• Home
  • Mancanegara
  • Facebook Didenda Rp 1,6 Triliun Akibat "Bohong" Soal WhatsApp

Facebook Didenda Rp 1,6 Triliun Akibat "Bohong" Soal WhatsApp

Jumat, 19 Mei 2017 20:01
Dibaca: 105 kali
BAGIKAN:

Liputanriau.com - Facebook sedang menghadapi tekanan dari para regulator di benua Eropa. Mereka makin kritis menghadapi sepak terjang bisnis media sosial tersebut.

Informasi terbaru menyebutkan bahwa regulator anti-trust Uni Eropa di European Commission menjatuhkan denda kepada Facebook. Raksasa jejaring sosial itu dinilai berbohong soal proses akuisisi atas WhatsApp, pada 2014 lalu, setelah komisi memeriksanya.

Ketika itu, Facebook mengatakan pihaknya tidak bisa menggabungkan data penggunanya dengan WhatsApp, yang memiliki basis pengguna sebanyak lebih dari satu miliar.

Tapi, dua tahun setelahnya, pada Agustus 2016, Facbeook justru mengumumkan akan membagikan data pengguna WhatsApp ke Facebook, termasuk nomor telepon dan dhasil analisis. 

Data ini bisa memberikan keuntungan bagi Facebook dalam bersaing dengan rival-rivalnya di ranah bisnis iklan online.

"Komisi telah menemukan bahwa, berbeda dari pernyataan Facebook dalam review proses merger tahun 2014, kemungkinan teknis untuk memadankan identitas pengguna Facebook dengan WhatsApp sudah ada pada 2014, dan bahwa staf Facebook mengetahui kemungkinan itu," sebut Komisi Eropa

Denda senilai 110 juta Euro atau sekitar Rp 1,6 triliun pun kemudian dijatuhkan oleh Komisi Eropa kepada Facebook. Jumlah tersebut sebenarnya kecil dibandingkan pendapatan Facebook dari iklan online yang mencapai puluhan milliar dollar AS per tahun, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The New York Times, Jumat (19/5/2017).

Denda tersebut juga tidak membatalkan keputusan Uni Eropa untuk memberi lampu hijau terhadap akuisisi Facebook atas WhatsApp yang sudah kadung diberikan.

Di sisi lain, Facebook mengatakan tak akan mengajukan banding karena berniat untuk menunjukkan sikap kooperatif. Kesalahan review data pengguna Facebook dan WhatsApp dulu disebut bukan upaya untuk berbohong.

"Error pada pengajuan review kami di 2014 tidak disengaja," tulis Facebook dalam sebuah pernyataan.

Selain denda dari Komisi Eropa, pada Selasa pekan ini Facebook turut didenda 150.000 Euro oleh otoritas Perancis karena dinilai gagal memberikan kendali pada pengguna untuk mengontrol seberapa banyak data pribadi yang diambil dan digunakan oleh Facebook.

Regulator di Belanda turut memutuskan bahwa Facebook melanggar aturan-aturan privasi, namun belum menjatuhkan denda. 

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kompas.com

  BacaJuga
  • Setelah Guam, Korea Utara Ancam Hancurkan Australia

    Senin, 16 Okt 2017 20:40

    Liputanriau.com - Pemerintah Korea Utara mengeluarkan ancaman terbarunya terhadap Australia karena menjadi sekutu AS dan Korea Selatan.Media pemerintah Korea Utara menyebut, Australia menunjukkan

  • Kim Jong Un Sebut Trump 'Gila', Ancam Ujicoba Bom Hidrogen Baru

    Jumat, 22 Sep 2017 19:45

    Liputanriau.com - Kim Jong Un membuat pernyataan langsung yang ditujukan pada Presiden AS Donald Trump, suatu hal yang tidak biasanya dilakukan. Dalam pernyataan itu Kim Jong Un mengatakan, Trump "tid

  • 8 Cara Korea Utara Lolos Dari Sanksi AS dan PBB

    Selasa, 19 Sep 2017 20:24

    Liputanriau.com - PBB baru-baru ini telah mengeluarkan sanksi terkuatnya terhadap Korea Utara sebagai sanksi atas uji coba nuklir ke 6 negara komunis itu pada 3 September lalu. Namun banyak

  • Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal Lintasi Jepang

    Sabtu, 16 Sep 2017 13:58

    Liputanriau.com, Korea - Rezim Korea Utara kembali unjuk gigi dan mendemonstrasikan kemampuan militernya dengan menembakkan rudal balistik jarak menengah melintasi Jepang ke Samudera Pasifik. Di Jepan

  • Korut Ancam Jadikan AS Abu dan Tenggelamkan Jepang

    Kamis, 14 Sep 2017 21:18

    Liputanriau.com, Korea Utara - Sebuah badan negara Korea Utara pada Kamis mengancam akan menggunakan senjata nuklir untuk "menenggelamkan" Jepang dan menghancurkan Amerika Serikat menjadi "abu" karena

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.