• Home
  • Hukrim
  • Tahanan Kabur Dipicu Dugaan Pemukulan dan Pungli di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru

Tahanan Kabur Dipicu Dugaan Pemukulan dan Pungli di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru

Sabtu, 06 Mei 2017 10:37
Dibaca: 150 kali
BAGIKAN:
Riauterkini.com
PEKANBARU - Lepas tengah hari kemarin, Jumat (5/5/17) Kota Pekanbaru dihebohkan dengan peristiwa kaburnya ratusan tahanan dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Pekanbaru di Jalan Sialang Bungkuk, kawasan Kulim. Sampai tengah malam sebanyak 140 tahanan kabur berhasil ditangkap dan dikembalikan ke tempatnya menunggu persidangan.

Sampai saat ini masih simpang-siur penyebab pemberontakan pecah di Rutan yang hanya dijejali lebih seribu tahanan tersebut, namun di media sosial beredar laporan sejumlah instansi terkait penyebab peristwa menghebohkan tersebut.

Seperti laporan yang disebut dari Kasat Bimbingan Masyarakat Polresta Pekanbaru kepada Kapolda Riau. Dalam laporan tersebut, kekacau bermula adanya bentrok di Blok C yang berisikan 100 tahanan. Petugas jaga bernama Wira lantas melerai bentrok tersebut, namun dalam melakukan tugas Wira memukul salah seorang tahanan.

Tindakan Wira tersebut langsung memicu kemarahan. Ratusan tahanan secara bersama-sama melakukan perusakan fasilitas Rutan dan pada akhirnya menjebol pintu samping dan melarikan diri.

Lebih lanjut, Kasat Binmas menyebutkan, bahwa berdasarkan penjelasan sejumlah tahanan kabur yang berhasil ditangkap, pemukulan yang dilakukan Wira merupakan puncak kemarahan para penghuni Rutan. Selama ini mereka juga mengaku sering mendapat perlakukan tidak manusiawi dari Kepala Petugas Jaga bernama Taufik.

Keluhan lain adalah adanya praktek pungutan liar atau Pungli dilakukan petugas, waktu ibadah dan besuk sangat terbatas dan ketersediaan air minim.

 Dalam laporannya tersebut, Kasat Binmas menyebut jumlah tahanan yang kabur sekitar 367 orang dari total penghuni sekitar 1.800 orang.

Selain laporan dari Kasat Binmas Polresta Pekanbaru, di media sosial juga beredar laporan resmi mengenai kronologi kaburnya ratusan tahanan dari Kepala Rutan Kelas II B Haryanto.

Dalam kronologis yang dibuat Haryanto juga disebutkan nama petugas jaga Wira sebagai pemicu kemarahan warga binaan. Mereka minta Wira dan Kepala Pengamanan Rutan (KPR) bernama Taufik dimutasi karena sering berlaku arogan.

Sampai saat ini belum ada konfirmasi resmi terkait kebenaran laporan dan dokumen kronologis yang sudah beredar di media sosial tersebut.
Editor: Riki

Sumber: Riauterkini.com

  komentar Pembaca
Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.