450 ribu Warga Catalonia Unjuk Rasa, Menentang Spanyol

Minggu, 22 Okt 2017 18:18
Dibaca: 131 kali
BAGIKAN:
Presiden Carles Puigdemont

Liputanriau.com, Spanyol - Lebih dari 450 ribu warga Catalonia pendukung kemerdekaan turun ke jalan di Barcelona, Spanyol, dipimpin oleh Presiden Carles Puigdemont, Sabtu, 21 Oktober 2017.

Mereka serempak berteriak "Kebebasan" dan "Kemerdekaan" setelah Madrid mengumumkan akan mengambil langkah tegas guna menghentikan Catalonia memerdekaan diri menyusul hasil referendum 1 Oktober 2017.

"Saatnya mendeklarasikan kemerdekaan," kata Jordi Balta, seorang pegawai toko berusia 28 tahun. "Sudah tidak ada ruang untuk berdialog," tambahnya.

Al Jazeera dalam laporannya menyebutkan, unjuk rasa besar-besaran ini sengaja digelar oleh warga Catalonia di Barcelona sebagai respon atas sikap Madrid yang akan mengambil alih pemerintahan otonomi Catalonia.

"Kami warga Catalan tidak memiliki rasa takut," kata pengunjuk rasa Octavi Marti menanggapi keputusan PM Spanyol Mariano Rajoy.

Pemerintah Spanyol akan mengambil alih Catalonia terkait dengan Pasal 155 Konstitusi Negara mengenai otonomi Catalan.

Sebagaimana rilis yang diterima televisi RTVE, keputusan yang diterbitkan pemerintah Spanyol itu adalah hasil dari pertemuan darurat Sabtu, 21 Oktober 2017, yang menyatakan bahwa pemerintah pusat akan memberikan perintah langsung terhadap kepolisian Catalonia.

"Jika diperlukan, anggota kepolisian Catalonia akan diganti oleh pasukan keamanan Sapnyol," bunyi keputusan yang beredar di media massa.

Catalonia menggelar referendum kemerdekaan pada 1 Oktober 2017. Hasil dari pemungutan suara tersebut, mayoritas warga Catalonia ingin berpisah dengan Spanyol.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Tempo.co

  BacaJuga
  • Jokowi Desak Arab Saudi Transparan soal Kematian Jurnalis Jamal Khashoggi

    Senin, 22 Okt 2018 20:24

    Liputanriau.com, Bogor - Presiden Joko Widodo menyampaikan langsung harapannya terhadap kasus kematian jurnalis Jamal Khashoggi kepada perwakilan Arab Saudi. Ia menyampaikan itu kepada Menteri Luar Ne

  • Kejanggalan Klaim Saudi soal Pembunuhan Jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi

    Senin, 22 Okt 2018 20:19

    Liputanriau.com - Pemerintah Arab Saudi mengakui bahwa Jamal Khashoggi terbunuh di dalam Konsulat mereka di Istanbul, Turki. Namun klaim Saudi menyisakan banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Berbaga

  • Kemenkumham Buka Suara Terkait Intervensi Pencekalan Rizieq Shihab

    Kamis, 27 Sep 2018 17:22

    Liputanriau.com, Jakarta - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) membantah melakukan intervensi terhadap pencekalan pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab di Arab Saudi. Kementerian me

  • Arab Saudi Cekal Habib Rizieq ke Malaysia

    Selasa, 25 Sep 2018 21:07

    Liputanriau.com, Jakarta - FPI dan GNPF-Ulama menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon untuk berkonsultasi. Konsultasi itu membahas intimidasi yang dituding dilakukan petugas Imigrasi Arab Saudi terhadap ima

  • Dianggap Ekstremis, Arab Saudi Pecat Ribuan Imam Masjid

    Senin, 09 Okt 2017 15:39

    Liputanriau.com - Arab Saudi telah memecat ribuan imam masjid karena diduga menyebarkan paham ekstremisme. Informasi ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Al-Jubeir, di Mo

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.