Mantan Menteri di India Lulus SMA di Usia 82 Tahun

Rabu, 17 Mei 2017 17:55
Dibaca: 98 kali
BAGIKAN:

Liputanriau.com, India - Seorang mantan menteri di India yang tengah menjalani hukuman penjara atas kasus korupsi baru saja dinyatakan lulus ujian sekolah menengah atas (SMA). Om Prakash Chautala sendiri, kini telah berusia 82 tahun.

Om Prakash merupakan seorang mantan menteri utama di negara bagian Haryana. Ia berkuasa selama empat periode.

Yang bersangkutan ditahan di penjara Tihar, Delhi dan menempuh ujiannya di sana. Terkait "prestasi" Om Prakash, putranya Abhay Chautala mengatakan kepada surat kabar Indian Express bahwa ayahnya telah "memutuskan untuk menghabiskan waktunya di penjara dengan lebih bermakna."

"Dia membaca koran dan buku. Dia meminta sipir untuk mencari buku-buku favoritnya. Dia membaca buku tentang politisi hebat dari seluruh dunia," ungkap Abhay seraya menambahkan bahwa ayahnya pergi ke perpustakaan penjara setiap hari seperti dilansir BBC, Rabu (17/5/2017).

Om Prakash dan 54 orang lainnya ditahan karena memalsukan dokumen untuk mempekerjakan 3.206 guru pada periode 1999 hingga 2000. Jaksa mengatakan, kandidat yang memenuhi syarat ditolak sementara mereka yang mengandalkan suap diterima.

Sosok Om Prakash sendiri tidak asing di dunia politik India. Selain merupakan pemimpin Partai Lok Dal, ia juga merupakan anak dari mantan wakil PM Devi Lal.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Liputan6.com

  BacaJuga
  • PBB Gagal Bujuk Myanmar Terima Kembali Warga Rohingya

    Jumat, 20 Okt 2017 01:42

    Liputanriau.com - Tim dari Perserikatan Bangsa Bangsa gagal membujuk pemerintah Myanmar agar menerima kepulangan warga etnis Rohingya dari Bangladesh. Pemerintah Myanmar juga diminta memberikan izin p

  • Biksu Radikal Sri Lanka Pimpin Serangan ke Pengungsi Rohingya

    Kamis, 28 Sep 2017 13:26

    Liputanriau.com, Sri Lanka - Sekelompok biksu radikal memimpin serangan ke tempat penampungan aman untuk warga etnis Rohingya milik Perserikatan Bangsa Bangsa di dekat ibu kota Sri Lanka. Mereka 

  • PBB Susun Rencana Darurat Beri Makan 700.000 Pengungsi Rohingya

    Rabu, 27 Sep 2017 20:26

    Liputanriau.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) telah menyusun rencana darurat untuk memberi makan 700.000 pengungsi Rohingya dari Myanmar, di Banglades.Angka tersebut merupakan prediksi, setelah d

  • Dubes Myanmar: Tak Ada Pemusnahan Etnis Rohingya

    Rabu, 27 Sep 2017 20:22

    Liputanriau.com - Duta Besar Myanmar untuk PBB Hau Do Suan menegaskan, tidak ada pemusnahan etnis atau genosida yang terjadi terhadap Muslim Rohingya. Ia keberatan  dengan sebutan pemusnahan etni

  • Ribuan Jamaah Hadir dalam Tabligh Akbar Ustadz Syafiq Basalamah di Masjid Imam Syafi'i Pekanbaru

    Minggu, 24 Sep 2017 06:17

    PEKANBARU, LIPUTANRIAU.COM - Meskipun cuaca Kota Pekanbaru sore hingga malam, Sabtu (23/9/2017) gerimis dan mendung, namun semangat para penerima ilmu tetap tinggi, ribuan jamaah memadati Masjid Imam

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.