• Home
  • Mancanegara
  • Kejanggalan Klaim Saudi soal Pembunuhan Jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi

Kejanggalan Klaim Saudi soal Pembunuhan Jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi

Senin, 22 Okt 2018 20:19
Dibaca: 111 kali
BAGIKAN:
Jamal Khashoggi

Liputanriau.com - Pemerintah Arab Saudi mengakui bahwa Jamal Khashoggi terbunuh di dalam Konsulat mereka di Istanbul, Turki. Namun klaim Saudi menyisakan banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Berbagai kejanggalan terlihat dalam klaim tersebut.

Menurut klaim Saudi, Khashoggi tewas dalam perkelahian di Konsulat pada 2 Oktober lalu. Peristiwa itu tidak disengaja, tidak ada niat membunuhnya, kata Saudi. Sebanyak 18 orang yang terlibat telah ditangkap terkait peristiwa ini.

Setidaknya ada lima kejanggalan dalam klaim Saudi:

1. Mengapa lama sekali Saudi beri penjelasan?

Butuh waktu lebih dari dua minggu hingga Arab Saudi memberikan penjelasan soal hilangnya Jamal Khashoggi. Baru pada 19 Oktober Saudi membenarkan bahwa Khashoggi tewas di dalam Konsulat tersebut.

Padahal dalam beberapa pernyataan sebelumnya, Saudi membantah pembunuhan Khashoggi. Namun berbagai laporan media yang mengutip sumber penyidik Turki mengatakan Khashoggi dibunuh dan dimutilasi di Konsulat. 

Saudi akhirnya mengakui Khashoggi tewas terbunuh, setelah berbagai tekanan muncul. Khashoggi, kata mereka, terlibat dalam perkelahian yang merenggut nyawanya. Para pelaku sebanyak 18 orang ditangkap dalam kasus ini.

Menurut Thomas Juneau, ahli Arab Saudi di University of Ottawa, Kanada, ada tiga sebab mengapa respons Saudi sangat lambat. Yaitu buruknya manajemen krisis Saudi, kegagalan upaya Saudi menutupi kematian Khashoggi, dan kalahnya Saudi dari penyidik Turki.

2. Mengapa klaim Saudi berubah-ubah?

Klaim Saudi soal hilangnya Jamal Khashoggi berubah-ubah dari waktu ke waktu, hingga akhirnya jurnalis 59 tahun itu disebut terbunuh. 

Pada 3 Oktober, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) membantah Khashoggi terbunuh, mengatakan bahwa dia telah keluar dari kantor Konsulat. Dia bahkan mempersilakan penyelidikan oleh polisi Turki. "Tidak ada yang kami sembunyikan," kata MbS dalam wawancara dengan Bloomberg ketika itu.

Pemerintah Saudi juga beberapa kali membantah tuduhan telah membunuh Khashoggi. Mereka mengatakan, tuduhan pembunuhan dan mutilasi itu "bohong dan tidak berdasar". Bahkan Saudi mengatakan 15 orang yang disebut media sebagai algojo Khashoggi adalah turis.

Hingga akhir pekan lalu, Saudi mengeluarkan klaim baru yang mengatakan Khashoggi terbunuh dalam perkelahian. Pernyataan yang plin-plan ini memicu pertanyaan apakah Saudi tengah berupaya keras mencari alasan tewasnya Khashoggi.

3. Mengapa butuh 15 orang untuk menghadapi Khashoggi?

Pemerintah Riyadh, salah satunya dari sumber yang dikutip Reuters, mengatakan para agen intelijen Saudi sengaja didatangkan ke Istanbul untuk membujuk agar Khashoggi mau pulang ke negaranya.

Menurut sumber Reuters, mereka yang datang adalah orang-orang yang kenal dengan Khashoggi dan pernah bekerja bersama dia. Dari bujukan ini yang kemudian berakhir ricuh dan perkelahian, memakan nyawa Khashoggi. 

Jika memang tujuannya adalah membujuk Khashoggi kembali ke negaranya, mengapa butuh 15 orang? Dan mereka bukan orang sembarangan, ada nama-nama terkenal di dalamnya, termasuk para pengawal Pangeran MbS, dan ahli forensik Salah Muhammed al-Tubaigy.

Hal ini yang tidak terjawab oleh pernyataan pemerintah Saudi. Yang jelas, ke-15 orang ini diduga adalah bagian dari 18 orang yang ditangkap aparat Saudi. Tiga orang lainnya disebut kaki tangan. 

Pemerintah Saudi juga memecat lima pejabat tinggi, termasuk penasihat Pangeran MbS, Saud al-Qahtani, dan wakil kepala intelijen Saudi Mayjen Ahmed al-Assiri.

