Catalonia Tetap Ingin Merdeka

Kamis, 26 Okt 2017 21:42
Dibaca: 162 kali
BAGIKAN:
Bendera Catalonia Estelada berkibar di Barcelona dalam unjuk rasa menentang penangkapan tokoh pro-kemerdekaan.

Liputanriau.com, Spanyol - Wakil Presiden wilayah Catalonia, Oriol Junqueras, mengklaim pemerintah Spanyol tidak memberikan mereka "pilihan apapun" sehingga deklarasi "republik baru" harus dilakukan.

Seperti dikutip dari Independent, Kamis (26/10/2017), menurutnya, koalisi partai yang berkuasa di pemerintahan Catalonia akan bekerja untuk membangun sebuah "republik baru".

Junqueras mengatakan, partainya yang menguasai separuh kursi partai penguasa di Catalonia, "sedang bekerja untuk pembentukan sebuah republik baru" untuk wilayahnya.

Hal itu dilakukan karena mereka memiliki "mandat demokratis" menyusul referendum pada awal Oktober ini. 

Sementara itu, pemerintah Spanyol menilai referendum itu ilegal sehingga mengirimkan sejumlah polisi pengamanan untuk menghentikan pemungutan suara.

Petugas menembaki massa dengan peluru karet dan memukuli para pemilih saat memasuki tempat pemungutan suara pada 1 Oktober 2017.

Hampir 900 orang terluka dalam kekerasan itu. Pada akhirnya, 92 persen suara dari total 43 persen pemilih memilih untuk merdeka dari Spanyol.

Namun, Presiden Regional Catalonia, Carles Puigdemont, mengumumkan akan menunda deklarasi kemerdekaan, yang semula direncanakan seminggu setelah pemungutan suara.

Penundaan itu terkait langkah negoisasi yang tengah ditempuh dengan pemerintah Spanyol.

Dalam sebuah pidato di televisi, Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, mengatakan tidak ada referendum di Catalonia.

Penduduk setempat telah ditipu untuk mengambil bagian dalam pemungutan suara yang ilegal.

Dia mendukung aksi petugas terhadap referendum tersebut. Raja Spanyol, Felipe VI, juga menyuarakan ketenangan dan persatuan atas tindakan separatis yang menunjukkan ketidaksetiaan.

Pada September lalu, Mahkamah Konstusi di Madrid memutuskan referendum Catalonia adalah ilegal, karena melanggar ketentuan dalam konstitusi.

Pemerintah Spanyol akan mengeluarkan Artikel 155 Konstitusi 1978 pada akhir pekan ini.

Artikel 155 secara garis besar berbunyi bahwa Spanyol bakal mengambil alih langsung pemerintahan otonomi jika pemerintahan daerah tersebut secara hukum dianggap gagal, atau mengancam kepentingan negara secara keseluruhan.

Sebelumnya, pada Rabu (25/10/2017), Puigdemont diperkirakan akan menghadiri sidang di Madrid, untuk bertemu para senat membahas kemerdekaan Catalonia.

Namun, melalui juru bicaranya, Puigdemont tidak datang akrena pemerintah Spanyol telah mengumumkan pemberlakuakn kontrol langsung terhadap wilayah otonomi Catalonia untuk mengagalkan kemerdekaan.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kompas.com

  BacaJuga
  • Penjelasan Dubes Arab Saudi Terkait Kasus Habib Rizieq

    Selasa, 13 Nov 2018 17:11

    Liputanriau.com, Jakarta - Duta Besar Arab Saudi Osama Muhammad Abdullah Al Shuhaibi merespons upaya penanahan pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab terkait insiden bendera bertuliskan tauh

  • Eksekusi Mati WNI, Menlu Protes Ke Arab Saudi

    Rabu, 31 Okt 2018 13:59

    Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI (Menlu RI) Retno LP Marsudi menyatakan, Indonesia telah menyampaikan protes kepada pemerintah Saudi buntut eksekusi mati pada Pekerja Migran Indonesia

  • Arab Saudi Eksekusi Mati TKI Tuti Tursilawati

    Rabu, 31 Okt 2018 13:53

    Liputanriau.com, Jakarta - Satu lagi Tenaga Kerja Indonesia harus dihukum mati di luar negeri, khususnya di Arab Saudi. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dilaporkan melakukan eksekusi mati terhadap seora

  • Jokowi Desak Arab Saudi Transparan soal Kematian Jurnalis Jamal Khashoggi

    Senin, 22 Okt 2018 20:24

    Liputanriau.com, Bogor - Presiden Joko Widodo menyampaikan langsung harapannya terhadap kasus kematian jurnalis Jamal Khashoggi kepada perwakilan Arab Saudi. Ia menyampaikan itu kepada Menteri Luar Ne

  • Kejanggalan Klaim Saudi soal Pembunuhan Jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi

    Senin, 22 Okt 2018 20:19

    Liputanriau.com - Pemerintah Arab Saudi mengakui bahwa Jamal Khashoggi terbunuh di dalam Konsulat mereka di Istanbul, Turki. Namun klaim Saudi menyisakan banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Berbaga

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.