• Home
  • Hukrim
  • Polisi Tangkap Pemilik Somel di Kuansing Karena Jual Kayu Bulat dan Olahan Tanpa Izin

Polisi Tangkap Pemilik Somel di Kuansing Karena Jual Kayu Bulat dan Olahan Tanpa Izin

Jumat, 14 Apr 2017 11:01
Dibaca: 37 kali
BAGIKAN:
Antara

PEKANBARU - Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kuantan Singingi, Provinsi Riau mengamankan pemilik usaha pemotongan kayu olahan atau "Sawmill" yang diduga didapat secara tidak sah atau "ilegal" hasil pembalakan liar.

"Hasil kordinasi dengan Pegawai Balai Pemantauan Pemanfaatan Hutan Produksi (BPPHP) di Pekanbaru pengolahan kayu di sawmill tersebut merupakan kegiatan ilegal," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, Kamis (13/4/2017).

Awalnya pada Sabtu (8/4) di Desa Aur Duri Kecamatan Kuantan Mudik telah ditemukan kegiatan usaha pengolahan kayu. Ditemukan juga beberapa kayu bulat dan kayu olahan dengan pemilik inisial AN. Dalam pengakuannya AN memiliki dokumen kegiatan usaha pengolahan kayu. Itu berupa satu lembar Izin Gangguan yang diterbitkan oleh Kepala Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal serta 19 lembar Surat Asal Kayu.

Kemudian berdasarkan koordonasi dengan BPHP, dikatakan bahwa kegiatan itu ilegal karena usaha mengangkut kayu dari hutan memiliki izin khusus. Yakni mengacu kepada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.85/Menlhk/Setjen/Kum.1/11/2016, tentang pengangkutan hasil hutan kayu budidaya yang berasal dari hutan hak.

Atas dasar itu, terdapat dugaan tindak pidana menguasai, memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi secara bersama sama dengan Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH). Atau tindak pidana memanfaatkan hasil hutan kayu yang diduga berasal dari hasil pembalakan liar atau membeli, mengolah hasil hutan kayu yang berasal dari kawasan hutan yang diambil atau dipungut secara tidak sah.

"Perbuatan AA adalah melanggar hukum, sebagaimana diatur dalam rumusan Pasal 83 ayat (1) huruf b Jo Pasal 12 huruf e  atau Pasal 83 ayat (1) huruf c Jo Pasal 12 huruf h atau Pasal 87 ayat (1) huruf b Jo Pasal 12 huruf l  Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Jo Pasal 55 KUH.Pidana," ungkap Guntur.

Kemudian polisi memgamankan barang bukti dari tempat tersebut diantaranya 50 tual kayu bulat dan 218 batang kayu olahan. "Masih tertinggal 70 tual kayu bulat dan masih sedang dilakukan pengangkutan," pungkasnya.

Sumber: Antarariau.com

  BacaJuga
  • Kapolda Riau Ultimatum Tuntaskan 'Kampung Narkoba' Pekanbaru

    Jumat, 28 Apr 2017 15:01

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Kepala Kepolisian Daerah Riau, Irjen Pol Zulkarnain mengultimatum jajarannya untuk menuntaskan permasalahan narkotik dan obat-obatan terlarang di Kelurahan Kampung Dalam,

  • Bekuk Sindikat Narkotika Aceh, Bea Cukai Sita 29.427 Butir Pil Ekstasi

    Jumat, 28 Apr 2017 10:30

    JAKARTA - Bea Cukai bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polda Sumatera Selatan menggagalkan penyelundupan narkotika pada Rabu 26 April 2017. Empat tersangka berinisial K, HP, AA

  • Antar Shabu ke Laundry, Pria di Salo Kampar Ini Diciduk Polisi

    Rabu, 26 Apr 2017 22:28

    SALO - Anggota Opsnal Sat Narkoba Polres Kampar telah melakukan penangkapan terhadap AA (38) pelaku penyalahgunaan Narkotika jenis shabu-shabu, Rabu (26/4/2017) pukul 10.00 WIB di Jalan Prof Yamin SH

  • BNN: 11 Negara Suplai Sabu ke Indonesia

    Sabtu, 22 Apr 2017 15:29

    Liputanriau.com, Malang - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso mengatakan, narkoba jenis sabu yang beredar di Indonesia disuplai dari 11 negara dan dikendalikan oleh 72 jaringan in

  • Pabrik Narkoba di Depok Bisa Bikin 20 Kg Sabu per Produksi

    Rabu, 12 Apr 2017 14:45

    Liputanriau.com, Depok - Pabrik narkoba di Cinere, Depok, diperkirakan bisa membuat sabu kualitas terbaik sekitar 15-20 Kg sekali produksi. Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Inspekt

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.