76 Kilometer Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti Terkena Abrasi

Diskanla Riau Tanam 14.800 Bibit Mangrov

Oleh: Diana Purnasari
Selasa, 23 Mei 2017 12:40
Dibaca: 120 kali
BAGIKAN:
Liputanriau.com, Meranti - Daerah pesisir di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. menjadi salah satu daerah yang terkena abrasi yang cukup parah dalam beberapa tahun terakhir ini. Dari informasi yang didapat, sepanjang 76 kilometer daerah di Kabupaten Kepulauan Meranti terkena dampak parah. Bahkan, beberapa rumah warga pun menjadi saksi bisu, bertapa ganasnya abrasi pantai yang terjadi khusunya di desa Kedabu Rapat, Kecamatan Rangsang Pesisir.

"Abrasi didareah ini sudah sangat parah. kita sudah melihat langsung dilapangan, kalau kita tidak cepat menanganinya,lambat laun selat panjang sudah tidak ada lagi,"ujar pelaksana tugas kepala dinas perikanan dan kelautan Provinsi Riau Nafilson, senin (22/05)

Salah satu antisipasi yang dilakukan dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau yakni, dengan cara melakukan penanaman mangrov disepanjang garis pantai di desa Kedabu Rapat, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Untuk Desa Kedabu Rapat sendiri. Dinas Perikanan Dan Kelautan Provinsi Riau berkerjasama dengan dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan meranti, melakukan penanaman 14.800 bibit mangrov disepanjang kawasan pesisir.

"Mangrov ini sangat banyak sekali manfaatnya, selain berfungsi untuk menahan ombak, pohon Mangrov juga menjadi tempat hidupnya berbagai biota laut,"imbuhnya.

Nafilson menambahkan, pihaknya selalu melakukan pembinaan yang intensif dan menjalankan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya kelompok masyarakat yang ada di daerah pesisir tersebut. Mengingat minimnya mangrov didaerah tersebut, dikarenakan masyarakat sekitar terus menerus melakukan penebangan pohon Mangrov tanpa melihat efek yang ditimbulkan dikemudian hari.

"Kami fokuskan pembinaan kepada kelompok masyarakat,Kenapa demikian?, karna ini cara yang sangat efisien dalam menjaga daerah pesisir.sebab yang tau daerah mereka yakni mereka sendiri. Untuk itu kita harapkan ada kesadaran dari masyarakat, agar bersama-sama menjaga daerah tempat tinggal mereka saat ini,"paparnya.

Sementara itu, Dosen Perikanan dan ilmu Kelautan Universitas Riau, Dr Sofyan Siregar mengatakan, keterlibatan dari pihak akademisi dalam memperbaiki ekosistem pesisir untuk mendorong pemanfaatan mangrov dari sisi ekologinya.

"Kita coba memberi pemahaman kepada masyarakat, tentang teknik penanaman mangrov, dampak kerusakan akibat mangrov,dan lain sebagainya,"tuturnya. (Dp)
Editor: Bobby Satia

  komentar Pembaca
Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.