Cina Paksa Tahanan Muslim Makan Babi dan Minum Alkohol

Minggu, 20 Mei 2018 00:39
Dibaca: 124 kali
BAGIKAN:
Muslim Uyghur di Cina

Liputanriau.com, Jakarta - Seorang eks tahanan Cina mengungkapkan bagaimana pihak berwenang Cina memaksa tahanan muslim di kamp pengasingan makan daging babi dan minum alkohol.

Bekas tahanan itu bernama Omir Bekali, 42 tahun. Dia seorang muslim Kazakhstan ditangkap oleh badan keamanan Cina ketika memasuki perbatasan Cina dari Kazakhstan untuk mengunjungi orang tuanya pada 23 Maret 2017.

Setelah dua hari berada di rumah orang tuanya, dia dijemput oleh lima polisi Cina di Karamay untuk menangkapnya. Selanjutnya, dia digelandang ke Kantor Keamanan Umum Distrik Baijiantan, Karamay, bersama 17 tahanan lainnya. "Mereka ditempatkan di sel sempat."

Dengan kaki dan tangan dirantai, Bekali ditanyai tentang pekerjaannya, sebelum akhirnya dituduh membantu muslim Cina melarikan diri.

Ketika dalam dalam tahanan, Bekali mengaku bersama tahanan lainnya dipaksa menolak dan membenci Islam, termasuk mendapatkan hukuman keras. "Mereka dipaksa makan daging babi jika tidak memenuhi permintaan polisi," tulis Independent.

Mereka juga dipaksa mengkritik diri sendiri dan orang-orang yang dicintai, serta diminta berterima kasih kepada Partai Komunis yang kuat. Ketika menolak mengikuti instruksi, Bekali dipaksa berdiri menghadap dinding selama lima jam, seminggu kemudian, dia dikirim ke isolasi sel tanpa makanan selama 24 jam.

"Peristiwa itu masih menghantui saya sampai hari ini. Tekanan fisik dan mental yang harus dihadapi adalah menyakitkan, saya pernah berpikir bunuh diri," kata Bekali, yang dibebaskan setelah kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Kazakhstan. 

Sekitar 900 ribu hingga satu juta muslim Cina telah ditahan di kamp 'pendidikan kembali' di wilayah Xinjiang dalam upaya Beijing mengekang gerakan separatis. Penahanan ini ditujukan untuk mengubah pemikiran politik para tahanan, menghapus kepercayaan dalam Islam dan membentuk kembali identitas mereka.

Pejabat di Xinjiang menolak berkomentar terkait keberadaan kamp, tetapi beberapa keterangan mereka seperti dikutip sejumlah media mengatakan, perubahan ideologis diperlukan untuk memerangi separatisme dan ekstremisme Islam.

Kaum Muslim Uyghur di Xianjiang menjadi sasaran penangkapan dalam beberapa tahun terakhir, dan Cina menganggap wilayah itu sebagai ancaman bagi perdamaian di sebuah negara di mana mayoritas adalah etnis Han.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Tempo

  BacaJuga
  • Bunuh Diri Bukan Mengakhiri Kehidupan

    Selasa, 28 Mar 2017 11:19

    Ketika menghadapi cobaan hidup, sebagian orang mengambil "jalan pintas" dengan cara bunuh diri. Padahal bunuh diri bukanlah solusi dan bukanlah jalan pintas, bahkan bunuh diri adalah dosa yang san

  • Karyawan PT Padasa Kampar Ditemukan Tewas Tergantung dengan Kain Sarung

    Rabu, 15 Mar 2017 13:09

    LIPUTANRIAU.COM, KOTOKAMPARHULU - Seperti disambar petir di siang bolong saat sang istri melihat suaminya tewas tergantung dengan kain sarung di dalam rumahnya,  Selasa (14/32017) sekira pukul 14

  • Pria di Pekanbaru Ini Tewas Gantung Diri

    Sabtu, 11 Mar 2017 17:26

    LIPUTANRIAU.COM, PEKANBARU - Akibat tidak tahan terus menerus makan obat, Sutrimo (38) lebih memilih mengakhiri jalan hidupnya dengan gantung diri. Pria sakit jiwa yang berulang kali keluar masuk RSJ

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.