/3/2017) dinihari kemarin, diperkirakan telah merugikan negara dengan jumlah kerugian mencapai Rp1 miliar.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara ketika menggelar jumpa pers di Dit Pol Air Polda Riau, Rabu (8/3/2017). Jenderal bintang dua ini menjelaskan, ratusan kardus rokok ilegal itu sendiri merupakan barang selundupan asal Batam yang memang direncanakan tersangka untuk dijual kembali di daerah Selat Panjang dan sekitarnya. Dalam pengungkapan itu sendiri, sambungnya, turut diamankan pula satu tersangka Jhony (35), warga Jalan Imam Bonjol, Selat Panjang Kota.

"Ada 300 kardus besar rokok selundupan yang kita amankan dari tersangka. Kerugian negara bila rokok-rokok ini diberi pita cukai bisa mencapai kurang lebih Rp1 milliar," ujarnya didampingi Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo dan sejumlah perwira Dit Pol Air Polda Riau.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka juga selalu memanfaatkan modus pada waktu tengah malam atau dinihari. Melihat kelalaian petugas ketika sudah melonggarkan penjagaan dan kemudian menggunakan pelabuhan 'tikus' sebagai akses transportasi.

"Pemodalnya masih kita telusuri. Nantinya kita pasti koordinasikan hal ini dengan Bea Cukai. Apakah ratusan rokok ilegal ini akan dimusnahkan atau mungkin dimintakan cukainya supaya negara tidak rugi. Kita akan koordinasikan juga ke JPU," tuturnya.

Raup Untung Sampai Rp40 Juta

Di sela kesempatannya, Zulkarnain menambahkan, bisnis penjualan rokok selundupan atau ilegal tersebut memberikan untung yang terbilang besar bagi tersangka. Tersangka bahkan bisa meraup pundi-pundi rupiah mencapai Rp40 juta.

Sementara itu, tersangka Jhoni ketika diinterogasi oleh Kapolda Riau, mengaku, membeli satu slop rokok ilegal itu seharga Rp38 ribu. Kemudian dijualnya kembali per slop seharga Rp40 ribu.

"Baru dua kali (menjual rokok selundupan). Pertama kali bulan Februari lalu. Per slop rokok ini saya ngambil untung Rp2 ribu. Kalau semuanya (300 dus rokok ilegal) rencananya mau saya jual Rp40 juta," pungkasnya. ***(rtc)
Editor: Riki

  BacaJuga
  • Ditres Narkoba Polda Riau Ringkus Pemilik 38 Kilogram Ganja

    Rabu, 24 Mei 2017 15:59

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Personil Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Riau meringkus seorang pria Fernando (27), asal Sumatera Utara (Sumut) yang membawa dan menyimpan 38 kilogram (Kg) ganja

  • Duterte Ancam Penggal Kepala Aktivis Anti Perang Narkoba

    Sabtu, 20 Mei 2017 13:41

    Liputanriau.com, Manila - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengancam memenggal kepala aktivis hak asasi manusia yang mengkritik perangnya terhadap narkoba.Ancaman itu disampaikan presiden Duterte sa

  • Rapper Iwa K Ditangkap, Polisi: BNN yang Menentukan Rehabilitasi

    Senin, 01 Mei 2017 13:11

    Liputanriau, Tangerang - Kepala Kepolisian Resor Bandar Udara Soekarno-Hatta Komisaris Besar Arief Rachman mengatakan pihaknya telah menerima surat pengajuan rehabilitasi dari rapper Iwa Kusuma alias

  • Polisi Buru Penyuplai Ganja untuk Iwa K

    Sabtu, 29 Apr 2017 13:42

    Polisi buru penyuplai ganja kepada penyanyi Iwa Kusuma atau Iwa K. Iwa K diamankan polisi di Bandara Soekarno Hatta, Banten, karena diduga membawa ganja pada Sabtu (29/4/2017) pagi."Masih dalam proses

  • Kapolda Riau Ultimatum Tuntaskan 'Kampung Narkoba' Pekanbaru

    Jumat, 28 Apr 2017 15:01

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Kepala Kepolisian Daerah Riau, Irjen Pol Zulkarnain mengultimatum jajarannya untuk menuntaskan permasalahan narkotik dan obat-obatan terlarang di Kelurahan Kampung Dalam,

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.