• Home
  • Lingkungan
  • Warga Sekar Mawar Inhu Resahkan Rumah Kontrakan yang Disewa Wanita, Tapi Banyak Tamu Pria

Warga Sekar Mawar Inhu Resahkan Rumah Kontrakan yang Disewa Wanita, Tapi Banyak Tamu Pria

Oleh: Heri
Jumat, 31 Mar 2017 17:27
Dibaca: 60 kali
BAGIKAN:
Ilustrasi
LIPUTANRIAU.COM, RENGAT - Salah satu rumah kontrakan yang terletak di Kelurahan Sekar Mawar Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Inhu membuat resah warga setempat. Pasalnya, diduga rumah kontrak tersebut menjadi tempat mesum dan penggunaan narkoba.


"Kita selaku masyarakat berharap sekali perangkat RT, RW dan KL maupun Lurah dan Camat untuk dapat mengecek rumah kontrakan itu secara mendadak. Karena kita melihat gerak gerik mencurigakan dari rumah itu," kata seorang warga setempat kepada datariau.com, yang meminta namanya tidak disebutkan karena khawatir atas keselamatannya, Jumat (31/3/2017).

Jika terbukti menjadi tempat mesum atau kumpul kebo, maka aparat diminta segera mengusir penghuninya sebelum warga bertindak. "Hampir setiap malam di rumah kontrakan yang disewa perempuan itu keluar masuk laki-laki, selain itu juga di tengah malam terdengar musik, kita sangat khawatir," akunya.

Kepala Lingkungan 2 Kelurahan Sekar Mawar, Sofia Warman saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan, bahwa pihaknya belum lama ini sudah sampaikan kepada RT dan RW untuk memberitahu kepada pemilik rumah kontrakan agar menerima orang yang kontrak jelas asal usulnya dan inditias yang menyewa, dan yang menyewa dapat menjaga kenyamanan lingkungan.

Sementara itu, Lurah Sekar Mawar, Zulkifili Ssos mengatakan, sampai sejauh ini warga maupun perangkat RT atau RW belum ada melaporkan ke kantor lurah, dan baru tahu ini kalau ada rumah kontrakan yang telah membuat warga resah.

"Nanti saya tanyakan kepada RT dan RW setempat, apa benar yang dilaporkan warga ke wartawan," pungkasnya.

Terpisah, Ketua RT 02 Lingkungan 2, Emen, saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan, dirinya sudah pernah sampaikan kepada pemilik rumah kontrakan agar menegur penyewanya untuk bisa sama-sama menjaga lingkungan.

"Mengenai mengusir bukan kewenangan kami sebagai perangkat, tentu yang punya rumah yang lebih berhak," pungkasnya.

Editor: Riki

Sumber: Liputanriau.com

  BacaJuga
  • Jadi Temuan BPK, Komisi II Akan Bahas Alih Fungsi Pasar Kodim Pekanbaru jadi Hotel

    Kamis, 27 Apr 2017 17:32

    PEKANBARU - Komisi II DPRD Kota Pekanbaru akan melakukan pembahasan terkait alih fungsi Pasar Kodim atau kini berubah nama Pasar The Central dari pasar tradisional menjadi pembangunan hotel dan ma

  • Pasar Cikpuan Masih Terbengkalai, DPRD Minta Pemprov Riau Bantu Pemko Pekanbaru

    Kamis, 27 Apr 2017 17:31

    PEKANBARU - Janji Pj Walikota Pekanbaru Edwar Sanger, akan menuntaskan persoalan kelanjutan pembangunan Pasar Cikpuan tak kunjung ditepati sampai saat ini. Tim yang dibentuknya untuk bekerja menyelesa

  • DPRD Pekanbaru Revisi Perda Nomor 06 Tahun 2012 Tentang Retribusi Pelayanan Pasar

    Selasa, 11 Apr 2017 07:22

    PEKANBARU - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru, Senin (10/4/2017) pagi menggelar paripurna ke-8 masa sidang pertama terkait laporan panita khusus terhadap pembahasan Raperda DPRD

  • Tujuh Tempat Wisata Bersejarah di Pekanbaru yang Wajib Dikunjungi

    Selasa, 27 Sep 2016 18:06

    Sebagai Ibukota Provinsi Riau, Budaya Melayu sangat kental di Pekanbaru. Di sepanjang jalan, Anda bisa melihat banyak perempuan memakai baju kurung sepanjang lutut khas Melayu. Kota ini juga dikenal s

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.