• Home
  • Mancanegara
  • Bombardir Maute, Militer Filipina Justru Tewaskan Tentara Sendiri

Bombardir Maute, Militer Filipina Justru Tewaskan Tentara Sendiri

Kamis, 01 Jun 2017 14:16
Dibaca: 112 kali
BAGIKAN:
Liputanriau.com, Filipina Sebanyak 10 tentara Filipina tewas dan delapan lainnya cedera akibat terkena tembakan serangan udara militer Filipina saat hendak menyerang kelompok teroris Maute di Marawi.

Menteri Pertahanan negara itu pada Rabu, 31 Mei 2017 mengatakan insiden itu terjadi ketika militer Filipina melancarkan operasi besar-besaran membebaskan Kota Marawi di wilayah selatan negara itu dari militan yang terkait dengan ISIS.

"Sekelompok tentara kita terkena serangan sendiri. Sepuluh maut dan delapan terluka," kata Menteri Pertahanan, Delfin Lorenzana, seperti dilansir BBC, Kamis 1 Juni 2017.

"Kadang-kadang ketika perang, koordinasi tidak dilakukan dengan baik sehingga kita menembak anggota sendiri," katanya tanpa merinci kapan insiden itu terjadi.

Militer Filipina menggunakan kombinasi operasi militer darat dan serangan helikopter untuk mengusir pemberontak yang menawan beberapa daerah di Marawi selama delapan hari.

Sebelumnya, Juru bicara militer, Brigadiar Jenderal Restituto Padilla sudah menguasai 90 persen Kota Marawi setelah delapan hari pertempuran dan telah menyebabkan 89 militan Maute tewas.

Menurut Padila, 19 orang sipil dibunuh militan Maute dan menegaskan serangan udara tepat oleh militer tidak menyebabkan seorang pun warga sipil tewas.

Dia mengatakan, 21 anggota keamanan, terutama tentara tewas dalam pertempuran menjadikan jumlah keseluruhan 129 orang dan sekitar 176.920 orang telah mengungsi.

Pemerintah memperkirakan sekitar 1.000 warga masih terjebak di daerah pertempuran yang dikuasai militan dan pasukan keamanan sedang berusaha menyelamatkan mereka. Pada Selasa, 30 Mei 2017, sekitar 1.000 warga yang terperangkap, berhasil dibawa keluar.

Kelompok Maute melancarkan serangan di kota Marawi pada 23 Mei, mendorong Presiden Rodrigo Duterte untuk menempatkan seluruh Mindanao di bawah darurat militer selama 60 hari.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Tempo.co

  BacaJuga
  • Catalonia Tetap Ingin Merdeka

    Kamis, 26 Okt 2017 21:42

    Liputanriau.com, Spanyol - Wakil Presiden wilayah Catalonia, Oriol Junqueras, mengklaim pemerintah Spanyol tidak memberikan mereka "pilihan apapun" sehingga deklarasi "republik baru" harus dilakukan.S

  • Arti, Makna & Hikmah Kemerdekaan RI Menurut Islam

    Kamis, 17 Agu 2017 15:08

    Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) pada tanggal 17 Agustus 1945 memiliki arti, makna dan hikmah bila ditarik dalam kajian studi Islam.Menurut Islam, kemerdekaan yang sesungguhnya adalah bebas untuk b

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.