• Home
  • Lingkungan
  • Pedagang Masih Mendirikan Kios di Pinggir Jalan, Pemkab Kuansing Masih Persuasif

Pedagang Masih Mendirikan Kios di Pinggir Jalan, Pemkab Kuansing Masih Persuasif

Oleh: Teddy Niswansyah
Jumat, 28 Apr 2017 08:02
Dibaca: 58 kali
BAGIKAN:
Teddy Niswansyah
Kondisi badan jalan yang sempit karena pedagang menggelar dagangan di bahu jalan.
TELUK KUANTAN - Polemik relokasi pedagang Pasar Lumpur ke Pasar Rakyat Teluk Kuantan tampaknya masih berlanjut. Pada Kamis, 27 April 2017 para pedagang masih mendirikan kios dipinggir jalan umum di luar area Pasar Rakyat. Akibatnya pengendara harus mengalah dan menghindar dari keramaian pedagang yang menguasai jalan tersebut.

Menurut penuturan pedagang yang mendirikan kios di pinggir jalan, tempat berjualan di dalam areal Pasar Rakyat Teluk Kuantan sudah penuh sehingga mereka terpaksa mendirikan kios di jalan umum.

"Lah panuah di dalam, orang yang galeh di dalam lah kaluar pulo. (Sudah penuh di dalam, orang yang jualan di dalam keluar pula)," tuturnya menyebutkan pedagang di dalam areal Pasar Rakyat juga ikut-ikutan mendirikan kios di jalan.

Ditanyai tentang kapan akan masuk ke dalam areal pasar rakyat, sejumlah pedagang mengakui masih bingung. "Entah bisuak mungkin, ko lah disuruah ka dalam ma. (Entah mungkin besok, sekarang sudah disuruh masuk ke dalam)," sebut pedagang.

Tidak hanya pedagang yang belum mendapat kepastian, seorang konsumen menuturkan pusing adanya pindah-pindah ini, dia meski pindah belanja lagi.

"Poniang awak, bisuaklah pindah lo, payah awak ndek e. (Pening saya, besok pindah lagi, susah saya karenanya)," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan Perindustrian (DKUKMPP) Kabupate Kuansing H Tarmis SPd MH telah menegaskan, bahwa pihaknya tetap akan memindahkan seluruh pedagang Pasar Lumpur ke Pasar Rakyat Teluk Kuantan sebagai upaya menjadikan Pasar Rakyat sebagai pusat perdagangan tradisional dan keramaian di kota Teluk Kuantan.

Bagi para pedagang yang enggan pindah akan diberi peringatan pertama, kedua dan ketiga oleh Satpol PP Kuansing. "Bagi yang belum pindah akan kami keluarkan SP-1 dari Satpol PP," ujarnya.

Menurut data yang dihimpun datariau.com, jumlah pedagang seluruhnya sebanyak 451 orang, namun yang sudah menempati kios dan pelataran Pasar Rakyat baru 279 pedagang. Jadi masih tersisa 172 pedagang yang belum pindah.

"Alasan mereka tidak mau pindah, karena lokasi kata mereka tidak ada," pungkasnya.

Tarmis mengakui pemindahan pedagang adalah untuk kepentingan pedagang itu sendiri sehingga bisa berdagang dengan nyaman. Selain itu, Kota Teluk Kuantan juga terlihat tertib dan indah.

Dari pantauan datariau.com, tampak Kabid Perdagangan Nurasmi SSos dengan sejumlah staf dan petugas Satpol PP mengingatkan pedagang dari kios ke kios agar memindahkan dagangannya ke dalam areal Pasar Rakyat.
Editor: Riki

Sumber: Liputanriau.com

  BacaJuga
  • Jadi Temuan BPK, Komisi II Akan Bahas Alih Fungsi Pasar Kodim Pekanbaru jadi Hotel

    Kamis, 27 Apr 2017 17:32

    PEKANBARU - Komisi II DPRD Kota Pekanbaru akan melakukan pembahasan terkait alih fungsi Pasar Kodim atau kini berubah nama Pasar The Central dari pasar tradisional menjadi pembangunan hotel dan ma

  • Pasar Cikpuan Masih Terbengkalai, DPRD Minta Pemprov Riau Bantu Pemko Pekanbaru

    Kamis, 27 Apr 2017 17:31

    PEKANBARU - Janji Pj Walikota Pekanbaru Edwar Sanger, akan menuntaskan persoalan kelanjutan pembangunan Pasar Cikpuan tak kunjung ditepati sampai saat ini. Tim yang dibentuknya untuk bekerja menyelesa

  • DPRD Pekanbaru Revisi Perda Nomor 06 Tahun 2012 Tentang Retribusi Pelayanan Pasar

    Selasa, 11 Apr 2017 07:22

    PEKANBARU - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru, Senin (10/4/2017) pagi menggelar paripurna ke-8 masa sidang pertama terkait laporan panita khusus terhadap pembahasan Raperda DPRD

  • Tujuh Tempat Wisata Bersejarah di Pekanbaru yang Wajib Dikunjungi

    Selasa, 27 Sep 2016 18:06

    Sebagai Ibukota Provinsi Riau, Budaya Melayu sangat kental di Pekanbaru. Di sepanjang jalan, Anda bisa melihat banyak perempuan memakai baju kurung sepanjang lutut khas Melayu. Kota ini juga dikenal s

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.