• Home
  • Hukrim
  • Sempat Melawan, Andi Lala Otak Pembunuhan Keji Akhirnya Tertangkap

Sempat Melawan, Andi Lala Otak Pembunuhan Keji Akhirnya Tertangkap

Sabtu, 15 Apr 2017 16:06
Dibaca: 260 kali
BAGIKAN:
Tribunnews
Andi Matalata alias Andi Lala tersangka pembunuh keluarga Riyanto.

Liputanriau.com, Medan - Andi Matala alias Andi Lala (35) otak pelaku pembunuhan satu keluarga di Jl Kayu Putih, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli akhirnya ditangkap.

Tersangka dibekuk di Jl Lintas Rengat tepatnya di Desa Pekan Tua, Kecamatan Kempes, Kabupaten Indra Giri Hilir, Riau, Sabtu (15/4/3017) dinihari.

Dari informasi diperoleh, tersangka Andi Lala melawan saat ditangkap. Dikabarkan, Andi Lala dihadiahi timah panas petugas gabungan.

Menurut informasi, petugas melakukan pengintaian sejak pukul 21.00 WIB, Jumat (14/4/2017). Namun, karena di dekat lokasi penangkapan ada pesta, petugas menunda penangkapan hingga pukul 04.00 WIB.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting mengaku belum dapat informasi. Katanya, ia belum menerima laporan resmi dari Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu.

"Saya belum terima laporannya. Nanti kalau sudah ada laporannya, akan saya informasikan lebih lanjut ya," ungkap Rina singkat.

Disinggung soal kabar Andi Lala dihadiahi timah panas, Rina juga mengaku belum menerima informasi lanjutannya.

Terduga pelaku pembantaian satu keluarga Andi Syahputra dan Irwansyah ditangkap oleh pihak kepolisian, mereka diduga merupakan kaki tangan Andi Lala saat menghabisi keluarga Riyanto.

Menilik Aksi Keji Andi Lala

Ternyata Andi Lala (34) mengincar harga bagi hasil yang lebih besar lagi dari keluarga Riyanto saat mendatangi kediamannya dini hari hingga tega membantai satu keluarga.

Tak tangung-tanggung, Andi Lala si pembunuh keji yang kini ditetapkan sebagai tersangka mengincar uang Rp 500 juta milik Riyanto dari hasil penjualan tanah.

Dari keterangan Andi Saputra, motif dibalik perampokan dan pembunuhan itu lantaran korban diduga baru menjual tanah senilai Rp 500 juta.

Andi Lala sebagai otak pembunuhan dan kedua tersangka yang sudah ditangkap Andi Saputra, dan Roni tega menghabisi nyawa satu keluarga Riyanto, 40; Sri Aryani, 35; Syifa Fadilla Inaya, 13; Gilang Dwi Laksono, 8, Sumarni, 60; dan Kinara, 4 (selamat).

Para korban tewas di kediaman yang beralamat di Jalan Mangaan/Kayu Putih, Lorong Benteng, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Minggu (9/4/2017) dini hari.

Uang sebesar itu milik Riyanto merupakan hasil penjualan tanah untuk pembangunan jalan tol Medan-Tebingtinggi yang diduga pelaku disimpan korban di rumahnya.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara Komisaris Besar (Kombes) Pol Rina Sari Ginting mengatakan, dari keterangan pelaku yang sudah tertangkap dan ditetapkan menjadi tersangka, yakni Roni , 21, dan Andi Saputra, 27, terungkap otak penggerak aksi pembunuhan Andi Lala, 34,

Ingin Kuasai Uang Korban.

Pelaku Andi Lala beranggapan korban saat itu sedang menyimpan uang sebesar itu di rumahnya.

"Pelaku mengetahui korban baru saja menjual tanah warisan senilai Rp500 juta. Sehingga pelaku berniat untuk mengambilnya. Ternyata uang di dalam rumah itu hanya ada Rp25 juta dan sejumlah perhiasan," papar Rina di Markas Polda Sumut, Medan, Rabu (12/4).

Dari hasil perampokan yang sudah direncanakan sekaligus pembunuhan.

Roni baru menerima pembagian dari Andi Lala senilai Rp300.000 dan satu buah telepon seluler milik korban.

"Tersangka Roni baru dapat uang Rp300.000 dan ponsel. Setelah itu, mereka (pelaku) sudah langsung berpencar melarikan diri. Untuk lebih jelasnya, nantilah dibeberkan setelah Andi Lala berhasil ditangkap," kata Rina.

Motif pelaku ingin menguasai harta korban sebelumnya juga sempat disampaikan keluarga Riyanto.

Saripon, adik Sumarni, sebelumnya menjelaskan, Andi Lala belum lama menikmati uang hasil ganti rugi tanah orang tuanya di Desa Penggalangan Sei Rampah, yang terkena dampak pembangunan tol Medan-Tebingtinggi.

"Dari ganti rugi sebesar Rp900 juta, uangnya habis, tidak tersisa. Keluarga kandungnya yang lain hanya mendapat sedikit," ucapnya.

Meski tak dapat memastikan, Saripon menduga Andi Lala mengincar sesuatu dari Riyanto.Mungkin saj memastikan, tapi dugaan saya surat tanah yang ada sama Riyanto jadi incaran Andi Lala," katanya. Soal surat tanah itu dibenarkan ayah Riyanto, Wagiman, 66.

Wagiman mengatakan surat atas tanah dan bangunan yang mereka tempati dipegang Riyanto.

"Memang surat tanah sama Riyanto, itu permintaan saya sendiri supaya Riyanto yang memegang," ucapnya.

Pria paruh baya itu membeberkan, surat tanah tersebut dengan luas 3.000 meter persegi yang mereka tempati saat ini.

Dengan lahan yang luas tersebut, surat tanah baru dipecah menjadi beberapa bagian. "Memang sudah dipecah suratnya, tapi masih beberapa. Kalau tidak salah baru dipecah empat," ujarnya mengakhiri.

Sumber: Tribunnews.com

  BacaJuga
  • Mudah, Sekarang Bayar Pajak Bisa Kapan Saja Dan Dimana Saja

    Rabu, 27 Sep 2017 09:35

    Liputanriau.com - PEKANBARU -  Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)  Kota Pekanbaru terus melakukan inovasi inovasi untuk mempermudah masyarakat untuk mmebayarkan kewajibannya sebagai warga neg

  • Sop & Sate Kambing "Cempaka"

    Selasa, 26 Sep 2017 19:08

    PEKANBARU -  Penikmat kuliner di Kota Pekanbaru sekarang tidak perlu bingung mencari makanan khas melayu yang bahan dasarnya dari daging kambing di Kota Pekanbaru.  Pasalnya saat ini sudah h

  • Perkosa Siswi SMP, Pria Mabuk Dibekuk Polisi

    Jumat, 05 Mei 2017 10:03

    SUNGGUMINASA - Im (16) seorang siswi SMP di Gowa Sulawesi Selatan, Kamis malam (4/5/2017) melapor ke petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gowa usai diperkosa seorang pria ya

  • Polres Rohul Angkut Motor Pelaku Balapan Liar

    Minggu, 09 Apr 2017 16:50

    PASIRPANGARAIAN - Suasana di sekitaran Masjid Agung Islamic Center Pasirpangaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sudah tidak nyaman, menyusul banyaknya pelaku balap liar alias Bali yang menggeber

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.