• Home
  • Hukrim
  • Rampok Tembak Mati Korbannya di Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang, Ini Identitas Korban..

Rampok Tembak Mati Korbannya di Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang, Ini Identitas Korban..

Senin, 17 Apr 2017 08:44
Dibaca: 371 kali
BAGIKAN:
PEKANBARU - Dua orang terduga pelaku perampokan bersenjata api di Jalan Lintas Pekanbaru-Bangkinang Provinsi Riau, tega menghabisi nyawa korbannya Abu Samah (60), usai pulang mengutip uang, Ahad (16/4/2017) petang.

Penjual barang harian (Nganvas, red) ke warung-warung itu meninggal dunia dengan dua luka tembakan yang kabarnya tepat mengenai punggung dan leher. Ahad petang yang nahas tersebut, Abu disebut-sebut baru pulang mengutip uang.

Uang ini lah yang diduga jadi sasaran pelaku. Mereka mengejar Abu yang tengah berkendara dengan sepeda motor. Tanpa ampun, korban ditembak hingga akhirnya terjatuh. Ketika itu satu peluru lagi 'dimuntahkan' ke tubuh korban.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kabarnya kedua perampok tersebut belum sempat membawa lari uang korban yang disimpannya di dalam kantong plastik kresek. Melihat Abu tergeletak bersimbah darah, bandit sadis itu langsung kabur mengarah ke Kota Pekanbaru.

Namun seperti apa pastinya, pihak kepolisian belum menjelaskan detil, termasuk berapa jumlah uang yang saat itu dibawa korban. Aparat berwajib kini sedang fokus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga berjumlah dua orang ini.

Polisi mengatakan, saksi mata di lokasi kejadian sempat mendengar suara letusan senjata api. Awalnya orang-orang mengira kalau Abu Samah adalah korban tabrak lari, namun rupanya peristiwa ini upaya percobaan perampokan.

Kapolres Kampar AKBP Edi Sumardi Priadinata yang dikonfirmasi Ahad tengah malam membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya, kata Edi, sampai kini masih melakukan perburuan terhadap para pelaku.

Sementara pantauan di RS Bhayangkara Polda Riau Jalan Kartini, otopsi terhadap jasad korban masih dilakukan hingga Senin (17/4/2017) dini hari. Tampak keluarga masih menunggu di luar, dekat Instalasi Forensik dan Perawatan Jenazah.

Dikutip goriau.com, Abu disasar perampok sewaktu dalam perjalanan di Jalan Lintas Pekanbaru-Bangkinang, Kabupaten Kampar menuju Pekanbaru. Sadar dirinya jadi sasaran penjahat, Abu sempat berusaha tancap gas dengan maksud melarikan diri.

Melihat reaksi itu, senjata api milik pelaku akhirnya 'menyalak', diduga tepat mengenai punggungnya. Dalam kondisi terluka ini korban masih sempat berusaha kabur, hingga akhirnya terjatuh dari sepeda motornya.

Ketika itu meletus satu tembakan lagi yang mengarah ke tubuh korban. Abu pun akhirnya tak berdaya. Darah segar mengucur akibat dua luka tembakan yang diarahkan padanya. Ia akhirnya meregang nyawa dalam peristiwa tersebut.

Jasad korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk menjalani otopsi. Sampai pukul 23.00 WIB, jasad korban masih diotopsi di Instalasi Forensik dan Perawatan Jenazah RS Bhayangkara, Jalan Kartini Kota Pekanbaru.

"Anggota kita masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut. Kejadiannya di Kecamatan Tambang. Kasusnya sedang ditangani," jawab AKBP Edi Sumardi, Ahad tengah malam.

Abu Samah diketahui berdomisili di Tenayan Raya Pekanbaru. Dia meregang nyawa usai ditembak perampok di Jalan Lintas Pekanbaru-Bangkinang, Ahad (16/4/2017) petang tadi sekitar pukul 18.15 WIB. Korban menghembuskan nafas terakhir setelah ditembak dua kali oleh perampok di punggung dan lehernya.

Petang nahas itu, Abu kabarnya baru pulang mengutip uang. Dalam perjalanan menuju Pekanbaru (dari Kampar) dirinya dikejar penjahat. Korban sempat berupaya lari sehingga pelaku nekat menembak punggungnya satu kali.

"Kejadiannya di Jalan Raya Lintas Pekanbaru-Bangkinang. Saksi sempat melihat dari jauh korban membawa motor oleng dan bergerak ke kiri lalu jatuh. Awalnya diduga tabrak lari," ujar Kapolres Kampar, AKBP Edi Sumardi Priadinata menjelaskan.

Dikatakan Kapolres, pihaknya sudah mengamankan barang bukti berupa sepeda motor Supra X. Kini jajarannya tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Abu sendiri sehari-hari merupakan penjual barang harian ke warung-warung (Nganvas, red), mulai dari garam dan lain sebagainya.
Editor: Riki

  BacaJuga
  komentar Pembaca
Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.