• Home
  • Hukrim
  • Separo Lebih, Pemborong Libas Duit Pembangunan RSS di Langgam

Ditetapkan Tersangka,

Separo Lebih, Pemborong Libas Duit Pembangunan RSS di Langgam

Minggu, 06 Nov 2016 14:10
Dibaca: 572 kali
BAGIKAN:
Foto Ilustrasi

Liputanriau.com-PELALAWAN- Bermain proyek pemerintah tidak selamannya berakhir indah. Salah-salah proses pekerjaan, apalagi mencari untung banyak harus berhadapan dengan penegak hukum.

Setidaknya begitulah yang dialami, oleh salah seorang pemborong inisial MAI alias Kolli warga Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam. Akibat proses pekerjaan proyek pembangunan Rumah Sehat Sederhana (RSS) di dinas Pekerjaan Umum (PU) Pelalawan tahun anggaran 2015 yang bersangkutan Polres Pelalawan sebagai tersangka. 

Tak tanggung-tanggung pagu proyek ini senilai Rp 900 juta lebih, tersangka sukses menilap uang negara hampir separoh. Dan ini pula akhirnya, memantapkan Polres Pelalawan yang bersangkutan sebagai tersangka.  

Alasan kuat jajaran Polres itu setelah menerima utuh hasil dari BPKP provinsi Riau terang perhitungan kerugian negara. Walhasil dari perhitungan kasar BPKP ini, jelas-jelas pembangunan RSS di kecamatan Langgam ini negara dirugikan Rp 410 juta.

Alas lain yang menjerat bersangkutan oleh Polres sebagai tersangka adalah melewati rangkaian penyelidikan memakan waktu cukup panjang. Penyidikan ini melibat pihak terkait seperti saksi ahli kontruksi. 

Semua saksi ahli, menyebut-nyebut ada penyimpangan yang dilakukan tersangka terhadap pembangunan RSS ini. "Ada beberapa alasan menjadi pertimabangan kita menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka. Pertama hasil audit BPKP dan penyelidikan melibatkan saksi ahli," terang Kapolres Pelalawan Ari Wibowo, Ahad (6/11/2016).

Kolli selaku pemborong kata Kapolres sudah ditetap sebagai tersangka pada tanggal 31 Oktober 2016. "Beliau satu pekan yang lalu sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Kita tunggu ajalah proses selanjutnya," tambah Kapolres. 

Ditempat terpisah, Penasehat Hukum tersangka Asep Ruhkyat berkeyakinan kuat tidak ada kerugian negara terhadap pembangunan RSS oleh kliennya. 

"Soalnya pembangunan sudah diserah terimakan dengan pemerintah, kita berkeyakinan tak ada kerugian negara disini," tandasnya singkat.(***)
  BacaJuga
  • DPR: Penembakan Mobil Satu Keluarga Aksi Brutal Anggota Polisi

    Kamis, 20 Apr 2017 15:24

    JAKARTA - Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menilai insiden penembakan satu keluarga penumpang mobil di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan oleh anggota polisi sebagai sikap yang brutal dan berlebihan. Karen

  • Selama Buron, Otak Pembunuhan Satu Keluarga Selalu Berpindah Tempat

    Minggu, 16 Apr 2017 14:05

    Liputanriau.com, Medan - Selama jadi buronan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara, tersangka pelaku utama pembunuhan satu keluarga di Medan, Andi Matalata alias Andi Lala (35), berpindah-pindah.Na

  • Sempat Melawan, Andi Lala Otak Pembunuhan Keji Akhirnya Tertangkap

    Sabtu, 15 Apr 2017 16:06

    Liputanriau.com, Medan - Andi Matala alias Andi Lala (35) otak pelaku pembunuhan satu keluarga di Jl Kayu Putih, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli akhirnya ditangkap.Tersangka dibek

  • Dua Perampok yang Bunuh Sekeluarga Ditangkap

    Kamis, 13 Apr 2017 14:40

    Liputanriau.com, Medan - Polda Sumatera Utara baru menangkap dua pelaku perampokan disertai pembunuhan keluarga Rianto di Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina

  • Pemerintah Biaya Sekolah Korban Pembunuhan di Medan

    Rabu, 12 Apr 2017 14:47

    Liputanriau.com, Medan - Musibah yang menimpa K (4) terus mengundang perhatian dan empati masyarakat. Orang tua, abang dan kakak, serta neneknya tewas dalam pembunuhan sadis di rumah mereka di Jl Mang

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.