4. Apa urusannya ahli forensik pada kasus Khashoggi?

Sekali lagi, jika tujuannya hanya membujuk Khashoggi untuk pulang, mengapa harus ada Tubaigy, seorang ahli forensik dan autopsi top Saudi, dalam rombongan 15 orang tersebut.

Nama Tubaigy muncul dalam berbagai laporan anonim media Turki dan Timur Tengah. Menurut sumber penyidik Turki kepada media Middle East Eye (MEE), dokter kenamaan Saudi ini bertugas menjadi algojo utama yang membius dan memutilasi Khashoggi. Pembunuhan Khashoggi ini terjadi dalam waktu hanya tujuh menit.

Sementara sumber Reuters mengemukakan hal berbeda. Menurut dia Khashoggi tewas ketika dibekap dan dicekik lantaran mulai melawan. Tubaigy dalam hal ini bertugas membersihkan TKP dari jejak-jejak pembunuhan. Namun klaim ini juga tidak memberi jawaban, mengapa Tubaigy yang tidak ada hubungannya dengan Khashoggi sejak awal didatangkan ke tempat itu.

Pertanyaan ini juga mengganjal hati Bruce Riedel, peneliti di lembaga think tank Brooking Institution dan mantan agen CIA yang menulis buku soal hubungan AS-Saudi.

"Saya tidak menemukan alasan lain mengapa kau memerlukan ahli forensik kecuali untuk menutupi bukti kejahatan," kata Riedel kepada The Washington Post.

5. Di mana mayat Khashoggi?

Kejanggalan lainnya dalam klaim Saudi adalah mereka tidak tahu keberadaan jasad Khashoggi. Padahal, para pelaku dalam kasus ini telah mereka tangkap dan siap diinterogasi.

"Kami tidak tahu, dalam hal detailnya, bagaimana (dia terbunuh). Kami tidak tahu di mana mayatnya," kata Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al-Jubeir dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu (21/10).

Sumber penyidik Turki yang dikutip MEE mengatakan Khashoggi dimutilasi menjadi 15 bagian dan mayatnya dibuang ke beberapa tempat. Salah satunya, kata sumber MEE, dibawa oleh seorang pelaku ke Riyadh menggunakan jet pribadi. 

Sementara sumber Reuters membantah Khashoggi dimutilasi. Dia mengatakan, mayat Khashoggi dimasukkan ke dalam gulungan karpet lalu dibawa oleh seorang kolaborator entah kemana. Tubaigy dalam hal ini, kata sumber, bertugas menghapus jejak pembunuhan. 

Upaya pencarian telah dilakukan kepolisian Turki di Konsulat, kediaman Konsul Jenderal, hutan di sekitar Istanbul, hingga ke perbatasan. Namun mereka tidak menemukan tubuh Khashoggi.

Sampai saat ini jasad Khashoggi tidak diketahui rimbanya.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kumparan

  BacaJuga
  • Penjelasan Dubes Arab Saudi Terkait Kasus Habib Rizieq

    Selasa, 13 Nov 2018 17:11

    Liputanriau.com, Jakarta - Duta Besar Arab Saudi Osama Muhammad Abdullah Al Shuhaibi merespons upaya penanahan pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab terkait insiden bendera bertuliskan tauh

  • Eksekusi Mati WNI, Menlu Protes Ke Arab Saudi

    Rabu, 31 Okt 2018 13:59

    Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI (Menlu RI) Retno LP Marsudi menyatakan, Indonesia telah menyampaikan protes kepada pemerintah Saudi buntut eksekusi mati pada Pekerja Migran Indonesia

  • Arab Saudi Eksekusi Mati TKI Tuti Tursilawati

    Rabu, 31 Okt 2018 13:53

    Liputanriau.com, Jakarta - Satu lagi Tenaga Kerja Indonesia harus dihukum mati di luar negeri, khususnya di Arab Saudi. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dilaporkan melakukan eksekusi mati terhadap seora

  • Jokowi Desak Arab Saudi Transparan soal Kematian Jurnalis Jamal Khashoggi

    Senin, 22 Okt 2018 20:24

    Liputanriau.com, Bogor - Presiden Joko Widodo menyampaikan langsung harapannya terhadap kasus kematian jurnalis Jamal Khashoggi kepada perwakilan Arab Saudi. Ia menyampaikan itu kepada Menteri Luar Ne

  • Kejanggalan Klaim Saudi soal Pembunuhan Jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi

    Senin, 22 Okt 2018 20:19

    Liputanriau.com - Pemerintah Arab Saudi mengakui bahwa Jamal Khashoggi terbunuh di dalam Konsulat mereka di Istanbul, Turki. Namun klaim Saudi menyisakan banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Berbaga

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.