• Home
  • Mancanegara
  • Biksu Radikal Sri Lanka Pimpin Serangan ke Pengungsi Rohingya

Biksu Radikal Sri Lanka Pimpin Serangan ke Pengungsi Rohingya

Kamis, 28 Sep 2017 13:26
Dibaca: 134 kali
BAGIKAN:

Liputanriau.com, Sri Lanka - Sekelompok biksu radikal memimpin serangan ke tempat penampungan aman untuk warga etnis Rohingya milik Perserikatan Bangsa Bangsa di dekat ibu kota Sri Lanka. Mereka  memaksa pihak berwenang mengevakuasi pengungsi.

Seorang petugas polisi mengatakan serangan itu dipimpin kelompok biarawan berpakaian kuning, yang berusaha menghancurkan pagar dan memanjat dinding bangunan.

Dua polisi terluka dalam insiden itu, yang juga menyaksikan massa melempari batu ke rumah aman dan membuang perabot di lantai dasar saat masuk ke gedung di lokasi.

Tidak ada laporan korban di antara kelompok pengungsi, termasuk 16 anak-anak.

"Kami berhasil membendung para preman dan kelompok pengungsi akan dipindahkan ke tempat yang lebih aman," kata pejabat, yang menolak untuk diketahui AFP.

Polisi mengatakan mereka akan menangkap provokator aksi itu dengan melihat rekaman video media lokal.

Salah satu biksu yang menyerbu gedung itu memasang sebuah video di situs jejaring sosial yang direkam kelompok radikal Sinhale Jathika Balamuluwa (Tentara Nasional Sinhala) saat dia mendesak orang lain untuk bergabung dengannya dan menghancurkan tempat penampuangan ini.

"Ini adalah teroris Rohingya yang membunuh biksu Buddha di Myanmar," kata biksu itu dalam pernyataannya sambil menunjuk ibu-ibu Rohingya dengan anak kecil di pelukan mereka.

Sebanyak 31 pengungsi warga etnis Rohingya diselamatkan angkatan laut Sri Lanka pada Mei setelah ditemukan mengapung di sebuah kapal di perairan di utara pulau itu.

Pejabat mengatakan mereka akhirnya akan dipindahkan ke negara ketiga dan diizinkan tinggal di Sri Lanka sambil menunggu dokumen diproses.

Para biksu Buddha Sri Lanka memiliki hubungan dekat dengan rekan-rekan ultra-nasionalis mereka di Myanmar. Keduanya dituduh mendalangi kekerasan terhadap minoritas Muslim di kedua negara ini.

Sekitar 430 ribu warga Muslim Rohingya telah meninggalkan Myanmar dalam menghadapi gelombang kekerasan saat ini di negara bagian Rakhine.

Muslim Rohingya telah menjadi sasaran penganiayaan dan diskriminasi di negara mayoritas Buddha itu. Banyak yang melihat mereka sebagai imigran gelap dari Bangladesh meski sebagian sudah berdomisili di Myanmar hingga ratusan tahun.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Tempo.co

  BacaJuga
  • Bunuh Diri Bukan Mengakhiri Kehidupan

    Selasa, 28 Mar 2017 11:19

    Ketika menghadapi cobaan hidup, sebagian orang mengambil "jalan pintas" dengan cara bunuh diri. Padahal bunuh diri bukanlah solusi dan bukanlah jalan pintas, bahkan bunuh diri adalah dosa yang san

  • Karyawan PT Padasa Kampar Ditemukan Tewas Tergantung dengan Kain Sarung

    Rabu, 15 Mar 2017 13:09

    LIPUTANRIAU.COM, KOTOKAMPARHULU - Seperti disambar petir di siang bolong saat sang istri melihat suaminya tewas tergantung dengan kain sarung di dalam rumahnya,  Selasa (14/32017) sekira pukul 14

  • Pria di Pekanbaru Ini Tewas Gantung Diri

    Sabtu, 11 Mar 2017 17:26

    LIPUTANRIAU.COM, PEKANBARU - Akibat tidak tahan terus menerus makan obat, Sutrimo (38) lebih memilih mengakhiri jalan hidupnya dengan gantung diri. Pria sakit jiwa yang berulang kali keluar masuk RSJ

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.