• Home
  • Lingkungan
  • 22 April 2018, IPDA Gelar Seminar Kurma Internasional di Pekanbaru

22 April 2018, IPDA Gelar Seminar Kurma Internasional di Pekanbaru

Oleh: Tamam
Senin, 19 Mar 2018 15:04
Dibaca: 1.300 kali
BAGIKAN:
DW
Ketua Panitia Summits II International Date Palm kepada wartawan di sela sela peninjauan kebun pembibitan kurma di halaman Masjid Raya An-Nur Pekanbaru.
Liputanriau.com,-PEKANBARU-Asosiasi Kurma Indonesia atau Indonesian Date Palm Association (IPDA) berencana menggelar senimar internasional pada  22 April 2018.

Seminar yang diberinama  IPDA International Summits II 2018 ini bakal dihadiri petani, pelaku bisnis dan calon importir perkebunan kurma, baik dari dalam maupun luar negeri.

Hasbullah Ahba, Ketua Panitia Summits II International Date Palm kepada wartawan di sela sela peninjauan kebun pembibitan kurma di halaman Masjid Raya An-Nur Pekanbaru mengatakan, seminar yang hanya berlangsung satu hari diisi oleh beberapa kegiatan seperti seminar, praktek di kebun penelitian dan pengembangan, penanaman bibit kurma di halaman Masjid Raya Annur serta Agritrip ke Ulu Kasok, Kabupaten Kampar.

Sebelum penyelenggaraan seminar, panitia juga telah menyiapkan kegiatan kegiatan terkait seperti Festival Kurma dan Agro Expo. 

"Jadi kalau rangkaian kegiatannya berlangsung dari tanggal 16 sampai 22 April 2018. Tetapi acara puncaknya, yakni Seminar Internasional Kurma hanya berlangsung satu hari pada tanggal 22 April tadi'' ungkapnya.

Hasbullah menambahkan, seminar internasional yang kedua ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat Riau tentang peluang bisnis dari perkebunan kurma. Dikatakannya, untuk industri kebun kurma tidak membutuhkan lahan yang luas, seperti halnya kebun kelapa sawit.

"Masyarakat yang ingin mencoba profit dari kurma ini cukup menanam di lahan 30 X 30 meter. Nanti hasilnya, satu batang kurma bisa lebih kurang dengan satu hektare sawit,'' terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Asosiasi Kurma Indonesia (AKI) Riau Ahmad Chudhori menambahkan, seminar internasional ini yang kedua kalinya diadakan. Tahun ini, Provinsi Riau dipercaya untuk menjadi tuan rumah. Puluhan negara produsen dan importir buah kurma akan hadir dalam seminar ini.

"Di seminar itu nanti akan dibahas potensi industri perkebunan kurma, pemasaran dan sebagainya. Untuk Riau sudah ada yang panen. Sepertinya komoditi ini menjanjikan bagi kesejahteraan masyarakat,'' ucap Ketua Ikatan Pondok Pesantren Indonesia (IPPI) Riau yang dalam waktu dekat akan juga akan menyelengarakan sosialisasi sertifikasi rumah ibadah dan pondok pesantren.

Chudhori menambahkan, dari 57 batang pohon yang ditanam di halaman Masjid Raya Annur Pekanbaru, 10 batangnya merupakan sumbangan dari PT Riauterkini Utama, perusahaan yang dipimpinnya.

Menurut dia, pohon pohon kurma yang ditanam di halaman Masjid Annur ini merupakan pembibitan. Untuk risetnya, Asosiasi Kurma Indonesia mengandeng Fakultas Pertanian Universitas Riau (UR). Dari 57 batang ditanam di halaman Masjid Annur tadi, 3 sudah berbuah.

Padahal, imbuh Chudhori, biasanya kurma berbuah hanya satu kali dalam setahun. Tetapi untuk alam Indonesia yang berada di bawah garis khatulistiwa, panen kurmanya tidak mengenal musim.

"Di sini, kita selalu mengadakan riset, bibit kurma seperti apa yang optimal untuk ditanam di Bumi Lancang Kuning ini,'' katanya lagi.

Menurut Chudhori, bibit yang tempo hari disumbangkan pihaknya didapat dari kultur jaringan dari negara Inggris. Semacam pengembangan pembibitan tanaman. Jika bibit pohon kurma yang disumbangkan tersebut berhasil tumbuh dan menghasilkan bibit baru, bisa dimanfaatkan lagi untuk ditanam.*(mam)
  komentar Pembaca
Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.