• Home
  • Hukrim
  • Separo Lebih, Pemborong Libas Duit Pembangunan RSS di Langgam

Ditetapkan Tersangka,

Separo Lebih, Pemborong Libas Duit Pembangunan RSS di Langgam

Minggu, 06 Nov 2016 14:10
Dibaca: 810 kali
BAGIKAN:
Foto Ilustrasi

Liputanriau.com-PELALAWAN- Bermain proyek pemerintah tidak selamannya berakhir indah. Salah-salah proses pekerjaan, apalagi mencari untung banyak harus berhadapan dengan penegak hukum.

Setidaknya begitulah yang dialami, oleh salah seorang pemborong inisial MAI alias Kolli warga Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam. Akibat proses pekerjaan proyek pembangunan Rumah Sehat Sederhana (RSS) di dinas Pekerjaan Umum (PU) Pelalawan tahun anggaran 2015 yang bersangkutan Polres Pelalawan sebagai tersangka. 

Tak tanggung-tanggung pagu proyek ini senilai Rp 900 juta lebih, tersangka sukses menilap uang negara hampir separoh. Dan ini pula akhirnya, memantapkan Polres Pelalawan yang bersangkutan sebagai tersangka.  

Alasan kuat jajaran Polres itu setelah menerima utuh hasil dari BPKP provinsi Riau terang perhitungan kerugian negara. Walhasil dari perhitungan kasar BPKP ini, jelas-jelas pembangunan RSS di kecamatan Langgam ini negara dirugikan Rp 410 juta.

Alas lain yang menjerat bersangkutan oleh Polres sebagai tersangka adalah melewati rangkaian penyelidikan memakan waktu cukup panjang. Penyidikan ini melibat pihak terkait seperti saksi ahli kontruksi. 

Semua saksi ahli, menyebut-nyebut ada penyimpangan yang dilakukan tersangka terhadap pembangunan RSS ini. "Ada beberapa alasan menjadi pertimabangan kita menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka. Pertama hasil audit BPKP dan penyelidikan melibatkan saksi ahli," terang Kapolres Pelalawan Ari Wibowo, Ahad (6/11/2016).

Kolli selaku pemborong kata Kapolres sudah ditetap sebagai tersangka pada tanggal 31 Oktober 2016. "Beliau satu pekan yang lalu sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Kita tunggu ajalah proses selanjutnya," tambah Kapolres. 

Ditempat terpisah, Penasehat Hukum tersangka Asep Ruhkyat berkeyakinan kuat tidak ada kerugian negara terhadap pembangunan RSS oleh kliennya. 

"Soalnya pembangunan sudah diserah terimakan dengan pemerintah, kita berkeyakinan tak ada kerugian negara disini," tandasnya singkat.(***)
  BacaJuga
  • Alfian Tanjung Divonis Bebas

    Rabu, 30 Mei 2018 17:18

    Liputanriau.com, Jakarta - Majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (30/5/2018), memvonis bebas terdakwa kasus ujaran kebencian Alfian Tanjung."Memutuskan terdakwa dibebaskan atas segala

  • Polisi Ciduk Dosen USU Yang Sebut Kasus Teror "Skenario"

    Minggu, 20 Mei 2018 15:26

    Liputanriau.com, Medan - Personel Cyrbercrime Polda Sumut menangkap seorang dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Himma Dewiyana Lubis karena status facebook. Himma menulis kasus serangan teroris di

  • Merasa Tak Bersalah Bos Saracen Ajukan Banding

    Minggu, 08 Apr 2018 15:32

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Kuasa hukum Jasriadi, Abdullah Alkatiri, menjelaskan alasan pihaknya mengajukan banding atas vonis 10 bulan penjara yang dijatuhkan hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru a

  • Bos Saracen Jasriadi Penjara 10 Bulan

    Jumat, 06 Apr 2018 15:32

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru memvonis bos Saracen Jasriadi dengan hukuman 10 bulan penjara atas tuduhan akses ilegal ke akun facebook seseorang. Jasriadi

  • Polisi Tangkap Pembuat Hoaks Jokowi, Mega hingga Prabowo

    Kamis, 08 Mar 2018 17:01

    Liputanriau.com, Jakarta - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri meringkus seorang pria berinisial KB (30) di Cakung, Jakarta Timur, Rabu (7/3/2018) tengah malam. Pria kurus berambut

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.