• Home
  • Hukrim
  • Separo Lebih, Pemborong Libas Duit Pembangunan RSS di Langgam

Ditetapkan Tersangka,

Separo Lebih, Pemborong Libas Duit Pembangunan RSS di Langgam

Minggu, 06 Nov 2016 14:10
Dibaca: 713 kali
BAGIKAN:
Foto Ilustrasi

Liputanriau.com-PELALAWAN- Bermain proyek pemerintah tidak selamannya berakhir indah. Salah-salah proses pekerjaan, apalagi mencari untung banyak harus berhadapan dengan penegak hukum.

Setidaknya begitulah yang dialami, oleh salah seorang pemborong inisial MAI alias Kolli warga Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam. Akibat proses pekerjaan proyek pembangunan Rumah Sehat Sederhana (RSS) di dinas Pekerjaan Umum (PU) Pelalawan tahun anggaran 2015 yang bersangkutan Polres Pelalawan sebagai tersangka. 

Tak tanggung-tanggung pagu proyek ini senilai Rp 900 juta lebih, tersangka sukses menilap uang negara hampir separoh. Dan ini pula akhirnya, memantapkan Polres Pelalawan yang bersangkutan sebagai tersangka.  

Alasan kuat jajaran Polres itu setelah menerima utuh hasil dari BPKP provinsi Riau terang perhitungan kerugian negara. Walhasil dari perhitungan kasar BPKP ini, jelas-jelas pembangunan RSS di kecamatan Langgam ini negara dirugikan Rp 410 juta.

Alas lain yang menjerat bersangkutan oleh Polres sebagai tersangka adalah melewati rangkaian penyelidikan memakan waktu cukup panjang. Penyidikan ini melibat pihak terkait seperti saksi ahli kontruksi. 

Semua saksi ahli, menyebut-nyebut ada penyimpangan yang dilakukan tersangka terhadap pembangunan RSS ini. "Ada beberapa alasan menjadi pertimabangan kita menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka. Pertama hasil audit BPKP dan penyelidikan melibatkan saksi ahli," terang Kapolres Pelalawan Ari Wibowo, Ahad (6/11/2016).

Kolli selaku pemborong kata Kapolres sudah ditetap sebagai tersangka pada tanggal 31 Oktober 2016. "Beliau satu pekan yang lalu sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Kita tunggu ajalah proses selanjutnya," tambah Kapolres. 

Ditempat terpisah, Penasehat Hukum tersangka Asep Ruhkyat berkeyakinan kuat tidak ada kerugian negara terhadap pembangunan RSS oleh kliennya. 

"Soalnya pembangunan sudah diserah terimakan dengan pemerintah, kita berkeyakinan tak ada kerugian negara disini," tandasnya singkat.(***)
  komentar Pembaca
Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.