China Larang Muslim Xinjiang Ucapkan Assalamualaikum

Senin, 10 Sep 2018 17:47
Dibaca: 138 kali
BAGIKAN:
Tahanan di kamp pendidikan politik di Lop County, Prefektur Hotan, Xinjiang.
Liputanriau.com, China - Lembaga hak asasi manusia Human Rights Watch (HRW) pada Minggu (9/9) merilis laporan panjang soal pemenjaraan ribuan warga Muslim di Xinjiang untuk menjalani "pendidikan". Mereka ditanami paham komunisme dan dipaksa meninggalkan ajaran agama Islam.

Laporan HRW ini didasarkan pada wawancara terhadap 58 bekas warga Xinjiang, termasuk 5 mantan tahanan dan 38 keluarga tahanan. Beberapa di antara mereka kabur dari Xinjiang dalam setahun terakhir.

Para mantan tahanan kepada HRW mengatakan tujuan pemenjaraan adalah untuk menghapuskan budaya mereka, menggantinya dengan paham China. Salah satunya adalah kewajiban menghafal ribuan kosakata China dan berbahasa Mandarin. Hal ini sulit untuk tahanan yang kebanyakan berbahasa Turkik.
 
Seorang mantan tahanan, Erkin, mengatakan mereka bahkan dilarang mengucapkan salam khas Islam: Assalamualaikum.

"Kami tidak boleh mengatakan Assalamualaikum, salam keagamaan, tapi ni hao ma? (apa kabar?) dan hanya bicara Mandarin, seperti xie xie ni (terima kasih). Jika saya menggunakan kata-kata (Turkik), saya akan dihukum," kata Erkin.

Panel HAM PBB pada Agustus lalu melaporkan ada 1 juta warga Uighur yang ditahan dalam penjara rahasia di Xinjiang, wilayah mayoritas Muslim di barat China. 

Dalam penjara itu, mereka dipaksa menghafal lagu-lagu Partai Komunis dan menyanjung Presiden Xi Jinping dengan berlebihan. Jika tidak, mereka akan mendapatkan hukuman fisik maupun mental.

"Kami harus lagu-lagu 'merah' seperti 'Tanpa Partai Komunis, Tidak Akan Ada China yang Baru' dan 'Sosialisme itu Baik'," kata seorang bekas tahanan yang tidak disebutkan namanya.
Editor: Bobby Satia

Sumber: Kumparan

  BacaJuga
  • Sekjen PBB dan PM Malaysia Akan Kunjungi Kawasan Gempa dan Tsunami Sulteng

    Selasa, 09 Okt 2018 16:00

    Liputanriau.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berencana mengunjungi kawasan terdampak tsunami dan gempa Palu, Sulawesi Tengah.

  • Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Pekanbaru

    Sabtu, 28 Jul 2018 10:14

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Penangkapan tersebut dilakukan di salah satu lokasi di Kecamatan Marpoy

  • Mapolres Indramayu Diserang 2 Teroris, 1 Ditembak

    Minggu, 15 Jul 2018 16:39

    Liputanriau.com, Indramayu - Dua orang tak dikenal (OTK) yang diduga teroris menyerang Mapolres Indramayu Minggu (15/7) pukul 03.00 WIB. Mereka menerobos masuk dan melempar benda diduga bom

  • Densus 88 Amankan 3 Warga di Blitar, Salah Satunya Seorang Dokter

    Kamis, 14 Jun 2018 12:35

    Liputanriau.com, Blitar - Tim Densus 88 Mabes Polri mengamankan tiga warga di Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur yang diduga terkait jaringan terorisme, Rabu (13/6/2018) malam.Dari tiga ora

  • Teroris di Unri Memiliki Hubungan Dekat dengan Penyerang Mapolda Riau

    Senin, 04 Jun 2018 22:25

    Liputanriau.com, Pekanbaru -Kepolisian Daerah Riau mengungkap hubungan antara Muhammad Nur Zamzam, terduga teroris yang ditangkap di Universitas Riau dengan pentolan Jamaah Ansharut Dhaulah (JAD) Murs

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.