• Home
  • Mancanegara
  • Bombardir Maute, Militer Filipina Justru Tewaskan Tentara Sendiri

Bombardir Maute, Militer Filipina Justru Tewaskan Tentara Sendiri

Kamis, 01 Jun 2017 14:16
Dibaca: 58 kali
BAGIKAN:
Liputanriau.com, Filipina Sebanyak 10 tentara Filipina tewas dan delapan lainnya cedera akibat terkena tembakan serangan udara militer Filipina saat hendak menyerang kelompok teroris Maute di Marawi.

Menteri Pertahanan negara itu pada Rabu, 31 Mei 2017 mengatakan insiden itu terjadi ketika militer Filipina melancarkan operasi besar-besaran membebaskan Kota Marawi di wilayah selatan negara itu dari militan yang terkait dengan ISIS.

"Sekelompok tentara kita terkena serangan sendiri. Sepuluh maut dan delapan terluka," kata Menteri Pertahanan, Delfin Lorenzana, seperti dilansir BBC, Kamis 1 Juni 2017.

"Kadang-kadang ketika perang, koordinasi tidak dilakukan dengan baik sehingga kita menembak anggota sendiri," katanya tanpa merinci kapan insiden itu terjadi.

Militer Filipina menggunakan kombinasi operasi militer darat dan serangan helikopter untuk mengusir pemberontak yang menawan beberapa daerah di Marawi selama delapan hari.

Sebelumnya, Juru bicara militer, Brigadiar Jenderal Restituto Padilla sudah menguasai 90 persen Kota Marawi setelah delapan hari pertempuran dan telah menyebabkan 89 militan Maute tewas.

Menurut Padila, 19 orang sipil dibunuh militan Maute dan menegaskan serangan udara tepat oleh militer tidak menyebabkan seorang pun warga sipil tewas.

Dia mengatakan, 21 anggota keamanan, terutama tentara tewas dalam pertempuran menjadikan jumlah keseluruhan 129 orang dan sekitar 176.920 orang telah mengungsi.

Pemerintah memperkirakan sekitar 1.000 warga masih terjebak di daerah pertempuran yang dikuasai militan dan pasukan keamanan sedang berusaha menyelamatkan mereka. Pada Selasa, 30 Mei 2017, sekitar 1.000 warga yang terperangkap, berhasil dibawa keluar.

Kelompok Maute melancarkan serangan di kota Marawi pada 23 Mei, mendorong Presiden Rodrigo Duterte untuk menempatkan seluruh Mindanao di bawah darurat militer selama 60 hari.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Tempo.co

  BacaJuga
  • Jurnalis Kenamaan Meksiko Ditembak Mati di Pinggir Jalan

    Selasa, 16 Mei 2017 15:43

    Liputanriau.com, Meksiko - Javier Valdez, jurnalis kenamaan Meksiko yang mengkhususkan diri dalam peliputan perdagangan narkoba dan kejahatan terorganisasi, di Meksiko, dibunuh, Senin (15/5/2017).Wart

  • Temuan Polisi Kasus Penembakan Rumah Anggota DPR Jazuli Juwaini

    Sabtu, 06 Mei 2017 17:31

    Liputanriau.com, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya masih menyelidiki motif penembakan ke arah rumah anggota DPR Jazuli Juwaini. Kepala Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Y

  • Rumah Ketua Fraksi PKS Ditembak Orang Tak Dikenal

    Kamis, 04 Mei 2017 13:12

    Liputanriau.com, Jakarta - Rumah Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR Jazuli Juwaini ditembak orang tak dikenal Rabu malam, 3 Mei 2017. Rumah tersebut berada di Jalan Parkit, RT 04 RW 04,

  • Polisi Tembak Keluarga di Lubuk Linggau Digiring bak Teroris

    Kamis, 20 Apr 2017 18:41

    Liputanriau.com, Jakarta - Polisi berinsial K yang disangka sebagai penembak satu keluarga dalam mobil di Lubuk Linggau dikeluarkan dari tahanan Polres setempat pada Kamis 20 April 2017. Dia digiring

  • DPR: Penembakan Mobil Satu Keluarga Aksi Brutal Anggota Polisi

    Kamis, 20 Apr 2017 15:24

    JAKARTA - Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menilai insiden penembakan satu keluarga penumpang mobil di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan oleh anggota polisi sebagai sikap yang brutal dan berlebihan. Karen

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.