Pemkab Inhil Rehabilitasi Lahan Kritis

Sabtu, 02 Apr 2016 00:00
Dibaca: 177 kali
BAGIKAN:
TEMBILAHAN - Dalam rangka pengembangan dan rehabilitasi lahan-lahan yang tidak berfungsi lagi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan.

Pertemuan itu membahas program rehabilitasi perkebunan masyarakat dan perikanan KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Inhil. Pertemuan dilakukan di Aula Lantai V Kantor Bupati Inhil, Jum'at (1/4/2016).

Selain dihadiri langsung oleh Bupati Inhil Muhammad Wardan, juga tampak hadir Ketua KTNA Yusuf Said, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, SKPD terkait, serta Camat dan masyarakat Kecamatan Tanah Merah.

Pemkab Inhil menyambut baik sekaligus mendukung agar program ini dapat terlaksana dengan baik, Bupati Inhil berharap kepada dinas terkait agar dapat membantu dari segi administrasi dan membantu kelancaran agar program ini terlaksana dengan sebaik-baiknya.

"Alhamdulillah kita melaksanakan pertemuan tentang rencana pengembangan dan Rehabilitasi lahan-lahan kritis, lahan tidak berfungsi lagi," jelasnya.

Menurut Wardan, tidak ada alasan lagi untuk tidak terlaksananya program tersebut, tidak ada kekhawatiran terhadap kredit macet dan lainnya. Karena semua sudah disediakan secara baik, sekarang tinggal bagaimana mengelola pelaksanaan dilapangan agar benar-benar terlaksana dengan baik.

"Tadi juga sudah dipaparkan sistem pengelolaan konsersium, penyandang dana sudah siap untuk menyalurkan dana tanpa bunga, ini tentu sudah luar biasa sekali dari perencanaan," ujarnya.

Selain itu pemerintah juga siap memberikan bantuan sesuai kapasitas dari sisi pendanaan dan pembebasan lahan. "Lahan ini adalah lahan masyarakat yang tentunya secara musyawarah sudah mereka musyawarahkan dan sudah sepakat dengan sebagian besar lahan keluarga. Mudah-mudahan tidak ada timbul permasalahan," harapnya.

Terakhir Wardan menginginkan satu diantara program ini dicontoh kelompok tani yang lain dari kecamatan lainya. "Bagus sekali dan sudah dilaksanakan untuk pendaratan pesawat mini dalam rangka mengantisipasi hasil dari produk industri yang baru dikembangkan seperti air kelapa menjadi cuka, mungkin bisa berkembang menjadi kecap, pengganti oil dan lainnya," tutupnya.

Sementara itu, Ketua KTNA Kabupaten Inhil Yusuf Said mengatakan pengembangan kelapa ini akan didukung betul, sehingga Inhil sebagai Hamparan Kelapa Duni bisa terwujud dan tidak tergantikan.

"Tidak ada replenting, tetapi peremajaan. Karena ini berada didaerah pantai, maka ada pengembangan sektor perikanan seperti budidaya tiram, kepiting, lokan dan lainnya yang selama ini tidak terperhatikan," katanya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan sangat bersyukur investor sanggup dan bekerjasama dengan KTNA. "Kerjasama tanpa membeli lahan, saya berharap kepada masyarakat, jadilah tuan rumah dari didi sendiri, jangan ada yang menjual ketika sudah dikerjasamakan. Dengan angsuran setiap bulan 25%, Ketika nanti perusahaan ingkar, maka lahan itu balik menjadi lahan masyarakat," ungkapnya.

Yusuf Said juga berharap dukungan dari SKPD terkait, seperti Perikanan yang sudah mengirimkan ahlinya. "Perikanan nantinya diharapkan adanya dukungan pembibitan, selain itu juga mendorong Bupati mulai hari ini menggalakan bibit kelapa untuk masyarakat," tandasnya.***(ziz)
  BacaJuga
  komentar Pembaca
Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.