• Home
  • Lingkungan
  • Ala Zuriadi Gigih Sosialisasikan Buka Lahan Tanpa Bakar

Ala Zuriadi Gigih Sosialisasikan Buka Lahan Tanpa Bakar

Rabu, 18 Jan 2017 15:24
Dibaca: 63 kali
BAGIKAN:
Crew Leader asal Desa Teluk Binjai, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Zuriadi sedang mensosialisasikan bahaya Karhutla.

Liputanriau.com-PANGKALAN KERINCI-Mengubah pola pikir masyarakat untuk tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar tidaklah mudah. Perlu kesabaran dan ketekunan untuk mengedukasi jika membuka lahan dengan bakar itu berbahaya. Seperti kisah seorang pemuda dari Desa Teluk Binjai, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Zuriadi (32) buktinya.  Sebagai Crew Leader atau koordinator penggerak dalam penanggulangan kebakaran di desa melalui Program Desa Bebas Api atau Fire Free Village Program, Zuriadi setiap hari mendatangi berbagai lapisan masyarakat di desanya untuk memberikan penjelasan apa yang harus dilakukan masyarakat untuk menjaga lahannya.

Ia mengatakan sosialisasi yang ia lakukan tidaklah sekali dua kali, tetapi berulang-ulang agar masyarakat paham membakar lahan itu tidak baik untuk kesehatan dan menggangu kegiatan sehari-hari mereka. Berbagai penolakan saat sosialisasi pun ia dapatkan. Beberapa masyarakat ada yang menolak dengan mengatakan sejak dulu mereka membuka lahan dengan membakar, sehingga tidak perlu adanya sosialisasi ini.

âMemang penolakan saya temui di awal-awal saya menjadi Crew Leader di tahun 2015 lalu. Saya mengakui sulit mengubah pola pikir masyarakat, tapi saya tidak mau menyerah begitu saja, berbagai cara saya lakukan seperti sosialisasi dengan menggunakan pendekatan personal, setiap acara desa atau pengajian di desa. Berbagai kesempatan saya manfaatkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Pokoknya saya selalu sosialisasikan kalau ada kesempatan, di kedai kopi, lahan pun saya sosialisasikan. Kami juga setiap dua hari sekali patroli untuk melihat apakah ada lahan yang terbakar, jaga-jaga kalau ada biar dipadamkan segera,â ujarnya, Rabu (18/1).

Lama kelamaan masyarakat menjadi paham membuka lahan dengan cara bakar tidaklah benar. Saat ini mereka membuka lahan tidak lagi dengan membakar tetapi menggunakan cara manual seperti parang, cangkul dan alat-alat pertanian lainnya. Hal ini membuat Desa Teluk Binjai pada tahun 2016 mendapatkan reward sebesar Rp 100 juta yang digunakan untuk infrastruktur di desa berupa semenisasi jalan desa.

Lain lagi dengan Ihsan (31), Crew Leader asal  Desa Langgam, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan. Saat mengedukasi masyarakat ke rumah-rumah, ia pernah diusir menggunakan parang. Ia menceritakan masyarakat menganggap hal yang dilakukan Ihsan tidaklah penting. Penjelasan tentang membuka lahan menurut mereka tidaklah penting.

âYa itu resiko kami, agar masyarakat tidak membuka lahan dengan membakar lagi. Saya terus bilang ke mereka kalau apa yang ia berikan agar desa mereka tidak berasap dan aktivitas masyarakat tidak terganggu. Alhamdulillah, perlahan mereka mengerti,â ujarnya.

Manajer Program Desa Bebas Api, Sailal Arimi mengatakan program ini terfokus pada pencegahan membuka lahan dengan bakar. Perusahaan juga menyediakan reward dalam bentuk infrastruktur bagi desa yang berhasil menjaga lingkungannya dari kebakaran lahan.

"Bagi desa yang berhasil menjaga wilayahnya tidak terbakar akan memperoleh reward Rp 100 juta dalam bentuk infrastruktur seperti pembuatan jembatan, sumur bor dan lainnya. Adanya reward dalam bentuk infrastruktur dapat membantu mengembangkan potensi yang ada di desa," tuturnya.

Tahun 2016, program Desa Bebas Api yang merupakan inisiatif dari PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), atau APRIL group, kata Sailal telah membantu masyarakat 18 desa yang merupakan peserta program membuka lahan pertanian dengan menggunakan teknologi pertanian secara mekanis dan manual. (*)

  BacaJuga
  • Rencana Aksi Massa di Kantor PLN Air Molek Pagi Ini Belum Ada Izin Kepolisian

    Kamis, 06 Apr 2017 09:01

    RENGAT - Sesuai jadwal yang direncanakan, hari ini Kamis (6/4/2017) masyarakat Air Molek Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Inhu, berencana mendatangi kantor PLN Rayon Air Molek dan Pembangkit Listrik Te

  • Tim Saber Pungli Selidiki Pungutan Pemasangan Listrik yang Resahkan Warga, Kwitansi Bukti Pembayaran Diamankan

    Jumat, 17 Mar 2017 10:12

    PEKANBARU - Aparat Polres Bengkalis saat ini sedang mendalami kasus dugaan terjadinya pungutan liar (pungli) pemasangan instalasi baru PLN di Desa Bukit Kerikil Kecamatan Bukit Batu."Kasus itu sudah d

  • Egrek Sawit Nyangkut di Kabel Listrik, Pelajar SMKN 1 Lubuk Siak Meninggal Dunia Kesetrum

    Rabu, 15 Mar 2017 08:04

    LIPUTANRIAU.COM, SIAK - Nait baik membantu orangtua mencari nafkah keluarga, Sehul Kusmono (18) salah seorang pelajar di SMKN 1 Lubuk Dalam meninggal dunia kesetrum listrik usai memanen buah sawit di

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.